Kamis, 23 Juli 2009
copok
Senin, 08 September 2008
pusing
pusing
itulah yang aku dapatkan ketika menempuh tantangan yang baru, tapi asyik juga ketika telah menemukan serat dan mengalurnya dengan cermat. di semester tiga sekarang ini ku berusaha memperoleh ip(indeks prestasi) yang tinggi tapi apakah mungkin?
dan aku terus memompa sepiritku. dan meyakini kata-kata salah satu teman ku, kata katanya sebagai berikut; yakin bisa maka bisa.
bertindak
bertindak
dan bertindak
itulah yang dapat aku tirukan lafalnya, ternyata berat juga. dukung aku yaw.
aku ingin kembali memperoleh hasil bagus seperti awal semester ku kuliah kemaren. dan berkat anjloknya ip ku bukan oran tua saja yang menegurku, bahkan paku (pembimbing akademik ku) yang terkenal cuek denga mahasiswa turut berduka cita. pokoknya semester ini ku ingin kembali ke permukaan. mohon doa restu ya
Terimakasih
Rabu, 25 Juni 2008
Sesuatu yang BERHARGA
PENDAHULUAN
Aku yang sekarang masih bergulat dengan buku, dan mendambakan masa depan yang cerah, apakah nanti setelah semua mimpi-mimpiku tergapai akan datang sebuah kecerahan hidup yang bertahan lama? Jawaban itu mungkin akan sangat mudah kita jawab ketika kita telah melewati masa-masa tersebut. Jika dikatakan demikian, satu dari ribuan keinginanku selama menghirup udara selama ini adalah aku tidak ingin berucap bertemakan tentang sebuah penyesalan pada hari esok. Untuk itu aku ingin dalam proses belajar mencurahkan pikiran dengan huruf-huruf yang mungil ini berusaha menerawang layaknya peramal ke masa depan. Mencari penemuan dalam pikiran yang berdasar atas rasio belaka. Akupun tidak mau disebut sebagai seorang dukun atau peramal. Di akhir tulisanku kali ini mengapa harus aku selipkan hal yang menyinggung sebuah rukhani keagamaan, dalam buku yang berjudul psikologi kematian (maaf pengarangnya aku lupa) dikatakan jika kita berfikir dengan akal atau rasio kita maka tidak akan menemukan titik ujung, melainkan akan berputar-putar layaknya bumi yang sedang berotasi, dan pada akhirnya akan menuai sebuah kehampaan dan hancur (kematian).
Masa Yang Kudambakan
Masa yang ingin aku bahas adalah ketika aku sudah bekerja sesuai dengan profesi yang aku dambakan, dan selanjutnya bagaimana? Apakah mengalir menuruti arus yang ada? Apakah tidak ada suatu hasrat yang lain? Dan ketika menemukan titik jenuh, bagaimanakah tindakan ku nanti?
Dari hal-hal tersebut aku berfikir bahwa walaupun kita sudah dapat mencapai mimpi-mimpi, ternyata kita belum mencapai suatu kebahagiaan. Kebahagiaan yang seperti apa yang kita dambakan? Setiap orang mungkin cenderung berbeda karena tingkat kebutuhan tiap-tiap pribadi seseorang berbeda, dan karena berbeda rasa kebahagiaan seseorang berwarna-warni. Ada juga yang mngatakan kebahagiaan seseorang bersifat relatife.
Dari pernyataan di atas aku mencoba untuk bertanya kepada belasan orang sahabat baik ku dengan sms. Kecenderungan dari jawaban mereka adalah ingin menyempurnakan kehidupan dengan ikatan suami-istri yang syah. Ada juga yang ingin menolong orang dengan gaji sendiri dan sekolah dengan uang saku sendiri (mandiri), menjadi mahluk yang bersyukur dan menjadi lebih baik, mendalami profesinya seperti menjadi penyiar radio, psikolog berjiwa social dan suka membantu sesama, ingin menjadi yang terbaik di instasinnya. Dan selanjutnya menjawab pertanyaan jika mendapati titik jenuh, maka jawaban mereka cenderung kepada kebutuhan apa yang dibutuhkan masing-masing untuk mengembalikan kebahagiaan mereka kembali. Ada yang ingin liburan, petualangan,menyendiri, mengarang, meminta pasangan hidup untuk membangkitkan semangatnya kembali dan mengingatkan ketika salah, refresing berbagai cara, mengingat masa lalu dan bersilaturahmi kemudian kembali kemasa sekarang, dan masih banyak keinginan mereka yang lain. Semua tergantung kepada tingkat kebutuhan mereka masing-masing.
Memang sangat menyenangkan bagiku bertanya demikian. Selain menambah rasa keakraban dalam hubungan persahabatan, akan tetapi juga dapat mengetahui rencana atau planning sahabat-sahabat baik ku. Dan sekali lagi aku tidak mau disebut dukun atau peramal.
Dan tentunya jika pertanyaan tersebut di kembalikan kepada pembuatnya, yaitu aku sendiri, jika pembaca yang budiman ingin mengetahui maka pembaca dapat menggambarkan sosok Hudzaifah Masa Kini itu bagaimana. Dan jangan salah jika mendapati aku tidak seperti apa yang aku tulis dan katakan. Karena sebuah teori dirasakan sangat mudah, dan praktek cenderung sulit. Dalam praktek dibutuhkan tenaga yang lebih karena bukan hanya tenaga untuk berfikir, melainkan tenaga untuk mengatur gerakan fisik kita, perlu adanya greget[1]. Sehingga dapat mensiasati hal-hal yang terjadi yang mungkin tidak kita duga karena memang diluar perhitungan dari teori kita. Atau memang hal tersebut sesuai dengan teori kita akan tetapi sulit bagi kita meluweskan gerakan-gerakan serta irama fisik kita.
Kembali kepada jawabanku yangmerupakan keinginanku. Pada awalnya aku tidak mempunyai suatu misi atau visi. Bagaimanapun hari esok akan aku libas sesuai dengan serat dan alur yang muncul dan mengalir begitu saja. Hal ini pernah aku katakan kepada salah satu sahabatku yang sekarang menjalani studinya di fakultas kedokteran UNS (Universitas Sebelas Maret) jurusan Psikologi. Aku di tegur dengan tegas, disimpulkan olehnya bahwa aku lebih menyukai kesenangan terlebih dahulu kemudian menikmati kepahitan, karena buta arah hanya dapat mengikuti arus yang mengalir, dan bukan sifat pemuda yang lantang menantang arus untuk menemukann jati diri. Mulai saat itu aku berfikir sejenak, apakah benar pernyataan sahabatku tersebut? Setelah lama aku berfikir dan membayangkan hal yang terjadi di masa depan dengan berusaha menolak pernyataan tersebut, akan tetapi hasilnya mengapa aku tidak dapat menghindar dari pernyataan tersebut, kepahitan yang akan aku dapatkan. Tidak dapat menggunakan sebuah momentum atau peluang dengan maksimal. Oh……. Aku tak ingin demikian dan berucap yang bertemakan sebuah penyesalan.
Sesuatu Yang Berharga Apaantu?
Hasrat dalam pikiran hatiku timbul dengan tiba-tiba, aku ingin menemukan sesuatu yang berharga. “Awalnya apakah sesuatu yang berharga itu? Pokoknya yang dapat memberikan arti dalam kehidupanku,” pemikiranku saat itu. Dan pada saat tiu aku belum mengetahui wujud sesuatu yang berharga tersebut. Apakah seorang istri yang solikhah? Harta yang berlimpah ruah? Jabatan yang tinggi? Penghargaan atas hasil penelitian? Rekor dunia? Atau yang lainya.
Setelah aku melakukan berbagai hal, ternyata timbul pemikiran bahwa semua hal diatas tidaklah berarti sama sekali. Lalu apa yang dimaksut dengan sesuatu yang berharga? Aku bingung.
Harta yang bergelimang tidak akan berarti jika kita mati, dan hanyalah berarti kepada generasi penerus kita. Begitu pula dengan istri yang solikhah, jabatan, penghargaan, akan tidak berarti jika kita mati.
Untuk itu apa hakikat sesuatu yang berharga tersebut? Aku terus berfikir dengan memaksimalkan otakku yang tergolong lemot. Setelah lama berfikir aku mencoba menebak apakah sesuatu yang berharaga itu? Amal baik kitakah? Keteguhan iman kitakah? Sepertinya hal tersebut yang dikatakan sesuatu yang berharga, akan tetapi menurutku bukan. Banyak orang berbuat kebaikan dan berjiwa sosial akan tetapi belum tentu akan mendapatkan sebuah amal kebaikan dari Tuhan YME. Dan belum dapat dipastikan juga orang tersebut telah mencapai tingkat keimanan yang sempurna.
Kembali kepada pertanyaan apakah yang dimaksut sesuatu yang berharga tersebut? Selang beberapa hari ketika aku bangun dari tidur siang secara tidak sengaja kutemukan jawaban tersebut. Sesuatu yang berharga tersebut merupakan sebuah keridloan Allah kepada hambanya. Jika ditanyakan harganya maka, andai bumi beserta isinya semua menjadi emas maka hal itu tidaklah seberapa dari harga tersebut.
Jika keridloanNya telah kita dapatkan, dengan harta yang sedikit, tanpa jabatan, dan penghargaan tentu karena keridloanNya istri kita adalah istri yang solikhah tidak sulit untuk memilih. Dan selanjutnya adalah kebahagiaan akan datang dengan sendirinya, baik kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat kelak.
Bagaimana caranya untuk memperoleh keridloa Allah? Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa keridloan Allah terdapat pada keridloan orang tua yang baik. Secara logika sebagai manusia, naluri manusia ataupun dalil ilmiah dan dalil suci berbakti kepada kedua orang tua yang telah merawat dan membesarkan kita hukumnya adalah wajib. Hal lain untuk mendapatkan keridloan Allah jika orang tua kita sudah tiada adalah terus berdo’a agar setiap gerakan kita diridloi oleh Allah SWT, dan tidak mengharapkan hal lain kecuali keridloanya. Mengapa harus dengan cara berdo’a? tidak adakah cara lain? Nabi Muhammad bersabda bahwa do’a adalah senjata pamungkas orang miu’min ketika telah berusaha dengan sekuat tenaga. Proses ini terkenal dengan istilah ihtiar.
Seperti halnya kita yang telah meakukan dosa besar[2]. Jika kita telah berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan dan kommitment tidak akan mengulanginya serta meyakinkan langkah kita selanjutnya hanyalah mencari keridloanNya, insya Allah akan diridloi. Kebahagiaan dunia akherat akan kita dapatkan atas ijinya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.
Untuk pembaca yang budiman, maafkan aku jika aku dirasa menggurui atau menceramahi. Karena ilmuku tidak begitu seberapa, aku hanya ingin berusaha belajar menuangkan pemikiranku tentang arti sebuah kehidupan. Dan sementara hidupku belum dapat mempunyai arti dan belum sesuai dengan apa yang semestinya tertuang dalam tulisan di atas. Akhir kata kuucapkan
“MAAF”
Senin, 12 Mei 2008
tugas kuliah teknik listrik
Materi Kuliah Teknik Tenaga Listrik
1. SISTEM TENAGA LISTRIK
1.1. Elemen Sistem Tenaga
Salah satu cara yang paling ekonomis, mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Pada pusat pembangkit, sumberdaya energi primer seperti bahan baker fosil (minyak, gas alam, dan batubara), hidro, panas bumi, dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Generator sinkron mengubah energi mekaanis yang dihasilkan pada poros turbin menjadi energi listrik.
Melalui transformator penaik tegangan (step-up transformer), energi listrik ini kemudian dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. Peningkatan tegangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir pada saluran transmisi yang dengan demikian berarti rugi-rugi panas (heat-loss) I2R dapat dikurangi. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban, tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah, melalui transformator penurun tegangan (step-down transformer).
Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi, energi listrik ini diubah menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis (motor), penerangan, pemanas, pendingin, dan sebagainya.
Satuan listrik :
Arus listrik (I) => ampere
Tegangan listrik (V) = beda potensial => volt
Tahanan (R) = resistansi => ohm
Reaktansi (X)=> ohm
Impedansi (Z)= R ± jX => ohm
Daya (S) = P ± jQ => volt ampere
Daya aktif (P) => watt
Daya reaktif (Q) => volt ampere reaktif
Energi (E) => watt-hour (watt-jam)
Faktor daya (cos j) => tidak ada satuan
1.2. Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)
Pembangkit listrik jenis ini memanfaatkan bahan bakar minyak, gas alam, atau batubara untuk membangkitkan panas dan uap pada BOILER. Uap ini kemudian dipergunakan untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan sebuah generator sinkron. Uap yang telah melalui turbin kemudian menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah. Uap ini kemudian dilewatkan melalui kondenser yang menyerap panas uap tersebut sehingga uap tersebut berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler.
1.3. Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)
Sebagaimana halnya Pusat Listrik Tenaga Diesel, PLTG merupakan mesin dengan proses pembakaran dalam (internal combustion). Bahan baker berupa minyak atau gas alam dibakar di dalam ruang pembakar (combustor). Udara yang memasuki kompresor setelah mengalami tekanan bersama-sama dengan bahan baker disemprotkan ke ruang pembakar untuk melakukan proses pembakaran. Gas panas sebagai hasil pembakaran ini kemudian bekerja sebagai fluida yang memutar roda turbin yang terkopel dengan generator sinkron.
1.4. Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)
Pada reactor air tekan (pressurized water reactor) terdapat dua rangkaian yang seolah-olah terpisah. Pada rangkaian pertama bahan baker uranium-235 yang diperkaya dan tersusun dalam pipa-pipa berkelompok, disundut untuk menghasilkan panas dalam reactor. Karena air dalam bejana penuh, maka tidak terjadi pembentukan uap, melainkan air menjadi panas dan bertekanan. Air panas yang bertekanan tersebut kemudian mengalir ke rangkaian kedua melalui suatu generator uap yang terbuat dari baja. Generator uap ini kemudian menghasilkan uap yang memutar turbin dan proses selanjutnya mengikuti siklus tertutup sebagaimana berlangsung pada turbin uap PLTU.
1.5. Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)
Penggunaan tenaga air mungkin merupakan bentuk konversi energi tertua yang pernah dikenal manusia. Perbedaan vertical antara batas atas dengan batas bawah bendungan di mana terletak turbin air, dikenal sebagai tinggi terjun. Tinggi terjun ini mengakibatkan air yang mengalir akan memperoleh energi kinetic yang kemudian mendesak sudu-sudu turbin. Bergantung kepada tinggi terjun dan debit air, dikenal tiga macam turbin yaitu: Pelton, Francis dan Kaplan.
2. DASAR ELEKTROMEKANIK
2.1. Konversi Energi Elektromekanik
Konversi energi baik dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya dari energi mekanik menjadi energi listrik (generator) berlangsung melalui medium medan magnet. Energi yang akan diubah dari satu system ke system lainnya, sementara akan tersimpan pada medium medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi energi system lainnya. Dengan demikian, medan magnet di sini selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi juga sekaligus sebagai medium untuk mengkopel perubahan energi.
Dengan mengingat hukum kekekalan energi, proses konversi energi elektromekanik dapat dinyatakan sebagai berikut (untuk motor):
(Energi Listrik sebagai input) = (Energi Mekanik sebagai output + Energi panas) + (Energi pada medan magnet dan rugi-rugi magnetic)
atau dalam persamaan differensial, konversi energi dari elektris ke mekanis adalah sebagai berikut:
dWE = dWM + dWF
Ini hanya berlaku ketika proses konversi energi sedang berlangsung pada keadaan dinamis yang transient. Untuk keadaan tunak, dimana fluks merupakan harga yang konstan, maka
dWF = 0
dWE = dWM
2.2. Gaya Gerak Listrik
Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus sejauh ds memotong suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B, maka perubahan fluks pada konduktor dengan panjang efektif l adalah:
df = B l ds
Dari Hukum Faraday diketahui bahwa gaya gerak listrik (ggl)
E = df/dt
Maka e = B l ds/dt; dimana ds/dt = v = kecepatan
Jadi, e = B l v
2.3. Kopel
Arus listrik I yang dihasilkan di dalam suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B akan menghasilkan suatu gaya F sebesar:
F = B I l
Jika jari-jari rotor adalah r, maka kopel yang dibangkitkan adalah
T = F r
Perlu diingat bahwa saat gaya F dibangkitkan, konduktor bergerak di dalam medan magnet da seperti diketahui akan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi (lawan) terhadap tegangan penyebabnya. Agar proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik (motor) dapat berlangsung, tegangan sumber harus lebih besar daripada gaya gerak listrik lawan.
Begitu pula, suatu gerak konduktor di dalam medan magnet akan membangkitkan tegangan e = B l V dan bila dihubungkan dengan beban, akan mengalir arus listrik I atau energi mekanik berubah menjadi energi listrik (generator). Arus listrik yang mengalir pada konduktor tadi merupakan medan magnet pula dan akan berinteraksi dengan medan magnet yang telah ada (B). Interaksi medan magnet merupakan gaya reaksi (lawan) terhadap gerak mekanik yang diberikan. Agar konversi energi mekanik ke energi listrik dapat berlangsung, energi mekanik yang diberikan haruslah lebih besar dari gaya reaksi tadi.
2.4. Mesin Dinamik Elementer
Pada umumnya mesin dinamik terdiri atas bagian yang berputar disebut rotor dan bagian yang diam disebut stator. Di antara rotor dan stator terdapat celah udara. Stator merupakan kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu dan rotor merupakan kumparan jangkar dengan belitan konduktor yang saling dihubungkan ujungnya (lihat gambar) untuk mendapatkan tegangan induksi (ggl).
| | |
| |
|
Jika kumparan rotor diputar dengan arah berlawanan dari arah jarum jam, tegangan akan dibangkitkan dengan arah yang berlawanan pada kedua ujung rotor yang tidak dihubungkan.
Simulasi mesin dinamis (generator) dapat dilihat pada situs ini.
http://www.sciencejoywagon.com/physicszone/lesson/otherpub/wfendt/generatorengl.htm
2.5. Interaksi Medan Magnet
Kerja suatu mesin dinamis dapat juga dilihat dari segi adanya interaksi antar medan magnet stator dan rotor, yaitu:
F = B I l
Seperti diketahui, arus listrik (I) pada persamaan di atas akan menimbulkan fluks juga di sekitar konduktor yang dilalui. Bila kerapatan fluks akibat arus listrik dinyatakan dengan Bs (pada stator), sedang kerapatan fluks akibat kumparan medan adalah Br (pada rotor), maka dapat dituliskan:
T = K Br Bs sin d
Dimana
d adalah sudut antara kedua sumbu medan magnet Br dan Bs
K adalah konstanta l x r
Sudut d dikenal sebagai sudut kopel atau sudut daya dengan harga maksimum d = 90o. Dengan menganggap Br dan Bs sebagai fungsi arus rotor dan arus stator, persamaan kopel menjadi:
T = K Ir Is sin d
Dengan demikian, kopel terjadi sebagai interaksi antara dua medan magnet atau dua arus.
2.6. Derajat Listrik
Pada setiap satu kali putaran mesin, tegangan induksi yang ditimbulkan sudah menyelesaikan p/2 kali putaran. Maka untuk mesin 4 kutub, satu kali putaran mekanik mesin (360o) berarti sama dengan dua kali putaran listrik (720o). Persamaan umumnya adalah sebagai berikut:
qe = (p/2) qm
p = jumlah kutub mesin
qe = sudut listrik
qm = sudut mekanik
2.7. Frekuensi
Dari persamaan di atas, diketahui bahwa untuk setiap satu siklus tegangan listrik yang dihasilkan, mesin telah menyelesaikan p/2 kali putaran. Karena itu frekuensi gelombang tegangan adalah:
f = (p/2) (n/60)
n = rotasi per menit
n/60 = rotasi perdetik
Kecepatan sinkron untuk mesin arus bolak-balik lazim dinyatakan dengan
ns = 120 (f/p)
Jadi misalnya untuk generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 putaran per detik dan mempunyai jumlah kutub p=2, maka kecepatan berputar mesin tersebut adalah:
ns = (120 x 50)/2 = 3000 rpm.
Sumber lainnya tentang elektromagnetik:
http://www.physics.uiowa.edu/~umallik/adventure/induction.htm
3. MOTOR INDUKSI
Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (ac) yang paling luas penggunaannya. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relative antara putaran rotor dengan medan putar (rotating magnetic field) yang dihasilkan oleh arus stator.
Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (ns = 120f/2p). Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor, sehingga terinduksi arus; dan sesuai dengan Hukum Lentz, rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar stator.
Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut slip. Bertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor, yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi , bila beban motor bertambah, putaran rotor cenderung menurun. Dikenal dua tipe motor induksi yaitu motor induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar.


Gambar motor induksi.
Sumber : http://www.automatedbuildings.com/news/jul01/art/abbd/abbd.htm
3.1. Medan Putar
Sumber : http://www.tpub.com/doeelecscience/electricalscience2144.htm
Sebelum kita membahas bagaimana rotating magnetic field (medan putar) menyebabkan sebuah motor berputar, marilah kita tinjau bagaimana medan putar ini dihasilkan. Gambar berikut menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai arus bolak balik tiga fasa pula.
Belitan stator terhubung wye (Y). Dua belitan pada masing-masing fasa dililitkan dalam arah yang sama. Sepanjang waktu, medan magnet yang dihasilkan oleh setiap fasa akan tergantung kepada arus yang mengalir melalui fasa tersebut. Jika arus listrik yang melalui fasa tersebut adalah nol (zero), maka medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. Jika arus mengalir dengan harga maksimum, maka medan magnet berada pada harga maksimum pula. Karena arus yang mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120o, maka medan magnet yang dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120o pula.
Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan, yang akan beraksi terhadap rotor. Untuk motor induksi, sebuah medan magnet diinduksikan kepada rotor sesuai dengan polaritas medan magnet pada stator. Karenanya, begitu medan magnet stator berputar, maka rotor juga berputar agar bersesuaian dengan medan magnet stator.

Gambar belitan stator tiga fasa.
Pada sepanjang waktu, medan magnet dari masing-masing fasa bergabung untuk menghasilkan medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa derajat. Pada akhir satu siklus arus bolak balik, medan magnet tersebut telah bergeser hingga 360o, atau satu putaran. Dan karena rotor juga mempunyai medan magnet berlawanan arah yang diinduksikan kepadanya, rotor juga akan berputar hingga satu putaran. Penjelasan mengenai ini dapat dilihat pada gambar selanjutnya.
Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar di bawah dengan “menghentikan” medan tersebut pada enam posisi. Tiga posisi ditandai dengan interval 60o pada gelombang sinus yang mewakili arus yang mengalir pada tiga fasa A,B, dan C. Jika arus mengalir dalam suatu fasa adalah positif, medan magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai dengan A’, B’, dan C’.

Gambar putaran motor induksi dan medan putar.
Pada posisi T1, arus pada fasa C berada pada harga positif maksimumnya. Pada saat yang sama, arus pada fasa A dan B berada pada separuh harga negative maksimumnya. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk secara vertical dengan arah ke bawah, dengan kekuatan medan maksimum terjadi sepanjang fasa C, antara kutub C (utara) dengan C’ (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang dihasilkan sepanjang fasa A dan B, dengan kutub-kutub A’ dan B’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan B menjadi kutub-kutub selatan.
Pada posisi T2, gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 60 derajat listrik. Pada posisi ini, arus dalam fasa A telah naik hingga harga negative maksimumnya. Arus pada fasa B mempunya arah yang berlawanan dan berada pada separuh harga maksimum positifnya. Begitu pula arus pada fasa C telah turun hingga separuh dari harga maksimum positifnya. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk ke kiri arah bawah, dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa A, antara kutub-kutub A’ (utara) dan A (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang timbul sepanjang fasa B dan C, dengan kutub-kutub B dan C menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub B’ dan C’ menjadi kutub-kutub selatan. Di sini terlihat bahwa medan magnet pada stator motor secara fisik telah berputar sebanyak 60o.
Pada posisi T3, gelombang sinus arus berputar lagi 60 derajat listrik dari posisi sebelumnya hingga total rotasi pada posisi ini sebesar 120 derajat listrik. Pada posisi ini, arus dalam fasa B telah naik hingga mencapai harga positif maksimumnya. Arus pada fasa A telah turun hingga separuh dari harga negative maksimumnya, sementara arus pada fasa C telah berbalik arah dan berada pada separuh harga negative maksimumnya pula. Medan magnet yang dihasilkan mengarah ke atas kiri, dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa B, antara kutub B (utara) dan B’ (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah sepanjang fasa A dan C, dengan kutub-kutub A’ dan C’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan C menjadi kutub-kutub selatan. Sehingga terlihat di sini bahwa medan magnet pada stator telah berputar 60o lagi dengan total putaran sebesar 120o.
Pada posisi T4, gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 180 derajat listrik dari titik T1 sehingga hubungan antara arus-arus fasa adalah indentik dengan posisi T1 kecuali bahwa polaritasnya telah berbalik. Karena fasa C kembali pada harga maksimum, medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C kembali berada pada harga maksimum, medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C akan memiliki kekuatan medan maksimum. Meskipun demikian, dengan arus yang mengalir dalam arah yang berlawanan pada fasa C, medan magnet yang timbul mempunyai arah ke atas antara kutub C’ (utara) dan C (selatan). Terlihat bahwa medan magnet sekarang telah berotasi secara fisik sebanyak 180o dari posisi awalnya.
Pada posisi T5, fasa A berada pada harga positif maksimumnya, yang menghasilkan medan magnet ke arah atas sebelah kanan. Kembali, medan magnet secara fisik telah berputar 60o dari titik sebelumnya sehingga total rotasi sebanyak 240o. Pada titik T6, fasa B berada pada harga maksimum negative yang menghasilkan medan magnet ke arah bawah sebelah kanan. Medan magnet pun telah berotasi sebesar 60o dari titik T5 sehingga total rotas adalah 300o.
Akhirnya, pada titik T7, arus kembali ke polaritas dan nilai yang sama seperti pada Posisi T1. Karenanya, medan magnet yang dihasilkan pada posisi ini akan identik dengan pada posisi T1. Dari pembahasan ini, terlihat bahwa untuk satu putaran penuh gelombang sinus listrik (360o), medan magnet yang timbul pada stator sebuah motor juga berotasi satu putaran penuh (360o). Sehingga, dengan menerapkan tiga-fasa AC kepada tigfa belitan yang terpisah secara simetris sekitar stator, medan putar (rotating magnetic field) juga timbul.
3.2. SLIP
Jika arus bolak balik dikenakan pada belitan stator dari sebuah motor induksi, sebuah medan putar timbul. Medan putar ini memotong batang rotor dan menginduksikan arus kepada rotor. Arah aliran arus ini dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kiri untuk generator.
Arus yang diinduksikan ini akan menghasilkan medan magnet di sekitar penghantar rotor, berlawanan polaritas dari medan stator, yang akan mengejar medan magnet pada stator. Karena medan pada stator terus menerus berputar, rotor tidak pernah dapat menyamakan posisi dengannya alias selalu tertinggal dan karenanya akan terus mengikuti putaran medan pada stator sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini.

Gambar Induction Motor
Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa rotor pada motor induksi tidak pernah dapat berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan medan putar. Jika kecepatan rotor sama dengan keceparan medan putar stator, maka tidak ada gerak relatif antara keduanya, dan tidak akan ada induksi EMF kepada rotor. Tanpa induksi EMF ini, tidak akan ada interaksi medan yang diperlukan untuk menimbulkan gerak. Rotor, karenanya ahrus berputar dengan kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan medan putar stator jika gerak relatif tersebut harus ada antara keduanya.
Persentase perbedaan antara kecepatan rotor dan kecepatan medan putar disebut dengan slip. Semakin kecil slip, semakin dekat pula kecepatan rotor dengan kecepatan medan putar. Persen slip dapat dicari menggunakan Equation (12-1).

dimana
![]()
NS= kecepatan sinkron (rpm) NR= kecepatan rotor (rpm)
Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan menggunakan Equation (12-2).
![]()
dimana
Contoh: Sebuah motor induksi dua kutub, 60 Hz, mempunyai kecepatan pada beban penuh sebesar 3554 rpm. Berapakah persentase slip pada beban penuh?
Solusi:

3.3. Torque
Torque motor induksi AC tergantug kepada kekuatan medan rotor dan stator yang saling berinteraksi dan hubungan fasa antara keduanya. Torque dapat dihitung dengan Equation (12-3).
![]()
dimana

Selama operasi normal, K,
, dan cos
adalah konstan, sehingga torque berbanding lurus dengan arus rotor. Arus rotor meningkat dengan proporsi yang sama dengan slip. Perubahan torque terhadap slip menunjukkan bahwa begitu slip naik dari nol hingga –10%, torque naik secara linier. Begitu torque dan slip naik melebihi torque beban penuh, maka torque akan mencapai harga maksimum sekitar 25% slip. Torque maksimum disebut breakdown torque motor. Jika beban dinaikkan melebihi titik ini, motor akan stall dan segera berhenti. Umumnya, breakdown torque bervariasi dari 200 hingga 300% torque beban penuh. Torque awal (starting torque) adalah nilai torque pada 100% slip dan normalny 150 hingga 200% torque beban penuh. Seiring dengan pertambahan kecepatan dari rotor, torque akan naik hingga breakdown torque dan turun mencapai nilai yang diperlukan untuk menarik beban motor pada kecepatan konstan, biasanya antara 0 – 10%. Gambar berikut menunjukkan karakteristik Torque terhadap slip.

3.4. Motor Satu Fasa
Jika dua belitan stator dengan impedansi yang tidak sama dipisahkan sejauh 90 derajat listrik dan terhubung secara parallel ke sumber satu fasa, medan yang dihasilkan akan tampak berputar. Ini disebut dengan pemisahan fasa (phase splitting).

Pada motor fasa terpisah (split-phase motor), dipergunakanlah lilitan starting untuk penyalaan. Belitan ini mempunyai resistansi yang lebih tinggi dan reaktansi yang lebih rendah dari belitan utama. Jika tegangan yang sama VT dikenakan pada belitan starting dan utama, arus pada belitan utama (IM) tertinggal dibelakang arus pada belitan starting (IS). Sudut antara kedua belitan mempunyai beda fasa yang cukup untuk menimbulkan medan putar untuk menghasilkan torque awal (starting torque). Ketika motor mencapai 70 hingga 80% dari kecepatan sinkron, saklar sentrifugal pada sumbu motor membuka dan melepaskan belitan starting. Motor satu fasa biasanya digunakan untuk aplikasi kecil seperti peralatan rumah tangga (contoh mesin pompa).
3.5. Motor Sinkron
Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar. Tidak seperti motor induksi, motor sinkron dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan dc di luar mesin dan karenanya membutuhkan slip ring dan sikat (brush) untuk memberikan arus kepada rotor. Pada motor sinkron, rotor terkunci dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron. Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan putar, maka tidak ada torque yang dihasilkan, dan motor akan berhenti. Motor sinkron bukanlah self-starting motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron; karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada kecepatan sinkron.
Motor sinkron menggunakan rotor belitan. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan pada slot rotor. Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor.
Penyalaan Motor Sinkron
Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. Ketika motor mencapai kecepatan sinkron, arus AC diberikan kepada belitan stator. Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. Beban sekarang boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai (squirrel-cage) yang dipasang di hadapan kutub rotor. Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron, saat mana arus searah diberikan, dan motor mencapai sinkronisasi. Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut pull-in torque.
Seperti diketahui, rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Selama kondisi tanpa beban (no-load), garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis (gambar dibawah bagian a). Seiring dengan pembebanan, ada pergeseran kutub rotor ke belakang, relative terhadap kutub stator (gambar bagian b). Tidak ada perubahan kecepatan. Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque
.

Gambar sudut torque (torque angle)
Jika beban mekanis pada motor dinaikkan ke titik dimana rotor ditarik keluar dari sinkronisasi
, maka motor akan berhenti. Harga maksimum torque sehingga motor tetap bekerja tanpa kehilangan sinkronisasi disebut pull-out torque.
4. GENERATOR AC (ALTERNATOR)
Hampir semua tenaga listrik yang dipergunakan saat ini bekerja pada sumber tegangan bolak balik (ac), karenanya, generator ac adalah alat yang paling penting untuk menghasilkan tenaga listrik. Generator ac, umumnya disebut alternator, bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai. Sebagai contoh, alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar, membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi. Contoh lainnya adalah alternator di mobil, yang sangat kecil sebagai perbandingannya. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga 200 watt, biasanya pada tegangan 12 volt.
Sumber lain : http://www.rowand.net/Shop/Tech/AlternatorGeneratorTheory.htm
4.1. Dasar-dasar Generator AC
Berapapun ukurannya, semua generator listrik, baik ac maupun dc, bergantung kepada prinsip induksi magnet. EMF diinduksikan dalam sebuah kumparan sebagai hasil dari (1) kumparan yang memotong medan magnet, atau (2) medan magnet yang memotong sebuah kumparan. Sepanjang ada gerak relative antara sebuah konduktor dan medan magnet, tegangan akan diinduksikan dalam konduktor. Bagian generator yang mendapat induksi tegangan adalah armature. Agar gerak relative terjadi antara konduktor dan medan magnet, semua generator haruslah mempunyai dua bagian mekanis yaitu rotor dan stator.
ROTATING-ARMATURE ALTERNATOR
Alternator armature bergerak (rotating-armature alternator) mempunyai konstruksi yang sama dengan generator dc yang mana armature berputar dalam sebuah medan magnet stasioner. Pada generator dc, emf dibangkitkan dalam belitan armature dan dikonversikan dari ac ke dc dengan menggunakan komutator (sebagai penyearah). Pada alternator, tegangan ac yang dibangkitkan tidak diubah menjadi dc dan diteruskan kepada beban dengan menggunakan slip ring. Armature yang bergerak dapat dijumpai pada alternator untuk daya rendah dan umumnya tidak digunakan untuk daya listrik dalam jumlah besar.
ROTATING-FIELD ALTERNATORS
Alternator medan berputar mempunyai belitan armature yang stasioner dan sebuah belitan medan yang berputar. Keuntungan menggunakan system belitan armature stasioner adalah bahwa tegangan yang dihasilkan dapat dihubungkan langsung ke beban.
Jenis armature berputar memerlukan slip ring dan sikat untuk menghantarkan arus dari armature ke beban. Armature, sikat dan slip ring sangat sulit untuk diisolasi, dan percikan bunga api dan hubung singkat dapat terjadi pada tegangan tinggi. Karenanya, alternator tegangan tinggi biasanya menggunakan jenis medan berputar. Karena tegangan yang dikenakan pada medan berputar adalah tegangan searah yang rendah, problem yang dijumpai pada tegangan tinggi tidak terjadi.
Armature stasioner, atau stator, pada alternator jenis ini mempunyai belitan yang dipotong oleh medan putar (rotating magnetic field). Tegangan yang dibangkitkan pada armature sebagai hasil dari aksi potong ini adalah tegangan ac yang akan dikirimkan kepada beban.
Stator terdiri dari inti besi yang dilaminasi dengan belitan armature yang melekat pada inti ini.

Sumber : http://www.adtdl.army.mil/cgi-bin/atdl.dll/fm/55-509-1/Ch13.htm
4.2. Fungsi-Fungsi Komponen Alternator
Secara umum generator ac medan berputar terdiri atas sebuah alternator dan sebuah generator dc kecil yang dibangun dalam satu unit. Keluaran dari alternator merupakan tegangan ac untuk menyuplai beban dan generator dc dikenal sebagai exciter untuk menyuplai arus searah bagi medan putar.

Gambar generator ac dan schematic-nya
Exciter adalah sebuah generator dc eksitasi sendiri dengan belitan shunt. Medan exciter menghasilkan intensitas fluks magnetic antara kutub-kutubnya. Ketika armature exciter berotasi dalam fluks medan exciter, tegangan diinduksikan dalam belitan armature exciter. Keluaran dari komutator exciter dihubungkan melalui sikat dan slip ring ke medan alternator. Karena arusnya adalah arus searah, maka arus selalu mengalir dalam satu arah melalui medan alternator. Sehingga, medan magnet dengan polaritas tetap selalu terjadi sepanjang waktu dalam belitan medan alternator. Ketika alternator diputar, fluks magnetiknya dilalukan sepanjang belitan armature alternator. Tegangan bolak balik pada belitan armature generator ac dihubungkan ke beban melalui terminal.
PRIME MOVER (Penggerak Utama)
Semua generator, besar dan kecil, ac dan dc, membutuhkan sebuah sumber daya mekanik untuk memutar rotornya. Sumber daya mekanis ini disebut prime mover. Prime mover dibagi dalam dua kelompok yaitu untuk high-speed generator dan low-speed generator. Turbin gas dan uap pada PLTG dan PLTU adalah penggerak utama berkecepatan tinggi sementara mesin pembakaran dalam (internal combustion engine), air pada PLTA dan motor listrik dianggap sebagai prime mover berkecepatan rendah.
Jenis prime mover memainkan peranan penting dalam desain alternator karena kecepatan pada mana rotor diputar menentukan karakteristik operasi dan konstruksi alternator.
ROTOR ALTERNATOR
Ada dua jenis rotor yang digunakan untuk alternator medan berputar yaitu turbine-driven dan salient-pole rotor. Jenis turbine-driven digunakan untuk kecepatan tinggi dan salient-pole untuk kecepatan rendah. Belitan pada turbine-driven rotor disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang berbeda. Belitan-belitan tersebut dilekatkan erat-erat di dalam slot agar tahan terhadap gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi.
Salient-pole rotor seringkali terdiri dari beberapa kutub yang dibelit terpisah, dibautkan pada kerangka rotor. Salient-pole rotor mempunyai diameter yang lebih besar dari turbine-driven rotor. Pada putaran per menit yang sama, salient-pole memiliki gaya sentrifugal yang lebih besar. Untuk menjaga keamanan dan keselatan sehingga belitannya tidak terlempar keluar mesin, salient-pole hanya digunakan pada aplikasi keceparan rendah.
4.3. Karakteristik Alternator dan Batasannya
Alternator di-rating berdasarkan tegangan yang dihasilkannya dan arus maksimum yang mampu diberikannya. Arus maksimum tergantung kepada rugi-rugi panas dalam armature. Rugi panas ini (rugi daya I2R) akan memanaskan konduktor, dan jika berlebihan akan merusak isolasi. Karenanya, alternator di-rating sesuai dengan arus ini dan tegangan keluarannya – dalam volt-ampere atau untuk skala besar dalam kilovolt-ampere.
Informasi mengenai kecepatan rotasinya, tegangan yang dihasilkan, batas arusnya dan karakteristik lainnya biasanya ditempelkan pada badan mesin – nameplate.
4.4. Frekuensi
Frekuensi keluaran dari tegangan alternator tergantung kepada kecepatan rotasi dari rotor dan jumlah kutubnya. Semakin cepat, semakin tinggi pula frekuensinya. Semakin lambat, semakin rendah pula frekuensinya. Semakin banyak kutub pada rotor, semakin tinggi pula frekuensinya pada kecepatan tertentu.
Ketika rotor telah berotasi beberapa derajat sehingga dua kutub berdekatan (utara dan selatan) telah melewati satu belitan, tegangan yang diinduksikan dalam belitan tersebut akan bervariasi hingga selesai satu siklus. Untuk suatu frekuensi yang ditentukan, semakin banyak jumlah kutub, semakin lambat kecepatan putaran. Prinsip ini dapat dijelaskan sebagai berikut, misalkan; sebuah generator dua kutub harus berotasi dengan kecepatan empat kali lipat dari kecepatan generator delapan kutub untuk menghasilkan frekuensi yang sama dari tegangan yang dibangkitkan. Frekuensi pada semua generator ac dalam satuan hertz (Hz), yaitu banyaknya siklus per detik, berkaitan dengan jumlah kutub dan kecepatan rotasi sesuai dengan persamaan berikut:
![]()
dimana P adalah jumlah kutub, N adalah kecepatan rotasi dalam revolusi per menit (rpm) dan 120 adalah sebuah konstanta untuk konversi dari menit ke detik dan dari jumlah kutub ke jumlah pasangan kutub. Sebagai contoh, sebuah alternator dua kutub, 3600 rpm mempunyai frekuensi 60 Hz, ditentukan sebagai berikut:
![]()
Sebuah generator empat kutub dengan kecepatan 1800 rpm juga bekerja pada frekuensi 60 Hz.
Sebuah generator enam kutub 500 rpm mempunyai frekuensi
![]()
Sebuah generator 12 kutub dengan kecepatan 4000 rpm mempunyai frekuensi
![]()
4.5. Pengaturan Tegangan
Sebagaimana yang telah kita lihat, ketika beban pada generator berubah, tegangan terminal pun ikut berubah. Besarnya perubahan tergantung pada desain generator.
Pengaturan tegangan pada sebuah alternator adalah perubahan tegangan dari beban penuh ke tanpa beban, dinyatakan sebagai persentase tegangan beban penuh, ketika kecepatan dan arus medan dc tetap konstan.

Anggap bahwa tegangan tanpa beban generator adalah 250 volt dan tegangan beban penuh adalah 220 volt. Persen regulasi adalah:

Untuk diingat, bahwa semakin kecil persentase regulasi, semakin baik pula regulasinya untuk kebanyakan aplikasi.
4.6. Prinsip Pengaturan Tegangan AC
Di dalam sebuah alternator, tegangan bolak balik diinduksikan dalam belitan armature ketika medan magnet melewati belitan ini. Besarnya tegangan yang diinduksikan ini tergantung kepada tiga hal yaitu: (1) jumlah konduktor dengan hubungan seri pada setiap belitan, (2) kecepatan (rpm generator) pada mana medan magnet memotong belitan, dan (3) kekuatan medan magnet. Salah satu dari factor ini dapat digunakan untuk pengaturan tegangan yang diinduksikan dalam belitan alternator.
Jumlah belitan, tentu saja tidak berubah tetap ketika alternator diproduksi. Juga, jika frekuensi keluaran harus konstan, maka kecepatan medan putar haruslah konstan pula. Ini mengakibatkan penggunaan rpm alternator untuk pengaturan tegangan keluaran menjadi tidak diperbolehkan.
Sehingga, metode praktis untuk melakukan pengaturan tegangan adalah dengan mengatur kekuatan medan putar. Kekuatan medan elektromagnetik ini dapat berubah seiring dengan perubahan besarnya arus yang mengalir melalui kumparan medan. Ini dapat dicapai dengan mengubah-ubah besarnya tegangan yang dikenakan pada kumparan medan.
4.7. Operasi Paralel Alternator
Alternator dapat dihubungkan secara parallel untuk (1) meningkatkan kapasitas keluaran dari suatu system melebihi apa yang didapat dari satu unit, (2) berfungsi sebagai daya cadangan tambahan untuk permintaan yang suatu ketika bertambah, atau (3) untuk pemadaman satu mesin dan penyalaan mesin standby tanpa adanya pemutusan aliran daya.
Ketika alternator-alternator yang sedang beroperasi pada frekuensi dan tegangan terminal yang berbeda, kerusakan parah dapat terjadi jika alternator-alternator tersebut secara mendadak dihubungkan satu sama lain pada satu bus yang sama (satu titik hubung). Untuk menghindari ini, mesin-mesin tersebut harus disinkronkan dahulu sebelum disambungkan bersama-sama. Ini dapat dicapai dengan menghubungkan satu generator ke bus (bus generator), dan mensinkronkan generator lainnya sebelum keduanya disambungkan. Generator dikatakan sinkron jika memenuhi kondisi berikut:
1. Tegangan terminal yang sama. Diperoleh dengan menyetel kekuatan medan bagi generator yang hendak masuk ke dalam rangkaian (disambungkan).
2. Frekuensi yang sama. Diperoleh dengan menyetel kecepatan prime mover dari generator yang hendak disambungkan.
3. Urutan fasa tegangan yang sama.
Referensi:
Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya – ZUHAL
http://www.tpub.com/neets/book5/17.htm
http://www.tpub.com/doeelecscience/electricalscience2143.htm
http://www.sciencejoywagon.com/physicszone/lesson/otherpub/wfendt/generatorengl.htm
hudzaifah
dengan teman kelompok tekniok listrik
error


Error kah?
Kutarik pena dari sak tasku dan kumulai menarikanya dengan kelembutan dan sedikit tekanan. Sesekali aku lihat isi pena, apakah hampir habis bahkan mungkin sudah habis dan Alhamdulillah masih dapat aku gunakan untuk menuangkan segala yang ada dalam otak ku saat ini. Akhirnya aku berganti pena dan saat inilah ku akan memulai kisah singkatku. Memang bukan kisah yang layak dan enak di baca, hanya saja ini adalah penyesalan diriku. Entah ingin menjadi apa driku yang sebenarnya? Gairah dan semangat atau yang sering diartikan dengan azamku tiba-tiba hilang pagi ni. Hanya rasa menyesal yang mewarnai kazanah pikiranku, adapun juga eksis adalah sebuah terobosan, akan tetapi terobosan tersebut hanya saja argumenku, hipotesisku yang belum aku uji keampuhanya, ibarat baja belum diuji kekuatan tarik dan ketahananya terhadap moment gaya. Rasa malaslah yang aku derita saat ini.bangun pagi-pagi tadipun tidak membuat badanku sehat serta sehat, melainkan ling-lunglah yang aku rasakan.
“Mau ngapain aku?”
Tanyaku pada diriku waktu setelah bangun pagi. Akupun sulit bertindak dengan cepat. Pertarungan pikiran selalu menyertai hingga aku berhasil memutuskan untuk beranjak mandi. Mataku terasa pedas dan tulang belakangku terasa amat nyeri dan pegal. Rasanya ingin aku remas tulang belakangku sendiri sehingga rasa nyeri yang kuderita kuharapkan keluar seperti air cucian yang keluar ketika cucian diperas airnya. Kuputar kekiri dan kekanan tulang belakangku dengan gerakan ala memeras cucian. Hal itupun membuat kondisi badanku tidak begitu tambah membaik, malahan tambah terasa pegal.mungkin efek dari sebelum aku tidur. Aku tidur sekitar jam dua malam, memikirkan ukuran gambar yang belum aku temukan titik paling ujung dari penyelesaianya, dan otakku tidak separti biasa dan terasa aku merasakan inilah aku sedang idiot tidak dapat berfikir lebih mendalam. Pada malam itu aku tidak dapat menemukan inovasi-injovasi yang biasanya muncul dengan enteng dan tak terduga dengan entengnya mengambang kepermukaan. Mungkin karana frustasi dan tidak ingin berfikir terlalu berat dan memaksakan otakku. Aku menyalakan computer keseketariatan LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Kentinganyang terhubung langsung dengan internet.
“buka frendster ah……….”
“biar fresss……..”
Semakin aku membuka banyak situs internet, semakin banyak pula rasa kantuk yang merasukiku. Mataku seperti ketika memasuki sebuah gua yang panjang dan belum jelas membawaku entah kemana, dan tak terduka layaknya situs yang terus aku lanjutkan tahap-tahap penelusuran. Semakin masuk ke dalam semakin pula mataku sulit menangkap berkas cahaya yang datang. Dan secara perlahan mataku terpejam dan tertidur dengan pulas.tidur dengan posisi yang kurang wajar membuatu kurang merasa mendapat khasiat kenikmatan tidur. Akhirnya aku di beri kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk bertanggung jawab di hari ini. Lima dua puluh menit, angka yang aku lihat pertama dalam HP ku yang terletak di atas CPU computer yang masih menyala ketika aku mengangkat badan ku lalu mengeliat.
“asatagfirullah…….. aku lupa….. sholad magrib serta sholad isa”
Badanku merinding dan saat menorehkan tinta ke kertas menulis tulisan ini badanku juga merinding kedinginan. Sekarang aku berada di masjid Al-Fad, masjid Fkip UNS kampus Pabelan. Dan saat itu dan mungkin tulisan ini finally rasa bersalah dan yang tak lain adalah rasa bersalahku masih sangat kuat kurasakan. Dan mengapa pada waktu itu aku begitu mudah dimainkan pkiranku oleh syaiton nirojim dengan kesibukan bermain fiendster yang error saat aku terbangun. Dan tanpa kusadari waktu berjalan sangat cepat. Dan sialnya keberhasilan setan membuatku semakin merasa berdosa. Akalku sudah tak kuat menahan segala dosa ini. Solusipun tak berkunjung ataupun mampir di otakku. Akhirnya aku mandi dan entah mengapa dinginya air di bak mandi kamar mandi graham UKM Lantai dua membuat keseluruhan badanku baik dari ujung rambut kepala paling ujung hingga kuku-kuku jari kaki terasa tambah kaku. Hatikupun semakin merasa membeku dan otakku bekerja keras hingga panas tak terkontrol. Entah mengapa panas dingin ini kurasakan. Jika dipirkan sulit untuk diuraikan karena suhu otakku sudah diluar batas keamanan. Dan maha agung sang pencipta yaitu Allah SWT yang memberikan angka keamanan yang aman dalam menciptakan mahkluknya. Sayang saat itu aku lupa akan sabda-Nya.
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya. ……” (Q.S. Al-Baqoroh;286).
Selesai mandi aku berias dan kumantapkan pergi ke kampus Pabelan jam delapan pagi. Hanif datang ke sekertariatan LPM Kentingan ketika aku akan berangkat. Muncul dalam benakku sebuah pertanyaan mengapa dia tidak masuk kuliah? Tanpa aku bertanya terlebih dahulu di bercerita alasanya tidak masuk kuliah. Karena putus asa di marahin oleh ayahnya ia tidak masuk kuliah, mungkin alasaya tidak sesimpel itu. Dan aku tidak ingin menaikkan suhu otakku dengan mengetahui masalah Hanif, langsung aku minta tolong dia mengantarku ke boulevard depan UNS kampus pusat di Kentingan.
Bus Atmo meluncur dengan perlahan, dan aku terkandung di dalamnya. Didalam bus waktu itu aku hampir mabuk, otakku sangat panas dan rasa pusing datang…. Akhirnya kubeli permen jahe dari penjual permen di atas bus.
“biar otakku panas, aku akan tetap makan permen jahe ini… dan untuk mencairkan kebekuan hatiku” pikirku waktu itu.
Akhirnya aku tiba di depan kampus dan kulangkahkan kakiku ke masjid Al-Fad. Aku tidak ingin masuk kelas gambar. Aku hanya ingin mendinginkan otakku dengan tidur di dalam masjid tersebut, juga sambil menanti undangan acara AAI (Asistensi Agama Islam) yang nanti di Al-Fad pula.
Merenungi akhlaqku dan berfiir mengapa demikian dan bagaimana solusinya? Hal tersebut membuatku tidak dapat tidur hingga tamanku ady datang dan AAI dimulai dengan kedatangan kak Burhan selaku pengasisten.
Sempat aku bercerita lewat pena akan tetapi tulisan ini putus ketika AAI dimulai, dan kulanjutkan kembali hari esoknya. Dan hatiku mulai mencair ketika ku simak pelajaran kak burhan dalam AAI tersebut. Dipelajari surat dalam Al-Qur’an sebagai berikut;
Yang artinya:
“ Katakanlah, “wahai hamba-hambaku yang melampoi batas terhadap diri mereka sendiri! Jangan kamu putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnyab Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia-lah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”.”
“ Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.”
“ Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dari Tuhan-mu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadarinya,”
“ Agar tidak ada orang mengatakan, “ Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang memperolok-olok (agama Allah)”,”
Q.S. Az-Zumar;53-56
Entah mengapa malam harinya dalam pengajian gelombang yang aku ikuti dari pukul delapan malam hingga sembilan malam isianya sama, yaitu dibahas surah Az-Zumar. Akan tetapi pembahasanya lebih mendalam dari pada kak burhan waktu AAI tadi siang. Mungkin aku dianggap oleh Yang Maha Kuasa belum dan kurang paham dengan sabda-Nya, dan memantapkan aku pada pengajian malam harinya. Dan puji syukur atas ke Agungan-Nya. Aku cukup memahaminya, semoga akan tetap teringat dalam benakku.
Jika pembaca menyimak dengan benar tulisanku dari awal hingga akhir. Mungkin dapat menggambarkan aku pada saat itu, lihat saja tulisan yang paling awal. Ambruradul dan sering tidak mengena. Dan aku tidak mengedidnya karena itu tulisanku ketika aku menulis dalam kertas di Al-Fhad dengan kondisi otak yang masih dengan suhu tinggi. Dan selanjutnya adalah tulisan hari-hari berikutnya ketika kenormalan suhu otakku pulih. Akhir kata terimakasih ataas antosias dengan curahan pkran dan hatiku kali ini.
Hudzaifah





Bodoh, Pintar, Cerdas
Dalam golongan manakah kita sekarang berada? Mungkin tidak pada ketiganya. Temanku pernah berkata, walaupun dia seorang sopir, dia dapat mengetahui kedalam apa klasifikasi seseorang. Penasaran kan?
Mudah saja dan simpel, menyetir bukanlah hal yang mudah dan semua orang dapat melakukanya dengan benar. Spongbob saja hingga saat ini beum lolos mendapatkan surat ijin mengemudinya. Anda? Ketika mengemudikan sebuah mobil apa yang amda pikir terlebih dahulu? Mungkin jawaban anda sangatlah variatif. Yang penting mobil berjalan itu saja yang pertama sebenarnya. Dan bagaimana hubunganya dengan klasifikasi di atas?
Jika anda mendapati sopir yang suka mengebut, akan tetapi ugal-ugalan sehingga para penumpangnya mabuk semua inilah sopir yang bodoh. Walaupun orang tersebut profesor sekalipun. Bayangkan apa efek dari keugal-ugalanya!
- ditilang polisi.
- kecelakaan
- kematian
- mesin rusak
- penumpang mabuk
- dan lain-lain dan mungkin anda lebih cerdas mendiskripkanya.
Yang kedua jika anda mendapati sopir yang melajukan mobil dengan penuh irama, kencang ketika diperbolehkan kencang, pelan ketika diperingatkan pelan, penumpang nyaman bahkan dapat tidur pulas bangun dengan badan yang segar walaupun tidur di dalam mobil yang sumpek. Akuilah bahwa dia sopir yang pintar. Dan ketika ia di hadapkan kepada sebuah jalan yang penuh tantangan, missal jalan tidak rata dan berlubang dia akan mengambil jalan alternative lain.
Dan yang ketiga jika anda mendapati sopir yang melajukan mobil penuh irama nyaman, dan ketika di hadapkan kepada sebuah masalah pada contoh sopir nomor dua, dia akan menghambilnya jika jalan tersebut adalah jalan tercepat walaupun kurang begitu nyaman dari jalan alternative lain. Akan tetapi dia dapat membuat nyaman perjalanan anda sehingga anda dapat tiba dengan selamat, nyaman dan cepat.
Tidak kesemua sopir pas tergolong seperti diatas, missal ada criteria seperti berikut:
- pintar tapi bodoh
- cerdas tapi tidak pintar
- cerdas dan pintar.
Akhir kata saya ucapkan terimakasih telah membaca hingga tuntas dalam episode tulisan ini. Pesan saya : kenali sopir anda sebelum berkendara dengan nya, bias sopir mobil atau abang ojek. Dan pastikan ia tidak grogi dengan anda dan segala hal yang membuatnya grogi, karena grogi akan membuat si sopir bertindak bodoh.
Hasil perbincangan di ruang cendana
Nomor enam, tengah malam di
Rumah Sakit dr. Moewadi.
Hudzaifah-Wahid M.

