Senin, 12 Mei 2008






Bodoh, Pintar, Cerdas

Dalam golongan manakah kita sekarang berada? Mungkin tidak pada ketiganya. Temanku pernah berkata, walaupun dia seorang sopir, dia dapat mengetahui kedalam apa klasifikasi seseorang. Penasaran kan?

Mudah saja dan simpel, menyetir bukanlah hal yang mudah dan semua orang dapat melakukanya dengan benar. Spongbob saja hingga saat ini beum lolos mendapatkan surat ijin mengemudinya. Anda? Ketika mengemudikan sebuah mobil apa yang amda pikir terlebih dahulu? Mungkin jawaban anda sangatlah variatif. Yang penting mobil berjalan itu saja yang pertama sebenarnya. Dan bagaimana hubunganya dengan klasifikasi di atas?

Jika anda mendapati sopir yang suka mengebut, akan tetapi ugal-ugalan sehingga para penumpangnya mabuk semua inilah sopir yang bodoh. Walaupun orang tersebut profesor sekalipun. Bayangkan apa efek dari keugal-ugalanya!

  1. ditilang polisi.
  2. kecelakaan
  3. kematian
  4. mesin rusak
  5. penumpang mabuk
  6. dan lain-lain dan mungkin anda lebih cerdas mendiskripkanya.

Yang kedua jika anda mendapati sopir yang melajukan mobil dengan penuh irama, kencang ketika diperbolehkan kencang, pelan ketika diperingatkan pelan, penumpang nyaman bahkan dapat tidur pulas bangun dengan badan yang segar walaupun tidur di dalam mobil yang sumpek. Akuilah bahwa dia sopir yang pintar. Dan ketika ia di hadapkan kepada sebuah jalan yang penuh tantangan, missal jalan tidak rata dan berlubang dia akan mengambil jalan alternative lain.

Dan yang ketiga jika anda mendapati sopir yang melajukan mobil penuh irama nyaman, dan ketika di hadapkan kepada sebuah masalah pada contoh sopir nomor dua, dia akan menghambilnya jika jalan tersebut adalah jalan tercepat walaupun kurang begitu nyaman dari jalan alternative lain. Akan tetapi dia dapat membuat nyaman perjalanan anda sehingga anda dapat tiba dengan selamat, nyaman dan cepat.

Tidak kesemua sopir pas tergolong seperti diatas, missal ada criteria seperti berikut:

  1. pintar tapi bodoh
  2. cerdas tapi tidak pintar
  3. cerdas dan pintar.

Akhir kata saya ucapkan terimakasih telah membaca hingga tuntas dalam episode tulisan ini. Pesan saya : kenali sopir anda sebelum berkendara dengan nya, bias sopir mobil atau abang ojek. Dan pastikan ia tidak grogi dengan anda dan segala hal yang membuatnya grogi, karena grogi akan membuat si sopir bertindak bodoh.

Hasil perbincangan di ruang cendana

Nomor enam, tengah malam di

Rumah Sakit dr. Moewadi.

Hudzaifah-Wahid M.

0 komentar: