Senin, 12 Mei 2008

error



Error kah?

Kutarik pena dari sak tasku dan kumulai menarikanya dengan kelembutan dan sedikit tekanan. Sesekali aku lihat isi pena, apakah hampir habis bahkan mungkin sudah habis dan Alhamdulillah masih dapat aku gunakan untuk menuangkan segala yang ada dalam otak ku saat ini. Akhirnya aku berganti pena dan saat inilah ku akan memulai kisah singkatku. Memang bukan kisah yang layak dan enak di baca, hanya saja ini adalah penyesalan diriku. Entah ingin menjadi apa driku yang sebenarnya? Gairah dan semangat atau yang sering diartikan dengan azamku tiba-tiba hilang pagi ni. Hanya rasa menyesal yang mewarnai kazanah pikiranku, adapun juga eksis adalah sebuah terobosan, akan tetapi terobosan tersebut hanya saja argumenku, hipotesisku yang belum aku uji keampuhanya, ibarat baja belum diuji kekuatan tarik dan ketahananya terhadap moment gaya. Rasa malaslah yang aku derita saat ini.bangun pagi-pagi tadipun tidak membuat badanku sehat serta sehat, melainkan ling-lunglah yang aku rasakan.

“Mau ngapain aku?”

Tanyaku pada diriku waktu setelah bangun pagi. Akupun sulit bertindak dengan cepat. Pertarungan pikiran selalu menyertai hingga aku berhasil memutuskan untuk beranjak mandi. Mataku terasa pedas dan tulang belakangku terasa amat nyeri dan pegal. Rasanya ingin aku remas tulang belakangku sendiri sehingga rasa nyeri yang kuderita kuharapkan keluar seperti air cucian yang keluar ketika cucian diperas airnya. Kuputar kekiri dan kekanan tulang belakangku dengan gerakan ala memeras cucian. Hal itupun membuat kondisi badanku tidak begitu tambah membaik, malahan tambah terasa pegal.mungkin efek dari sebelum aku tidur. Aku tidur sekitar jam dua malam, memikirkan ukuran gambar yang belum aku temukan titik paling ujung dari penyelesaianya, dan otakku tidak separti biasa dan terasa aku merasakan inilah aku sedang idiot tidak dapat berfikir lebih mendalam. Pada malam itu aku tidak dapat menemukan inovasi-injovasi yang biasanya muncul dengan enteng dan tak terduga dengan entengnya mengambang kepermukaan. Mungkin karana frustasi dan tidak ingin berfikir terlalu berat dan memaksakan otakku. Aku menyalakan computer keseketariatan LPM (Lembaga Pers Mahasiswa) Kentinganyang terhubung langsung dengan internet.

“buka frendster ah……….”

“biar fresss……..”

Semakin aku membuka banyak situs internet, semakin banyak pula rasa kantuk yang merasukiku. Mataku seperti ketika memasuki sebuah gua yang panjang dan belum jelas membawaku entah kemana, dan tak terduka layaknya situs yang terus aku lanjutkan tahap-tahap penelusuran. Semakin masuk ke dalam semakin pula mataku sulit menangkap berkas cahaya yang datang. Dan secara perlahan mataku terpejam dan tertidur dengan pulas.tidur dengan posisi yang kurang wajar membuatu kurang merasa mendapat khasiat kenikmatan tidur. Akhirnya aku di beri kesempatan oleh Tuhan Yang Maha Esa untuk bertanggung jawab di hari ini. Lima dua puluh menit, angka yang aku lihat pertama dalam HP ku yang terletak di atas CPU computer yang masih menyala ketika aku mengangkat badan ku lalu mengeliat.

“asatagfirullah…….. aku lupa….. sholad magrib serta sholad isa”

Badanku merinding dan saat menorehkan tinta ke kertas menulis tulisan ini badanku juga merinding kedinginan. Sekarang aku berada di masjid Al-Fad, masjid Fkip UNS kampus Pabelan. Dan saat itu dan mungkin tulisan ini finally rasa bersalah dan yang tak lain adalah rasa bersalahku masih sangat kuat kurasakan. Dan mengapa pada waktu itu aku begitu mudah dimainkan pkiranku oleh syaiton nirojim dengan kesibukan bermain fiendster yang error saat aku terbangun. Dan tanpa kusadari waktu berjalan sangat cepat. Dan sialnya keberhasilan setan membuatku semakin merasa berdosa. Akalku sudah tak kuat menahan segala dosa ini. Solusipun tak berkunjung ataupun mampir di otakku. Akhirnya aku mandi dan entah mengapa dinginya air di bak mandi kamar mandi graham UKM Lantai dua membuat keseluruhan badanku baik dari ujung rambut kepala paling ujung hingga kuku-kuku jari kaki terasa tambah kaku. Hatikupun semakin merasa membeku dan otakku bekerja keras hingga panas tak terkontrol. Entah mengapa panas dingin ini kurasakan. Jika dipirkan sulit untuk diuraikan karena suhu otakku sudah diluar batas keamanan. Dan maha agung sang pencipta yaitu Allah SWT yang memberikan angka keamanan yang aman dalam menciptakan mahkluknya. Sayang saat itu aku lupa akan sabda-Nya.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupanya. ……” (Q.S. Al-Baqoroh;286).

Selesai mandi aku berias dan kumantapkan pergi ke kampus Pabelan jam delapan pagi. Hanif datang ke sekertariatan LPM Kentingan ketika aku akan berangkat. Muncul dalam benakku sebuah pertanyaan mengapa dia tidak masuk kuliah? Tanpa aku bertanya terlebih dahulu di bercerita alasanya tidak masuk kuliah. Karena putus asa di marahin oleh ayahnya ia tidak masuk kuliah, mungkin alasaya tidak sesimpel itu. Dan aku tidak ingin menaikkan suhu otakku dengan mengetahui masalah Hanif, langsung aku minta tolong dia mengantarku ke boulevard depan UNS kampus pusat di Kentingan.

Bus Atmo meluncur dengan perlahan, dan aku terkandung di dalamnya. Didalam bus waktu itu aku hampir mabuk, otakku sangat panas dan rasa pusing datang…. Akhirnya kubeli permen jahe dari penjual permen di atas bus.

“biar otakku panas, aku akan tetap makan permen jahe ini… dan untuk mencairkan kebekuan hatiku” pikirku waktu itu.

Akhirnya aku tiba di depan kampus dan kulangkahkan kakiku ke masjid Al-Fad. Aku tidak ingin masuk kelas gambar. Aku hanya ingin mendinginkan otakku dengan tidur di dalam masjid tersebut, juga sambil menanti undangan acara AAI (Asistensi Agama Islam) yang nanti di Al-Fad pula.

Merenungi akhlaqku dan berfiir mengapa demikian dan bagaimana solusinya? Hal tersebut membuatku tidak dapat tidur hingga tamanku ady datang dan AAI dimulai dengan kedatangan kak Burhan selaku pengasisten.

Sempat aku bercerita lewat pena akan tetapi tulisan ini putus ketika AAI dimulai, dan kulanjutkan kembali hari esoknya. Dan hatiku mulai mencair ketika ku simak pelajaran kak burhan dalam AAI tersebut. Dipelajari surat dalam Al-Qur’an sebagai berikut;

Yang artinya:

“ Katakanlah, “wahai hamba-hambaku yang melampoi batas terhadap diri mereka sendiri! Jangan kamu putus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnyab Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dia-lah yang Maha Pengampun, Maha Penyayang”.”

“ Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.”

“ Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al-Qur’an) dari Tuhan-mu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadarinya,”

“ Agar tidak ada orang mengatakan, “ Alangkah besar penyesalanku atas kelalaianku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang memperolok-olok (agama Allah)”,”

Q.S. Az-Zumar;53-56

Entah mengapa malam harinya dalam pengajian gelombang yang aku ikuti dari pukul delapan malam hingga sembilan malam isianya sama, yaitu dibahas surah Az-Zumar. Akan tetapi pembahasanya lebih mendalam dari pada kak burhan waktu AAI tadi siang. Mungkin aku dianggap oleh Yang Maha Kuasa belum dan kurang paham dengan sabda-Nya, dan memantapkan aku pada pengajian malam harinya. Dan puji syukur atas ke Agungan-Nya. Aku cukup memahaminya, semoga akan tetap teringat dalam benakku.

Jika pembaca menyimak dengan benar tulisanku dari awal hingga akhir. Mungkin dapat menggambarkan aku pada saat itu, lihat saja tulisan yang paling awal. Ambruradul dan sering tidak mengena. Dan aku tidak mengedidnya karena itu tulisanku ketika aku menulis dalam kertas di Al-Fhad dengan kondisi otak yang masih dengan suhu tinggi. Dan selanjutnya adalah tulisan hari-hari berikutnya ketika kenormalan suhu otakku pulih. Akhir kata terimakasih ataas antosias dengan curahan pkran dan hatiku kali ini.

Hudzaifah

0 komentar: