<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741</id><updated>2012-01-31T22:16:37.162-08:00</updated><title type='text'>AUTISME MAYA</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>24</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-2079310867336227452</id><published>2012-01-31T21:01:00.001-08:00</published><updated>2012-01-31T21:01:54.684-08:00</updated><title type='text'>Sinar dalam Toples</title><content type='html'>Sepertinya aku mengalami hal yang sama, hal yang biasa aku lakukan setiap kali ku regangkan otot-otot kelopak mataku. Berusaha menahan tabrakan ribuan cahaya yang ingin mencapai retinaku. ketika itu memori otak ku bergerak, merekam segala cahaya yang tertabrak dengan cepat dan empuk di dinding-dinding retina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara perlahan cahaya ini di pilah-pilah oleh otakku. Aku dapat membedakan kesemua warna, tapi hanya sebagian warna yang aku ketahui. Ku tolehkan kepalaku ke samping kiri, hanya dinding warna cream yang ada. Di depanku hanyalah atap beton yang dihiasi dua lampu neon yang bergelantungan seperti buah dalam pohonya, memancarkan cahaya putih tegas keseluruh penjuru sudut ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku baru sadar, tubuhku sedang terlentang di pinggiran ruang ini, ruang kesekertariatan pers kampus UNS. Ruang yang keseharianya selalu dihiasi oleh mahasiswa-mahasiswa sok kritis, sok idealis, sok pragmatis, sok alim, dan terlebih sok pintar. Hanya bualan dan gombalan manis dari mulut-mulut mereka, termasuk aku. Biar kita sok-sok an ala apa yang kita minta, karena dengan sok-sok an seperti ini adalah harapan-harapan kami, impian-impian kami tentang masa depan yang kami idamkan, do’a kami untuk mengabulkan apa yang kami inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku tegakkan tulang punggungku tegak lurus dengan kedua kakiku yang membujur lurus ke dapan. Di sampingku hanya notebook yang menemani tidurku dengan setia. Dengan layar yang seakan tak lelah terus menyinari apa yang di depanya sambil mengumandangkan playlist kesukaanku, lagu akustik-akustik dari beberapa penyanyi asing. Mengantar tidurku di hari kemaren.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar langit masih menyimpan misterinya, misteri yang tak seorangpun dapat mengira akan gelap pekat di dalamnya, hanya kerlap-kerlip bintang yang memberikan inspirasi ketika aku memandang luasnya sang langit. Jikalau aku temukan bulan kali ini, teringatlah aku pada seorang wanita muda yang membuatku seakan sedang mengalami skizofernia. Seolah aku sekarang berbincang di hadapanya. Dengan anggun memandangku, memperhatikanku, dia memang Wanita dengan pancaran wajah yang bersih, ayu dan lembut. Tapi tidak aku jumpai bulan hingga gelapnya malam tergerus perlahan oleh tegasnya sinar mentari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warna kuning telur bebek dan kemudian terus menguning, hingga menyingkirkan cahaya-cahaya kerlip bintang. Andai langit terus seperti ini, dimana cahaya mentari tidak memenuhi gelapnya langit, ketika bintang masih bisa turut menghiasi langit, dan ada bulan bersolek indah di ujung barat, sedangkan rona kuning telur bebek tetap di ujung timur. Ingin kumiliki suasana ini sebagai koleksiku, kuwadahi dalam toples kecilku. Toples yang kemanapun aku bawa. Mengganti isinya dengan kesemua yang aku lihat sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berulang kali ku buka toplesku, namun tidak terengut cahaya-cahaya yang aku inginkan. Cahaya bintang, kuning telor bebek  dalam gelapnya warna langit. Mungkin toplesku tidak muat untuk menampung kesemuanya. Aku harus mencari toples yang lebih luas, melebihi luasnya bintang, luasnya bulan, luasnya langit dan luasnya bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemanakah aku dapat membeli toples semacam itu, di toko manakah terjual? Apakah di toko orang-orang cina pasar gedhe? Atau toko barang-barang antik ngarsopuro? kalaupun ada, uangkupun tak cukup untuk membelinya. Dalam dompetku hanyalah ada selembaran uang berhias di tengah foto Oto Iskandar Dinata. Seorang pahlawan yang lantang berani mengkritik pemerintahan belanda dengan pedas, hingga si jalak harupat menjadi julukanya ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin aku harus mengurungkan niat untuk membeli toples semacam itu. Tapi, bukanya aku punya sebuah penampung akan segalanya, melebihi kecanggihan kantong ajaib doraemon, melebihi luasnya bintang, luasnya matahari, luasnya bulan, luasnya langit. Batasan dari wadah yang aku miliki tidaklah Nampak, bagiku batasan dari wadah itu adalah ketidak berbatasan, dan hanyalah diri kita yang tahu batasan itu, bersama sang pencipta. Yang terbenam lebih luas dari pada yang terlihat, begitu Sigmund freud menganalogikannya dengan fenomena gunung es. Dialah pikiran ku, pikiran seorang kecil dengan angan-angan masa depan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;graha ukm uns, Autis&lt;br /&gt;Jum’at, 27 Mei 2011&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-2079310867336227452?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/2079310867336227452/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=2079310867336227452' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/2079310867336227452'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/2079310867336227452'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2012/01/sinar-dalam-toples.html' title='Sinar dalam Toples'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-272676322538401427</id><published>2012-01-31T20:49:00.000-08:00</published><updated>2012-01-31T20:49:57.960-08:00</updated><title type='text'>Refrigerant</title><content type='html'>&lt;b&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrigeran merupakan bahan pendingin atau fluida yang digunakan untuk menyerap panas melalui perubahan fase dari cair ke gas (evaporasi) dan membuang panas melalui perubahan fase dari gas ke cair (kondensasi), sehingga refrigeran dapat dikatakan sebagai pemindah panas dalam sistem pendingin. Adapun pengertian lainnya adalah Refrigerasi atau pendinginan merupakan proses pengambilan atau pengeluaran kalor dari suatu materi atau ruangan dan mempertahankan keadaannya sedemikian rupa sehingga temperaturnya lebih rendah dari pada lingkungan sekitarnya. Pada prinsipnya refrigerasi adalah terapan dari mata kuliah Perpindahan Panas dan Thermodinamika, dimana kalor akan mengalir atau berpindah dari suatu keadaan yang mempunyai temperatur tinggi ke suatu keadaan yang bertemperatur rendah. &lt;br /&gt;Sedangkan pengkondisian udara atau penyegaran udara adalah merupakan satu dari teknik-teknik refrigerasi. Penyegaran udara itu sendiri adalah suatu proses pendinginan udara sehingga dapat dicapai temperatur dan kelembaban yang sesuai dengan yang dipersyaratkan terhadap kondisi udara dari suatu ruangan tertentu serta mengatur aliran udara dan kebersihan udaranya.&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan dari penyegaran udara tersebut, dibutuhkan suatu fluida kerja yang disebut refrigerant. Dimana refrigeran akan dialirkan melalui sistem. Dalam sistem tersebut, refrigeran mengalami beberapa proses atau perubahan fase (cair dan uap), yaitu refrigeran yang mula-mula pada keadaan awal (cair), setelah melalui beberapa proses akan kembali ke keadaan awalnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PEMBATASAN MASALAH&lt;br /&gt;Pada tulisan ini akan membahas tentang berbagai macam-macam refrigeran yang digunakan dalam proses pendinginan termasuk juga sifat dan karakeristik dari masing-masing refrigeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DASAR TEORI&lt;br /&gt;Refrigeran ada dua macam yaitu refrigeran primer dan sekunder. Adapun pengertian refrigeran primer adalah refrigeran yang digunakan dalam sistem kompresi uap. Dan refrigeran sekunder adalah cairan-cairan yang digunakan untuk membawa energi kalor bersuhu rendah dari satu lokasi ke tempat lain. Nama lain dari refrigersai sekunder adalah cairan anti beku atau brines (larutan garam). &lt;br /&gt;Ada tiga susunan utama refrigeran yang digunakan pada saat ini yaitu :&lt;br /&gt;1. Refrigerant fluorocarbon terhidrogenasi (HFC), yang terdiri dari hidrogen, fluorin, dan karbon.Karena mereka tidak menggunakan atom klor (yang digunakan dalam sebagian besar refrigerant) mereka dikenal sebagai salah satu yang paling merusak lapisan ozon kita.&lt;br /&gt;2. Terhidrogenasi klorofluorokarbon refrigeran (HCFC), yang terdiri dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon. Refrigeran ini mengandung jumlah minimal klorin, yg tidak merusak lingkungan karena berbeda dari refrigeran lain.&lt;br /&gt;3. Refrigerant chlorofluorocarbon (CFC), yang mengandung klorin, fluorin dan karbon. Refrigerant ini membawa jumlah kaporit yang tinggi sehingga dikenal sebagai refrigerant yang paling berbahaya untuk merusak lapisan ozon.&lt;br /&gt;Kadang-kadang refrigerant terdiri dari dua atau lebih senyawa kimia. &lt;br /&gt;Campuran ini terurai menjadi dua jenis yaitu Zeotropes dan Azeotropes. &lt;br /&gt;refrigeran campuran Zeotrope terutama terbuat dari tiga jenis refrigerant&lt;br /&gt;Dibawah ini ada beberapa jenis refrigeran yang biasa dipergunakan, antara lain :&lt;br /&gt;1. Udara&lt;br /&gt;Refrigeran ini sangat murah, tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Koefisien prestasi rendah. Biasanya digunakan pada pesawat terbang.&lt;br /&gt;2. Carbon Dioksida (CO2)&lt;br /&gt;Senyawa ini tidak berwarna, tidak berbau dan lebih berat dari udara. Titik didihnya -78,5˚C, berat jenisnya 1,56 dan hanya dapat beroperasi pada tekanan tinggi sehingga pemakaiannya terbatas dan biasanya dipakai pada proses refrigerasi dengan tekanan per ton yang besar. &lt;br /&gt;3. Methil Clorida (CH3Cl)&lt;br /&gt;Berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau merangsang. Titik didihnya – 23,7 0F.&lt;br /&gt;4. Freon atau Cloro Fluoro Carbon (CFC)&lt;br /&gt;Freon merupakan refrigeran yang paling banyak digunakan dalam sistem pendingin. Bahan dasarnya ethane dan methane yang berisi fluor dan chlor dalam komposisinya. Karena mengandung unsur chlor refrigeran jenis ini mempunyai dampak penipisan ozon dimana akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan makhluk hidup di bumi. Selain itu, juga berdampak negatif terhadap iklim, yaitu meningkatkan suhu rata-rata dan perubahan iklim global serta pencemaran udara.&lt;br /&gt;Spesifikasi freon yang biasa digunakan dalam pendinginan&lt;br /&gt;Nama Rumus Kimia Titik Didih (˚C)&lt;br /&gt;Freon – 11 CCl3F 23,8&lt;br /&gt;Freon – 12 CCl3F2 - 29,8&lt;br /&gt;Freon – 13 CClF3 - 81,4&lt;br /&gt;Freon – 21 CHCL2F 8,9&lt;br /&gt;Freon – 22 CHClF2 - 40,8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Uap Air&lt;br /&gt;Refrigeran ini paling murah dan paling aman. Pemakaiannya terbatas untuk pendingin suhu tinggi karena mempunyai titik beku yang tinggi, yaitu 0˚C. pemakaian utamanya untuk comfort air cionditioning dan water cooling.&lt;br /&gt;6. Hidrocarbon&lt;br /&gt;Dipakai pada industri karena harganya murah. Jenisnya butana, iso butana, propana, propylana, etana dan etylana. Semuanya mudah terbakar dan meledak.&lt;br /&gt;Berikut ini macam-macam nama kimia dari hidrokarbon :&lt;br /&gt;Ketentuan penomoran+ Nama kimia Rumus kimia&lt;br /&gt;50 Metana CH4&lt;br /&gt;170 Etana C2H6&lt;br /&gt;290 Propana C3H8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Amonia (NH3)&lt;br /&gt;Amonia ini digunakan secara luas pada mesin refrigerasi industri atau refrigerasi kapasitas besar. Titik didihnya kurang lebih - 33˚C. zat ini mempunyai karakteristik bau meskipun pada konsentrasi kecil di udara. Tidak dapat terbakar, tetapi meledak jika bereaksi dengan udara dengan prosentase 13,28 %. Oleh karena itu efek korosi amonia, tembaga atau campuran tembaga tidak boleh digunakan pada mesin dengan refrigeran amonia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Azetropes&lt;br /&gt;Merupakan campuran dari beberapa refrigeran yang mempunyai sifat berbeda. Jenis yang banyak dipakai :&lt;br /&gt;• Correne-7&lt;br /&gt;Yang terdiri dari campuran 73,8 % freon-12 dan 26,2% genetron 100.&lt;br /&gt;• Refrigeran-502&lt;br /&gt;Merupakan campuran dari 98,8 % freon-12 dan 51,2 % freon-115&lt;br /&gt;9. Larutan Garam (brine)&lt;br /&gt;Larutan garam (brine) juga digunakan untuk refrigeran misalnya untuk pendinginan lokasi lapangan es (ice skating rinks).&lt;br /&gt;9. Sulfur Dioksida (SO2)&lt;br /&gt;Berupa gas atau cairan yang tidak berwarna, sangat beracun dan berbau merangsang. Senyawa ini tidak mudah terbakar dan tidak mudah meledak. Dengan titik didih – 10,1˚C. &lt;br /&gt;9. Hydro Fluoro Carbon (HFC)&lt;br /&gt;HFC merupakan refrigeran baru sebagai alternatif untuk menggantikan posisi freon. Hal ini disebabkan karena refrigeran freon mengandung zat chlor (Cl) yang dapat merusak lapisan ozon. Sedangkan HFC terdiri dari atom-atom hidrogen, fluorine dan karbon tanpa adanya zat chlor (Cl).&lt;br /&gt;Macam-macam HFC dan pemakaiannya :&lt;br /&gt;• HFC 125 (CHF2CF3)&lt;br /&gt;Sebagai pengganti freon–115 / R115 untuk pendingin air.&lt;br /&gt;• HFC 134a (CH3CH2F)&lt;br /&gt;Merupakan alternatif pengganti freon-12 / R-12. tidak mudah meledak dan tingkat kandungan racun rendah, digunakan untuk pengkondisian udara, lemari es dan pendingin air.&lt;br /&gt;• HFC 152a (CH3CHF2)&lt;br /&gt;Sebagai pengganti freon-12 / R-12 digunakan untuk penyegaran udara, pendingin air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Refrigeran &lt;br /&gt;Karena refrigeran merupakan bahan yang penting dalam proses refrigerasi, agar dapat menyerap panas (evaporasi) dan mengeluarkan panas (kondensasi) dengan baik. Karakteristik thermodinamikanya antara lain meliputi temperatur penguapan serta temperatur pengembunan dan tekanan pengembunan.&lt;br /&gt;Persyaratan refrigeran untuk unit refrigerasi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Tekanan penguapan harus tinggi &lt;br /&gt;• Tekanan pengembunan yang tidak terlalu tinggi &lt;br /&gt;• Kalor laten penguapan harus tinggi &lt;br /&gt;• Volume spesifik (refrigeran) yang cukup kecil &lt;br /&gt;• Koefisisen prestasinya harus tinggi&lt;br /&gt;• Konduktifitas thermal yang tinggi&lt;br /&gt;• Viskositas yang rendah dalam fase cair maupun fase gas&lt;br /&gt;• Konstanta dielektrika dari refriegerasi yang kecil, tahanan listrik yang besar, serta tidak menyebabkan korosi pada material&lt;br /&gt;• Refrigerasi tidak boleh beracun dan berbau merangsang &lt;br /&gt;• Refrigerasi tidak boleh mudah terbakar dan meledak&lt;br /&gt;• Refrigerasi harus mudah didieteksi, jika terjadi kebocoran &lt;br /&gt;• Harganya tidak mahal dan mudah diperoleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Dari semua uraian yang telah penulis sampaikan, dapat diambil beberapa kesimpulan :&lt;br /&gt;1. Setiap refrigeran mempunyai siafat dan karakter yang berbeda-beda, dan juga mempunyai kelebihan dan kekurangan &lt;br /&gt;2. Titik didih refrigeran sangat mempengaruhi dalam penyerapan kalor pada suatu ruangan. Apabila titik didih refrigeran tinggi maka kalor ruangan akan sulit diserap oleh refrigeran dan titik didih refrigeran yang rendah maka kalor ruangan dapat diserap oleh refrigeran.&lt;br /&gt;3. Kemampuan penyerapan kalor pada ruangan semakin besar apabila titik didih suatu fluida refrigeran semakin rendah. &lt;br /&gt;4. Dalam memilih refrigeran haruslah selektif mungkin agar tidak terjadi dampak yang merugikan pada lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;5. Freon atau HFC mempunyai sifat yang dapat merusak lapisan ozon, oleh karena itu diciptakanlah HFC yang lebih ramah lingkungan dan tidak merusak lapisan ozon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://dc317.4shared.com/doc/dMb2SMEN/preview.html&lt;br /&gt;http://neozgx.blogspot.com/2011/02/macam-macam-gas-refrigerant.html&lt;br /&gt;http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/TM/article/view/3546&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-272676322538401427?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/272676322538401427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=272676322538401427' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/272676322538401427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/272676322538401427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2012/01/refrigerant_31.html' title='Refrigerant'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-4391008076738845606</id><published>2012-01-28T21:48:00.001-08:00</published><updated>2012-01-31T07:57:33.343-08:00</updated><title type='text'>Aneling</title><content type='html'>&lt;b&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Pembahasan ilmu bahan (logam) merupakan pembahasan yang cukup kompleks, berbagai pertimbangan teknik ada di dalamnya. Mulai dari jenis bahan, peralatan yang digunakan untuk mengolah, proses dalam pengolahan, dan masih banyak lagi pertimbangan-pertimbangan lain yang perlu banyak dipelajari. &lt;br /&gt;Diantara pembahasan dalam ilmu bahan, dan sekaligus sebagai Mata Kuliah adalah Perlakuan Panas yaitu mempelajari cara untuk merubah sifat mekanis suatu bahan dengan adanya pemanasan. Salah satu dari cara perlakuan panas adalah pelunakan logam atau dikenal dengan istilah Annealing. Banyak jenis dari cara/ proses Annealing ini, ada full Annealing, dan Spheroidized Annealing. Karena masih minimnya penjelasan mengenai materi proses Annealing ini, dan sekaligus sebagai tugas dari Mata Kuliah Perlakuan Panas agar mahasiswa lebih bisa memahami materi, makalah dengan judul “Proses Pelunakan (Annealing) pada Baja Karbon Tinggi” kami susun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Pembatasan Masalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses perlakuan panas seperti yang sudah dipaparkan pada bagian Latar Belakang Pembahasan, memiliki berbagai cara, dan khusus dalam makalah ini kami hanya membatasi pembahasan pada “Proses Pelunakan (Annealing) pada Baja Karbon Tinggi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Rumusan Masalah&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyusunan makalah ini dibuat rumusan masalah :&lt;br /&gt;1. Apakah yang dimaksud Proses Annealing pada baja karbon tinggi ?&lt;br /&gt;2. Apakah tujuan Proses Annealing pada baja karbon tinggi ?&lt;br /&gt;3. Bagaimanakah Proses Annealing pada baja karbon tinggi ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Tujuan Pembahasan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Dalam penyusunan makalah ini memiliki tujuan agar :&lt;br /&gt;1. Mengetahui maksud Proses Annealing pada baja karbon tinggi.&lt;br /&gt;2. Mengetahui tujuan Proses Annealing pada baja karbon tinggi.&lt;br /&gt;3. Mengetahui bagaimana Proses Annealing pada baja karbon tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E. Metode Pengumpulan Data&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Pengumpulan data dilakukan dengan Metode Kepustakaan, yaitu penyusun mengkaji dan menyusun materi dari buku-buku atau literatur-literatur yang sesuai dan mendukung pembahasan makalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAB II. &lt;br /&gt;KAJIAN TEORI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Proses Annealing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan annealing ialah menurunkan kekerasan suatu baja dengan jalan memanaskan baja tersebut pada temperatur diatas temperatur krisis maksimum 9800C, dan kemudian dinginkan secara perlahan-lahan di udara (sampai dingin). Sebagai misal baja dengan kadar karbon 1,2%C, susunan strukturnya adalah sementit dan pearlit, setelah kita annealing maka akan didapat susunan pearlit agak kasar sehingga mengurangi kekerasan dari baja tersebut.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;B. Langkah Kerja Proses Annealing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Proses Annealing&lt;br /&gt;Proses annealing adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Benda kerja kita masukkan ke dalam kotak baja yang kita isi dengan terak atau pasir.&lt;br /&gt;b. Panaskan pada temperatur  980o C selama 1 sampai 3 jam.&lt;br /&gt;c. Setelah cukup waktunya kotak kita angkat dari dapur.&lt;br /&gt;d. Benda kerja didinginkan dengan perlahan-lahan.&lt;br /&gt;2. Pendinginan Proses Annealing&lt;br /&gt;Proses pendinginan dapat dilakukan dengan cara :&lt;br /&gt;a. Benda kerja dikeluarkan dai kotak dan dibiarkan dingin perlahan-lahan dengan pendinginan dari udara.&lt;br /&gt;b. Benda kerja bersamaan kotaknya dibiarkan dingin perlahan-lahan dengan pendinginan udara.&lt;br /&gt;c. Kotak yang berisi benda kerja dibiarkan dalam dapur dan dapur kita matikan. Sehingga dapur, benda kerja dan kotak mengalami pendinginan perlahan-lahan dari udara.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;C. Tipe Proses Annealing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Full Annealing&lt;br /&gt;Full annealing (FA) terdiri dari austenisasi dari baja yang diikuti dengan pendinginan yang lambat didalam tungku, kemudian temperatur yang dipilih untuk austenisasi tergantung pada kandungan karbon dari baja tersebut.&lt;br /&gt;Full annealing untuk baja hipeutektoid dilakukan pada temperatur austenisasi sekitar 500C diatas garis A3 dan mendiamkannya pada tempertur tersebut untuk jangkauan waktu tertentu, kemudian diikuti dengan pendinginan yang lambat diatas tungku. Pada temperatur austenisasi, pembentukan austenit akan merubah struktur yang ada sebelum dilakukan pemanasan, dan austenit yang terbentuk relatif halus. Pendinginan yang lambat didalam tungku akan menyebabkan austenit mengurai menjadi perlit dan ferit. Pemanasan yang terlalu tinggi diatas A3akan menyebabkan austenit tumbuh sehingga dapat merugikan sifat baja yang diproses.&lt;br /&gt;Menganil/annealing baja hipereutektik dilakukan dengan cara memanaskan baja tersebut diatas A1 untuk membulatkan sementit proeutektoid. Jika baja hipereutektik dipanaskan pada temperatur Acm dan didinginkan perlahan-lahan, maka pada batas butir akan terbentuk sementit preutektoid sehingga akan terjadi rangkaian sementit pada batas butir austenit. Pendinginan yang diperlambat akan menyebabkan presipitasi ferit sebagai kelompok yang terpisah. Pembentukan daerah pemisah ferit pada baja yang tidak dikehendaki karena akan menimbulkan daerah yang lunak (soft spot) selama proses pengerasan berlangsung. Full annealing juga diterapkan pada baja karbon dan baja paduan hasil proses pengecoran serta baja hot worked hipereutektoid. Untuk produk cor yang besar, terutama yang terbuat dari baja paduan, Full annealing akan memperbaiki mampu mesin dan juga menaikan kekuatan akibat butir-butirnya menjadi halus. Full annealing juga diterapkan pada baja-baja dengan kadar karbon lebih dari 0,5% agar mampu mesinnya menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Spheroidized Annealing&lt;br /&gt;Baja karbon medium dan tinggi memiliki kekerasan yang tinggi dan sulit untuk dikerjakan dengan mesin dan dideformasi. Untuk melunakkan baja ini dilakukan proses spheroidizing. Proses spheroidizing dilakukan dengan cara memanaskan baja pada temperatur sedikit dibawah temperatur eutectoid, yaitu sekitar 700 0C. Pada temperatur tersebut ditahan selama 15 hingga 25 jam. Kemudian didinginkan secara perlahan-lahan di dalam tungku pemanas hingga mencapai temperatur kamar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAB III &lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian dan Tujuan Spheroidized Annealing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-WB9VZtz5pD8/TygJ6Hab9EI/AAAAAAAAALA/-izJnjJ66sA/s1600/gambar%2Bsatu.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="228" width="400" src="http://2.bp.blogspot.com/-WB9VZtz5pD8/TygJ6Hab9EI/AAAAAAAAALA/-izJnjJ66sA/s400/gambar%2Bsatu.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Gambar 1. Diagram Phasa Fe-F3C pada Daerah Autectoid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Spheroidized Annealing adalah salah satu dari jenis proses Annealing yang lebih tepat untuk baja karbon tinggi. Spheroidized annealing (SA) dilakukan dengan cara memanaskan baja sedikit diatas atau dibawah titik A1 (lihat Gambar 1), kemudian didiamkan pada temperatur tersebut untuk jangka waktu tertentu kemudian diikuti dengan pendinginan yang lambat.&lt;br /&gt;Proses ini ditujukan agar karbida-karbida yang berbentuk lamelar pada perlit dan sementit sekunder menjadi bulat. Disamping itu, perlakuan ini ditujukan mendeformasikan struktur seperti martensit, trostit, dan sorbit serta lain sebagainya yang merupakan hasil akhir dari proses quench. Gambar 2 memperlihatkan struktur hasil proses sperodisasi baja perkakas.&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-hdmU-rCEj_w/TygOw_luM-I/AAAAAAAAALM/tmUXdht3JyI/s1600/gambar%2B2.jpg" imageanchor="1" style=""&gt;&lt;img border="0" height="399" width="400" src="http://4.bp.blogspot.com/-hdmU-rCEj_w/TygOw_luM-I/AAAAAAAAALM/tmUXdht3JyI/s400/gambar%2B2.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gambar 2. Daerah Kesetimbangan Besi Karbon Menunjukkan Daerah&lt;br /&gt;Temperatur untuk Spheroidized Annealing&lt;br /&gt;Tujuan dari spheroidized annealing adalah untuk memperbaiki mampu mesin dan mempebaiki mampu bentuk. Sebagai contoh mampu mesin baja perkakas karbon tinggi sangat baik jika strukturnya sperodisasi. Semua jenis baja perkakas paduan, termasuk kelas karbida maupun baja untuk bantalan harus memiliki kondisi sperodisasi agar hasil pemesinannya baik.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;B. Metode Spheroidized Annealing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya proses Spheroidized Annealing merupakan salah satu dari jenis annealing yang paling tepat untuk memproses (melunakkan) baja karbon tinggi. Hal ini dilakukan agar dalam pemrosesan bahan menjadi lebih mudah diproses dan rapi (hasil pemesinan yang baik). Hal ini karena struktur logam (karbida berbentuk lamelar pada perlit dan sementit sekunder) dengan proses ini menjadi bulat. Dalam melakukan Spheroidized Annealing terdapat 4 metode yaitu :&lt;br /&gt;1. Metode Pertama&lt;br /&gt;Baja dipanaskan dekat temperatur A1 dan harus dijaga agar tidak melampaui tempelatur tersebut untuk mencegah pembentukan austenit. Baja tersebut kemudian ditahan pada temperatur tersebut untuk suatu jangka waktu tertentu agar diperoleh karbida yang bulat dan agak kasar. Tinggi temperatur dan lama pemanasan yang dipilih sangat tergantung pada kondisi struktur baja sebelumnya dan komposisi kimia baja tersebut. Baja yang memiliki karbon kurang dari 0,3% tidak cocok untuk disperodisasi karena struktur baja-baja karbon rendah terdiri dari ferit dan sejumlah kecil perlit.&lt;br /&gt;Perlit yang kasar akan mudah terbentuk pada proses pendinginan yang lambat, sebagai contoh baja karbon paduan di spheroidized annealing yang temperatur sekitar 700o C untuk selama 4-6 jam. Makin lama pemanasan, akan makin kasar perlit yang terbentuk.&lt;br /&gt;Temperatur spheroidized annealing dipengaruhi oleh unsur-unsur paduan, keberadaan Ni atau Mn akan menurunkan temperatur A1 dan akibatnya akan menurunkan temperatur spheroidized annealing. Jadi untuk baja yang mengandung Ni 4%, maka tempelatur spheroidized annealingnya serendah-rendahnya adalah 670o C. Temperatur yang lebih rendah akan mempengaruhi waktu prosesing menjadi lebih lama (8-10 jam).Dilain pihak, HSS yang mengandung W, V, dan Mo dan juga Cr, harus di spheroidized annealing pada temperatur diatas 800o C. Keberadaan unsur-unsur pembentuk karbida yang kuat akan meningkatkan stabilitas karbida didalam baja. Karena itu, dapat menurunkan penggumpalan dan menaikan waktu anil (proses Annealing) pada setiap temperatur spheroidized annealing yang dipilih.&lt;br /&gt;2. Metode Kedua&lt;br /&gt;Baja dipanaskan diatas temperatur kritik A1 (lihat gambar 1), dan diam pada temperatur waktu tertentu, kemudian diikuti dengan pendinginan yang lambat pada laju sekitar 10-20o C setiap jam sampai dengan temperatur 550- 600o C. Pendinginan sampai ke temperatur kamar dapat dilakukan asal pendinginan dilakukan diudara. Selama proses pendinginan lambat, C yang larut kedalam austenit akan memisahkan diri dan membentuk karbida yang bulat. Pada kondisi seperti ini kekerasan baja akan relatif lebih rendah. Jika temperatur anil lebih tinggi, sejumlah besar karbida akan larut dan sementit akan terbentuk dalam bentuk lamelar. Metoda ini terutama diterapkan untuk baja-baja eutektoid dan hipertektoid. Sebagai contoh prosedur anil (Gambar 1.25 pada buku Panduan proses perlakuan panas, Rochim Suratman, hal 99) untuk membulatkan keseluruhan karbida didalam matrik ferit baja DIN 100 CrMo memerlukan austenisasi pada 825o/ 830o C diikuti dengan penahanan pada temperatur 775o/ 780 oC. Proses seperti ini akan menghasilkan prestisipasi karbida. Setelah itu, kemudian didinginkan perlahan-lahan melalui rentang temperatur 740-680o C dan selanjutnya didinginkan diudara sampai temperatur kamar.&lt;br /&gt;3. Metode Ketiga&lt;br /&gt;Dalam metoda ini baja dipanaskan diatas temperatur kritik A1 (tidak boleh lebih tinggi dari 50o C), dan dibiarkan pada temperatur ini untuk jangka waktu tertentu, kemudian didinginkan sampai temperatur sedikit dibawah A1 (tidak boleh lebih tinggi dari 50o C), dan dibiarkan pada temperatur tersebut untuk suatu jangka waktu tertentu dan kemudian didinginkan pada temperatur kamar. Temperatur yang mendekati A1, struktur sperodisasi yang akan diperoleh lebih kasar dan lebih lunak, namun jika proses temperatur menjauhi A1, misalnya 680o C, struktur yang dihasilkannya akan berbentuk lamelar dan bersifat lebih keras. Dengan cara ini proses sperodisasinya memerlukan waktu yang lebih singkat dibanding dengan cara-cara sebelumnya dan mulai diterapkan untuk baja karbon dan baja paduan.&lt;br /&gt;4. Metode Keempat&lt;br /&gt;Sperodisasi dapat juga dilakukan dengan cara memanaskan dan mendinginkan yang berulang-ulang pada temperatur diatas dan dibawah A1. Selama pemanasan diatas A1, hanya butir-butir sementit yang kecil yang akan larut kedalam austenit, tetapi untuk butir-butir sementit yang besar waktu tersedia untuk larut tidak mencukupi. Pada siklus pendinginan berikutnya, molekul-molekul sementit akan mengendap pada butir-butir sementit yang tidak larut. Berdasarkan hal ini timbullah proses koagulasi. Atas dasar hal ini, metode sperodisasi memerlukan waktu yang lebih singkat tetapi sulit untuk dilaksanakannya.&lt;br /&gt;Laju sperodisasi tergantung pada struktur yang dimiliki sebelumnya. Makin halus karbida pada struktur asalnya, makin mudah proses sperodisasinya. Jadi struktur perlit yang halus lebih mudah dibandingkan struktur perlit yang kasar. Struktur bainit lebih baik lagi untuk di sperodisasi dan yang terbaik adalah struktur sorbit (struktur yang diperoleh dari hasil penempern martensit). Proses pengerjaan dingin yang dapat memecahkan sementit dan mendistribusikannya secara lebih homogen dapat membantu mempercepat proses sperodisasi.&lt;br /&gt;Unsur-unsur pembentuk karbida yang kuat, terutama Cr, W, Mo, dan V meningkatkan stabilitas karbida dalam baja. Karena itu unsur-unsur tersebut menurunkan laju koagulasi dan meningkatkan waktu yang diperlukan untuk soft anneal pada temperatur annealnya.&lt;br /&gt;Kekerasan yang dicapai setelah proses sperodisasi tergantung pada komposisi kimia baja. Baja-baja yang mengandung karbon yang rendah menghasilkan kekerasan sekitar 160-190 HB, sedangkan pada baja paduan dan karbon tinggi, menghasilkan kekerasan sekitar 200-230 HB.&lt;br /&gt;Untuk meningkatkan mampu mesin baja-baja perkakas karbon tinggi, paduan tinggi, baja pegas, baja bantalan, baja tahan aus, baja perkakas, dan sebagainya sperodisasi dilakukan setelah proses tempa. Sperodisasinya dilakukan dengan cara memanaskan baja diatas tempelatur A1 kemudian didinginkan perlahan-lahan dan ditahan pada tempelatur sedikit dibawah A1 Untuk jangka waktu tertentu kemudian diikuti dengan pendinginan diudara sampai temperatur kamar. Perlu diperhatikan bahwa, agar memperoleh struktur yang globular (bulat), baja harus dipanaskan secara homogen dan distribusi temperatur di dalam tungku juga harus homogen.&lt;br /&gt;Baja-baja yang mengandung sementit dibatas butirnya relatif sulit untuk dimesin. Untuk itu, proses sperodisasinya dilakukan dengan cara mengeliminasi sementit dengan proses homogenisasi atau normalizing diatas temperatur Acm kemudian diquench dan dilanjutkan dengan proses sperodisasi.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian penyusunan materi makalah maka dapat diambil kesimpulan bahwa :&lt;br /&gt;1. Proses Annealing pada baja karbon tinggi adalah suatu proses pelunakan dengan melakukan pemanasan sedikit diatas atau di bawah titik A1 sekitar 700o C, dikenal pula dengan istilah Spheroidized Annealing.&lt;br /&gt;2. Proses Annealing pada baja karbon tinggi bertujuan memperbaiki mampu mesin dan mempebaiki mampu bentuk (hasil pemesinan yang baik).&lt;br /&gt;3. Spheroidized Annealing merupakan proses annealing yang paling cocok untuk baja karbon tinggi, yang memilki 4 pilihan metode dalam pelaksanaan prosesnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sukrawan Yusep. --. --. http://file.upi.edu/Direktori/FPTK/JUR._PEND ._TEKNIK_MESIN/196607281992021-YUSEP_SUKRAWAN/annelling.pdf  diakses 16 Desember 2015&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supratman Rochim.”Panduan Peoses Perlakuan Panas”. Lembaga Penelitian ITB: Bandung 1994.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-4391008076738845606?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/4391008076738845606/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=4391008076738845606' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/4391008076738845606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/4391008076738845606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2012/01/aneling.html' title='Aneling'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-WB9VZtz5pD8/TygJ6Hab9EI/AAAAAAAAALA/-izJnjJ66sA/s72-c/gambar%2Bsatu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-7782816128854767631</id><published>2012-01-28T21:42:00.003-08:00</published><updated>2012-01-31T16:20:26.601-08:00</updated><title type='text'>Evaporator</title><content type='html'>&lt;b&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. Latar Belakang Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sejarah teknik pendinginan berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia di wilayah sub-tropik.  Secara alamiah, manusia yang tinggal di wilayah sub-tropik menyadari bahwa bahan pangan yang mudah rusak ternyata dapat disimpan lebih lama dan lebih baik pada saat musim dingin dibandingkan dengan pada saat musim panas.  Kesadaran inilah yang memandu manusia kemudian untuk mengembangkan teknologi pendinginan hingga sekarang. Evaporator yang akan di bahas dalam makalah ini adalah salah satu komponen penting di dalam teknologi yang sering dipakai sekarang untuk teknik pendinginan. &lt;br /&gt;Evaporator adalah suatu alat dimana bahan pendingin menguap dari cair menjadi gas melalui perpindahan panas dari dinding-dindingnya. Mengambil panas dari ruangan disekitarnya dalam sistem. Evaporator harus memenuhi 2 syarat :&lt;br /&gt;a. Efektif dalam penguapan refrigerant dengan penurunan tekanan yang sangat kecil.&lt;br /&gt;b. Efektif dalam penyerapan panas dari media yang di inginkan. &lt;br /&gt;Evaporator seperti yang yang sudah diketahui, merupakan penukar kalor yang memegang peranan penting didalam siklus refrigeransi, yaitu mendinginkan media sekitarnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. Batasan Masalah&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Walaupun banyak hal yang dapat digali dari evaporator, namun dalam makalah ini, penulis membatasi bahasan penulisan hanya tentang jenis evaporator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. Rumusan Pembahasan Makalah&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Dalam penyusunan makalah ini dibuat rumusan pembahasan makalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Pembagian jenis evaporator.&lt;br /&gt;2. Jenis-jenis evaporator beserta spesifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. Tujuan Pembahasan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Dalam penyusunan makalah ini memiliki tujuan agar :&lt;br /&gt;1. Mengetahui pembagian jenis evaporator.&lt;br /&gt;2. Mengetahui jenis-jenis evaporator beserta spesifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E. Metode Pengumpulan Data&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Pengumpulan data dilakukan dengan Metode Kepustakaan digital, yaitu penyusun mengkaji dan menyusun materi dari internet, berupa literatur-literatur yang sesuai dan mendukung pembahasan makalah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAB II &lt;br /&gt;KAJIAN TEORI&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;1. &lt;b&gt;Macam-Macam Evaporator&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa macam evaporator, sesuai dengan tujuan penggunaanya bentuknyapun dapat berbeda-beda. Hal tersebut disebabkan karena media yang hendak didinginkan dapat berupa gas, cairan, dan zat padat. Maka evaporator dapat dibagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan keadaan refrigerant yang ada di dalamnya, yaitu : jenis expansi kering, jenis setengah basah, jenis basah, dan sistem pompa cairan.&lt;br /&gt;a. Jenis expansi kering&lt;br /&gt;Dalam jenis expansi kering, cairan refrigerant yang diexpansikan melalui katup expansi, pada waktu masuk ke dalam evaporatot sudah dalam keadaan campuran cair dan uap, sehingga keluar dari evaporator dalam keadaan uap kering.&lt;br /&gt;Oleh sebagian besar dari evaporator terisi oleh uap refrigerant, maka perpindahan kalor yang terjadi tidak begitu besar, jika dibandingkan dengan keadaan dimana evaporator terisi oleh refrigerant cair. Akan tetapi, evaporator jenis expansi kering tidak memerlukan refrigerant dalam jumlah yang besar. Disamping itu, jumlah minyak pelumas yang tertinggal di dalam evaporator sangat kecil.&lt;br /&gt;Jumlah refrigerant yang masuk ke dalam evaporator dapat diatur ileh katup expansi demikian rupa sehingg semua refrigerant meninggalkan evaporator dalam bentuk uap jenuh, dan bahkan dalam keadaan superpanas.&lt;br /&gt;b. Evaporator jenis setengah basah&lt;br /&gt;Evaporator jenis setengah basah adalah evaporator dengan kondisi refrigerant diantara evaporator jenis expansi kering dan evaporator jenis basah. Dalam evaporator jenis ini, selalu terdapat refrigerant cair dalam pipa penguapnya. Oleh karena itu, laju perpinfahan kalor dalam evaporator jenis setengah basah lebih tinggi dari pada yang dapat diperoleh pada jenis expansi kering, tetapi lebih rendah dari pada uang diperoleh pada jenis basah.&lt;br /&gt;Pada jenis basah expansi kering, refrigerant masuk dari bagian atas dari koil: sedangakan pada evaporator jenis setengah basah, refrigerant dimasukkan dari bagian bawah koil evaporator.&lt;br /&gt;c. Evaporator jenis basah&lt;br /&gt;Dalam evaporator jenis basah, sehingga dari jenis evaporator terisi oleh cairan refrigerant. Prosesn penguapanya terjadi seperti pada ketel uap. Gelembung refrigerant yang terjadi karena pemanasan akan naik, pecah pada permukaan cair atau terlepas dari permukaanya. Sebagian refrigerant kemudian masuk ke dalam akumulator yang memisahkan  uap dari cairan maka refrigerant yang ada dalam bentuk uap sajalah yang masuk ke dalam kompresor. Bagian refrigerant cair yang dipisahkan di dalam akumulator akan masuk kembali ke dalam evaporator, bersama-sama dengan refrigerant (cair) yang berasal dari kondensor.&lt;br /&gt;Jadi tabung evaporator terisi oleh cairan refrigeran. Cairan refrigeran menyerap kalor dari pluida yang hendak digunakan (air larutan garam, dsb), yang mengalir di dalam pipa uap refrigeran yang terjadi dikumpulkan di bagian atas dari evaporator sebelum masuk ke kompresor.&lt;br /&gt;Inggi permukaan cairan refrigeran yang ada di dalam evaporator diaur oleh kaup pelampung, biasanya sedikit lebih dari seengah tinggi tabung. Jumlah refrigeran yang dimasukkan ke dalam tabung evaporator disesuaikan dengan beban pendinginan yang harus dilayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUPAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;1. Kesimpulan&lt;br /&gt;Berdasarkan makalah di atas dapat di tarik beberapa kesimpulan sebagai berikut :&lt;br /&gt;a. Evaporato adalah komponen penting yang harus ada di dalam teknologi mesin pendinginan yang sering digunakan hingga kini.&lt;br /&gt;b. Berdasarkan media yang didinginkan, evaporator dapat dibagi menjadi beberapa golongan sesuai dengan keadaan refrigerant yang ada di dalamnya, yaitu : &lt;br /&gt;- Jenis expansi kering.&lt;br /&gt;- Jenis setengah basah.&lt;br /&gt;- Jenis basah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=macam-macam%20evaporator&amp;source=web&amp;cd=1&amp;ved=0CB0QFjAA&amp;url=http%3A%2F%2Felearning.gunadarma.ac.id%2Fdocmodul%2Fteknik_pendingin%2Fbab6_evaporator_dan_katup_expansi.pdf&amp;ei=SCL3ToXBIoeJrAeXyJHaDw&amp;usg=AFQjCNH2ppGcVAMprVfmN_nmoiYINeq7nA&amp;cad=rja  (Di unduh pada hari minggu, 25 Desember 2011, jam 21.00 WIB)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-7782816128854767631?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/7782816128854767631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=7782816128854767631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7782816128854767631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7782816128854767631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2012/01/evaporator.html' title='Evaporator'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-3518848507673708367</id><published>2012-01-28T21:41:00.001-08:00</published><updated>2012-01-31T16:34:07.550-08:00</updated><title type='text'>Pembelajaran Berbasis Masalah</title><content type='html'>&lt;b&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di era globalisasi, yang ditandai oleh membanjirnya informasi dan pesatnya perkembangan teknologi, maka ”tantangan” generasi yang akan datang lebih berat dibandingkan dengan generasi terdahulu. Karena itu generasi muda juga harus dibekali sesuai dengan tantangannya ke depan. Dalam hal ini, generasi muda harus dibekali untuk kreatif, kompetitif, dan kooperatif. Untuk membekali ketiga kemampuan tersebut, dunia pendidikan memegang peranan yang sangat penting.&lt;br /&gt;Dalam perkembangan dunia global yang sangat cepat ini, siswa yang mampu menghadapinya adalah siswa yang berkembang pola pikirnya dan siswa yang mampu menyelesaikan masalah dengan baik. Karena itu satuan pendidikan harus mampu mengkondisikan bagaimana supaya siswa dapat menjadi pemecah masalah yang baik. Satuan pendidikan harus mampu memberikan fasilitas kepada siswa untuk mengembangkan diri terutama dalam pemecahan masalah. Jadi siswa tidak cukup kalau hanya dapat mengerjakan soal-soal yang ada di dalam buku teks pelajaran.&lt;br /&gt;Di zaman sekarang ini, kita tidak lepas dari pada perubahan. Oleh karenanya satuan pendidikan harus mampu menyiapkan siswanya untuk mampu beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Perubahan itu tidak dapat dihentikan, tetapi hanya dapat diikuti dengan meningkatkan kreatifitas dan daya saing siswa dalam dunia global. Maka peserta didik harus dididik sesuai dengan zaman yang akan dihadapinya. Misalnya, saat ini peserta didik diajari mengetik dengan menggunakan mesin ketik manual, sedangkan peserta didik akan menghadapi dunia teknologi. Atau misalnya dalam proses pembelajaran matematika guru yang bertindak aktif, sedangkan peserta didik pasif. Padahal di era sekarang ini guru hanya sebagai fasilitator saja. Maka hal ini akan sangat tidak sesuai dengan kebutuhan peserta didik untuk mampu berkompetisi di era global seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;Berdasarkan kenyataan-kenyataan tersebut, maka secara khusus proses pembelajaran di kelas juga harus ikut ”berubah” sesuai dengan tantangan zaman tersebut, sehingga satuan pendidikan mampu menyiapkan anak yang kreatif, kooperatif dan kompetitif. Salah satu inovasi pembelajaran untuk menjadikan anak kreatif dan kompetitif dan mampu bekerja sama (kooperatif) adalah dengan menerapkan problem based learning.&lt;br /&gt;B. RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam makalah ini adalah:&lt;br /&gt;1. Apakah pengertian PBL itu?&lt;br /&gt;2. Bagaimanakah prinsip-prinsip PBL?&lt;br /&gt;3. Apa saja karakteristik-karakteristik pembelajaran berbasis masalah?&lt;br /&gt;4. Bagaimana tahap-tahap pembelajaran berbasis masalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN PBL&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Pembelajaran Berbasis Masalah atau sering disebut dengan Problem Based Learning ini memiliki beberapa arti, diantaranya :&lt;br /&gt;1. Menurut Boud dan Felleti, (1997), Fogarty (1997) menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pendekatan pembelajaran dengan membuat konfrontasi kepada pebelajar (siswa/mahasiswa) dengan masalah-masalah praktis, berbentuk ill-structured, atau open ended melalui stimulus dalam belajar.&lt;br /&gt;2. Menurut Arends (Nurhayati Abbas, 2000: 12) menyatakan bahwa model pembelajaran berbasis masalah adalah model pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran siswa pada masalah autentik, sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri, menumbuhkembangkan keterampilan yang lebih tinggi dan inquiri, memandirikan siswa, dan meningkatkan kepercayaan diri sendiri.&lt;br /&gt;3. Menurut Ward, 2002: Stepien, dkk., 1993 menyatakan bahwa model berbasis masalah adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki keterampilan untuk memecahkan masalah.&lt;br /&gt;4. Ratnaningsih, 2003: menyatakan bahwa pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pembelajaran yang menuntut aktivitas mental siswa untuk memahami suatu konsep pembelajaran melalui situasi dan masalah yang disajikan pada awal pembelajaran.&lt;br /&gt;Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran berbasis masalah (problem based learning) adalah suatu metode pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik yang menuntut aktivitasnya dalam menyelesaikan masalah secara ilmiah serta memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensil dari pelajaran.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;B. PRINSIP-PRINSIP MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Penerapan model pembelajaran berbasis masalah didukung oleh lingkungan belajar yang konstruktivistik. Lingkungan belajar konstruktivistik mencakup beberapa faktor yaitu (Jonassen dalam Reigeluth (Ed), 1999:218): kasus-kasus berhubungan, fleksibelitas kognisi, sumber-sumber informasi, cognitive tools, pemodelan yang dinamis, percakapan dan kolaborasi, dan dukungan sosial dan kontekstual.&lt;br /&gt;1. Kasus-kasus Berhubungan&lt;br /&gt;Kasus-kasus berhubungan dapat membantu siswa belajar mengidentifikasi akar masalah atau sumber masalah utama yang berdampak pada munculnya masalah yang lain. Kegiatan belajar seperti itu dapat membantu peserta didik meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari serta membantu peserta didik untuk memahami pokok-pokok permasalahan secara implisit.&lt;br /&gt;1. Fleksibilitas Kognisi&lt;br /&gt;Fleksibilitas kognisi merepresentasi materi pokok dalam upaya memahami kompleksitas yang berkaitan dengan domain pengetahuan. Fleksibilitas kognisi dapat ditingkatkan dengan memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk memberikan ide-idenya, yang menggambarkan pemahamannya terhadap permasalahan. Fleksibilitas kognisi dapat menumbuhkan kreativitas berpikir divergen didalam mempresentasikan masalah. Dari masalah yang peserta didik tetapkan, mereka dapat mengembangkan langkah-langkah pemecahan masalah, mereka dapat mengemukakan ide pemecahan yang logis. Ide-ide tersebut dapat didiskusikan dahulu dalam kelompok kecil sebelum dilaksanakan.&lt;br /&gt;1. Sumber-sumber Informasi&lt;br /&gt;Sumber-sumber informasi, bermanfaat bagi peserta didik dalam menyelidiki permasalahan. Informasi dikonstruksi dalam model mental dan perumusan hipotesis yang menjadi titik tolak dalam memanipulasi ruang permasalahan.&lt;br /&gt;1. Cognitive Tools&lt;br /&gt;Cognitive tools, merupakan bantuan bagi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan tugas-tugasnya. Cognitive tools membantu peserta didik untuk merepresentasi apa yang diketahuinya atau apa yang dipelajarinya, dan melakukan aktivitas berpikir melalui pemberian tugas-tugas.&lt;br /&gt;1. Pemodelan yang Dinamis&lt;br /&gt;Pemodelan yang dimamis adalah pengetahuan yang memberikan cara-cara berpikir dan menganalisis, mengorganisasi, dan memberikan cara untuk mengungkapkan pemahaman mereka terhadap suatu fenomena.&lt;br /&gt;1. Percakapan dan Kolaborasi&lt;br /&gt;Percakapan dan kolaborasi, dilakukan dengan diskusi dalam proses pemecahan masalah. Diskusi secara tidak resmi dapat menumbuhkan suasana kolaborasi. Diskusi yang intensif dimana terjadi proses menjelaskan dan memperhatikan penjelasan peserta diskusi, dapat membatu siswa mengembangkan komunikasi ilmiah, argumentasi yang logis, dan sikap ilmiah.&lt;br /&gt;1. Dukungan Sosial dan Kontekstual&lt;br /&gt;Dukungan sosial dan kontekstual, berhubungan dengan bagaimana masalah yang menjadi fokus pembelajaran dapat membuat peserta didik termotivasi untuk memecahkannya. Dukungan sosial dalam kelompok, adanya kondisi yang saling memotivasi antar pebelajar dapat menumbuhkan kondisi ini. Suasana kompetitif antar kelompok juga dapat mendukung kinerja kelompok. Dukungan sosial dan kontekstual hendaknya dapat diakomodasi oleh para guru/dosen untuk mensukseskan pelaksanaan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;C. KARAKTERISTIK – KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;1. Pengajuan Masalah atau Pertanyaan&lt;br /&gt;Pengaturan pembelajaran berbasis masalah berkisar pada masalah atau pertanyaan yang penting bagi siswa maupun masyarakat. Menurut Arends (Nurhayati Abbas, 2000:13) pertanyaan dan masalah yang diajukan itu haruslah memenuhi kriteria sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Autentik, yaitu masalah harus lebih berakar pada kehidupan dunia nyata siswa daripada berakar pada prinsip-prinsip disiplin ilmu tertentu.&lt;br /&gt;b. Jelas, yaitu masalah dirumuskan dengan jelas, dalam arti tidak menimbulkan masalah baru bagi peserta didik yang pada akhirnya menyulitkan penyelesaian peserta didik.&lt;br /&gt;c.  Mudah dipahami, yaitu masalah yang diberikan hendaknya mudah dipahami peserta didik. Selain itu, masalah disusun dan dibuat sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.&lt;br /&gt;d. Luas dan sesuai dengan Tujuan Pembelajaran, yaitu masalah yang disusun dan dirumuskan hendaknya bersifat luas, artinya masalah tersebut mencakup seluruh materi pelajaran yang akan diajarkan sesuai dengan waktu, ruang dan sumber yang tersedia. Selain itu, masalah yang telah disusun tersebut harus didasarkan pada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.&lt;br /&gt;e. Bermanfaat, yaitu masalah yang disusun dan dirumuskan haruslah bermanfaat, baik bagi peserta didik sebagai pemecah masalah maupun guru sebagai pembuat masalah. Masalah yang bermanfaat adalah masalah yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir dan memecahkan masalah peserta didik serta membangkitkan motivasi belajar peserta didik. &lt;br /&gt;2. Keterkaitan dengan Berbagai Disiplin Ilmu&lt;br /&gt;Masalah yang diajukan dalam pembelajaran berbasis masalah hendaknya mengaitkan atau melibatkan berbagai disiplin ilmu.&lt;br /&gt;3. Penyelidikan yang Autientik&lt;br /&gt;Penyelidikan yang diperlukan dalam pembelajaran berdasarkan masalah bersifat autentik. Selain itu penyelidikan diperlukan untuk mencari penyelisaian masalah yang bersifat nyata. Siswa menganalisis dan merumuskan masalah, mengembangkan dan meramalkan hipotesis, mengumpulkan dan menganalisis informasi, melaksanakan eksperimen, membuat kesimpulan dan menggambarkan hasil akhir.&lt;br /&gt;4. Menghasilkan dan Memamerkan Hasil&lt;br /&gt;Pada pembelajaran berdasarkan masalah, peaserta didik bertugas menyusun hasil penelitiannya dalam bentuk karya (karya tulis atau penyelesaian) dan memamerkan hasil karyanya. Artinya hasil penyelesaian masalah peserta didik ditampilkan atau dibuatkan laporannya.&lt;br /&gt;5. Kolaborasi&lt;br /&gt;Pada model pembelajaran berdasarkan masalah, tugas-tugas belajar berupa masalah harus diselesaikan bersama-sama antar siswa dengan siswa, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok besar, dan bersama-sama antar siswa dengan guru.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;D. TAHAP-TAHAP PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Pembelajaran berbasis masalah terdiri dari 5 fase dan perilaku. Fase-fase dan perilaku tersebut merupakan tindakan berpola. Pola ini diciptakan agar hasil pembelajaran dengan pengembangan pembelajaran berbasis masalah dapat diwujudkan.&lt;br /&gt;Sintak pembelajaran berbasis masalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;FASE-FASE PERILAKU&lt;br /&gt;Fase 1: memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada peserta didik Guru menyampaikan tujuan pembelajarannya mendeskripsikan sebagai kebutuhan logistic penting dan memotivasi peserta didik untuk terlibat dalam kegiatan mengatasi masalah&lt;br /&gt;Fase 2: mengorganisasikan peserta didik untuk meneliti Guru membantu peserta didik mendefinisikan dan mengorganisasikan dengan tugas belajar terkait dengan permasalahannya.&lt;br /&gt;Fase 3: membantu investigasi individu dan kelompok Guru mendukung peserta didik untuk mendapatkan informasi yang tepat, melaksanakan eksperimen, dan mencari permasalahan dan solusi.&lt;br /&gt;Fase 4: mengembangkan dan mempresentasikan artefak dan exhibit Guru membantu peserta didik dalam merencanakan dan menyiapkan artefak-artefak yang tepat, seperti laporan, rekaman video, dan model-model serta membantu mereka untuk menyampaikan kepada orang lain&lt;br /&gt;Fase 5: menganalisis dan mengefaluasi proses mengatasi masalah Guru membantu peserta didik  melakukan refleksi terhadap investigasinya dan proses-proses yang mereka gunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E. KELEBIHAN DAN KEKURANGAN&lt;br /&gt;Kelebihan&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;1. Peserta didik memiliki keterampilan penyelidikan dan terjadi interaksi yang dinamis diantara guru dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan siswa.&lt;br /&gt;2. Peserta didik mempunyai keterampilan mengatasi masalah.&lt;br /&gt;3. Peserta didik mempunyai kemampuan mempelajari peran orang dewasa.&lt;br /&gt;4. Peserta didik dapat menjadi pembelajar yang mandiri dan independen&lt;br /&gt;5. Keterapilan berfikir tingkat tinggi, menurut Resnick cirri-ciri berfikir tingkat tinggi adalah: &lt;br /&gt;a) Bersifat non-algoritmatik, artinya jalur tindakan tidak sepenuhnya ditetapkan sebelumnya.&lt;br /&gt;b) Bersifat kompleks, artinya mampu berfikir dalam berbagai perspektif atau mampu menggunakan sudut pandang.&lt;br /&gt;c) Banyak solusi, artinya mampu  mengemukakan dan menggunakan berbagai solusi dengan mempertimbangkan keuntungan dan kelemahan masing-masing.&lt;br /&gt;d) Melibatkan interpretasi.&lt;br /&gt;e) Melibatkan banyak criteria, artinya tidak semua yang menghubung dengan tugas yang ditangani telah diketahui.&lt;br /&gt;f) Melibatkan pengajuan diri proses-proses berfikir.&lt;br /&gt;g) Menentukan makna, menemukan struktur dalam sesuatu yang tampak tidak beraturan. Mampu mengidentifikasi pola pengetahuan.&lt;br /&gt;h) Membutuhkan banyak usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan&lt;br /&gt;1. Memungkinkan peserta didik menjadi jenuh karena harus berhadapan langsung dengan masalah.&lt;br /&gt;2. Memungkin peserta didik kesulitan dalam memperoses sejumlah data dan informasi dalam waktu singkat, sehingga PBL ini membutuhkan waktu yang relatif lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;A. KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;Pembelajaran Berbasis Masalah (Problem Based Learning) adalah suatu metode pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai konteks bagi peserta didik yang menuntut aktivitasnya dalam menyelesaikan masalah secara ilmiah serta memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensil dari pelajaran.&lt;br /&gt;Model pembelajaran berbasis masalah mempunyai beberapa prinsip yaitu : kasus-kasus berhubungan, fleksibelitas kognisi, sumber-sumber informasi, cognitive tools, pemodelan yang dinamis, percakapan dan kolaborasi, dan dukungan sosial dan kontekstual.&lt;br /&gt;Tahap pembelajaran berbasis masalah terdiri dari lima fase yaitu:&lt;br /&gt;Fase I : Memberikan orientasi tentang permasalahannya kepada peserta didik&lt;br /&gt;Fase II: Mengorganisasikan peserta didik untuk meneliti&lt;br /&gt;Fase III : Membantu investigasi individu dan kelompok&lt;br /&gt;Fase IV : Mengembangkan dan mempresentasikan artefak dan exhibit&lt;br /&gt;Fase V : Menganalisis dan mengefaluasi prosesmengatasi masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;http://lubisgrafura.wordpress.com/2007/09/19/pembelajaran-berbasis-masalah/&lt;br /&gt;http://www.bpgdisdik-jabar.net/publikasi/voli.pdf&lt;br /&gt;http://www.muhfida.com/problembasedlearning.pdf&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-3518848507673708367?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/3518848507673708367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=3518848507673708367' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/3518848507673708367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/3518848507673708367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2012/01/pembelajaran-berbasi-masalah.html' title='Pembelajaran Berbasis Masalah'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-4417852833465799</id><published>2012-01-28T21:35:00.005-08:00</published><updated>2012-01-28T21:35:43.186-08:00</updated><title type='text'>refrigerant</title><content type='html'>&lt;b&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Refrigeran merupakan bahan pendingin atau fluida yang digunakan untuk menyerap panas melalui perubahan fase dari cair ke gas (evaporasi) dan membuang panas melalui perubahan fase dari gas ke cair (kondensasi), sehingga refrigeran dapat dikatakan sebagai pemindah panas dalam sistem pendingin. Adapun pengertian lainnya adalah Refrigerasi atau pendinginan merupakan proses pengambilan atau pengeluaran kalor dari suatu materi atau ruangan dan mempertahankan keadaannya sedemikian rupa sehingga temperaturnya lebih rendah dari pada lingkungan sekitarnya. Pada prinsipnya refrigerasi adalah terapan dari mata kuliah Perpindahan Panas dan Thermodinamika, dimana kalor akan mengalir atau berpindah dari suatu keadaan yang mempunyai temperatur tinggi ke suatu keadaan yang bertemperatur rendah. &lt;br /&gt;Sedangkan pengkondisian udara atau penyegaran udara adalah merupakan satu dari teknik-teknik refrigerasi. Penyegaran udara itu sendiri adalah suatu proses pendinginan udara sehingga dapat dicapai temperatur dan kelembaban yang sesuai dengan yang dipersyaratkan terhadap kondisi udara dari suatu ruangan tertentu serta mengatur aliran udara dan kebersihan udaranya.&lt;br /&gt;Untuk mencapai tujuan dari penyegaran udara tersebut, dibutuhkan suatu fluida kerja yang disebut refrigerant. Dimana refrigeran akan dialirkan melalui sistem. Dalam sistem tersebut, refrigeran mengalami beberapa proses atau perubahan fase (cair dan uap), yaitu refrigeran yang mula-mula pada keadaan awal (cair), setelah melalui beberapa proses akan kembali ke keadaan awalnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PEMBATASAN MASALAH&lt;br /&gt;Pada tulisan ini akan membahas tentang berbagai macam-macam refrigeran yang digunakan dalam proses pendinginan termasuk juga sifat dan karakeristik dari masing-masing refrigeran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DASAR TEORI&lt;br /&gt;Refrigeran ada dua macam yaitu refrigeran primer dan sekunder. Adapun pengertian refrigeran primer adalah refrigeran yang digunakan dalam sistem kompresi uap. Dan refrigeran sekunder adalah cairan-cairan yang digunakan untuk membawa energi kalor bersuhu rendah dari satu lokasi ke tempat lain. Nama lain dari refrigersai sekunder adalah cairan anti beku atau brines (larutan garam). &lt;br /&gt;Ada tiga susunan utama refrigeran yang digunakan pada saat ini yaitu :&lt;br /&gt;1. Refrigerant fluorocarbon terhidrogenasi (HFC), yang terdiri dari hidrogen, fluorin, dan karbon.Karena mereka tidak menggunakan atom klor (yang digunakan dalam sebagian besar refrigerant) mereka dikenal sebagai salah satu yang paling merusak lapisan ozon kita.&lt;br /&gt;2. Terhidrogenasi klorofluorokarbon refrigeran (HCFC), yang terdiri dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon. Refrigeran ini mengandung jumlah minimal klorin, yg tidak merusak lingkungan karena berbeda dari refrigeran lain.&lt;br /&gt;3. Refrigerant chlorofluorocarbon (CFC), yang mengandung klorin, fluorin dan karbon. Refrigerant ini membawa jumlah kaporit yang tinggi sehingga dikenal sebagai refrigerant yang paling berbahaya untuk merusak lapisan ozon.&lt;br /&gt;Kadang-kadang refrigerant terdiri dari dua atau lebih senyawa kimia. &lt;br /&gt;Campuran ini terurai menjadi dua jenis yaitu Zeotropes dan Azeotropes. &lt;br /&gt;refrigeran campuran Zeotrope terutama terbuat dari tiga jenis refrigerant&lt;br /&gt;Dibawah ini ada beberapa jenis refrigeran yang biasa dipergunakan, antara lain :&lt;br /&gt;1. Udara&lt;br /&gt;Refrigeran ini sangat murah, tidak beracun dan tidak mudah terbakar. Koefisien prestasi rendah. Biasanya digunakan pada pesawat terbang.&lt;br /&gt;2. Carbon Dioksida (CO2)&lt;br /&gt;Senyawa ini tidak berwarna, tidak berbau dan lebih berat dari udara. Titik didihnya -78,5˚C, berat jenisnya 1,56 dan hanya dapat beroperasi pada tekanan tinggi sehingga pemakaiannya terbatas dan biasanya dipakai pada proses refrigerasi dengan tekanan per ton yang besar. &lt;br /&gt;3. Methil Clorida (CH3Cl)&lt;br /&gt;Berupa cairan tidak berwarna dan tidak berbau merangsang. Titik didihnya – 23,7 0F.&lt;br /&gt;4. Freon atau Cloro Fluoro Carbon (CFC)&lt;br /&gt;Freon merupakan refrigeran yang paling banyak digunakan dalam sistem pendingin. Bahan dasarnya ethane dan methane yang berisi fluor dan chlor dalam komposisinya. Karena mengandung unsur chlor refrigeran jenis ini mempunyai dampak penipisan ozon dimana akan berpengaruh negatif terhadap kehidupan makhluk hidup di bumi. Selain itu, juga berdampak negatif terhadap iklim, yaitu meningkatkan suhu rata-rata dan perubahan iklim global serta pencemaran udara.&lt;br /&gt;Spesifikasi freon yang biasa digunakan dalam pendinginan&lt;br /&gt;Nama Rumus Kimia Titik Didih (˚C)&lt;br /&gt;Freon – 11 CCl3F 23,8&lt;br /&gt;Freon – 12 CCl3F2 - 29,8&lt;br /&gt;Freon – 13 CClF3 - 81,4&lt;br /&gt;Freon – 21 CHCL2F 8,9&lt;br /&gt;Freon – 22 CHClF2 - 40,8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Uap Air&lt;br /&gt;Refrigeran ini paling murah dan paling aman. Pemakaiannya terbatas untuk pendingin suhu tinggi karena mempunyai titik beku yang tinggi, yaitu 0˚C. pemakaian utamanya untuk comfort air cionditioning dan water cooling.&lt;br /&gt;6. Hidrocarbon&lt;br /&gt;Dipakai pada industri karena harganya murah. Jenisnya butana, iso butana, propana, propylana, etana dan etylana. Semuanya mudah terbakar dan meledak.&lt;br /&gt;Berikut ini macam-macam nama kimia dari hidrokarbon :&lt;br /&gt;Ketentuan penomoran+ Nama kimia Rumus kimia&lt;br /&gt;50 Metana CH4&lt;br /&gt;170 Etana C2H6&lt;br /&gt;290 Propana C3H8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Amonia (NH3)&lt;br /&gt;Amonia ini digunakan secara luas pada mesin refrigerasi industri atau refrigerasi kapasitas besar. Titik didihnya kurang lebih - 33˚C. zat ini mempunyai karakteristik bau meskipun pada konsentrasi kecil di udara. Tidak dapat terbakar, tetapi meledak jika bereaksi dengan udara dengan prosentase 13,28 %. Oleh karena itu efek korosi amonia, tembaga atau campuran tembaga tidak boleh digunakan pada mesin dengan refrigeran amonia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Azetropes&lt;br /&gt;Merupakan campuran dari beberapa refrigeran yang mempunyai sifat berbeda. Jenis yang banyak dipakai :&lt;br /&gt;• Correne-7&lt;br /&gt;Yang terdiri dari campuran 73,8 % freon-12 dan 26,2% genetron 100.&lt;br /&gt;• Refrigeran-502&lt;br /&gt;Merupakan campuran dari 98,8 % freon-12 dan 51,2 % freon-115&lt;br /&gt;9. Larutan Garam (brine)&lt;br /&gt;Larutan garam (brine) juga digunakan untuk refrigeran misalnya untuk pendinginan lokasi lapangan es (ice skating rinks).&lt;br /&gt;9. Sulfur Dioksida (SO2)&lt;br /&gt;Berupa gas atau cairan yang tidak berwarna, sangat beracun dan berbau merangsang. Senyawa ini tidak mudah terbakar dan tidak mudah meledak. Dengan titik didih – 10,1˚C. &lt;br /&gt;9. Hydro Fluoro Carbon (HFC)&lt;br /&gt;HFC merupakan refrigeran baru sebagai alternatif untuk menggantikan posisi freon. Hal ini disebabkan karena refrigeran freon mengandung zat chlor (Cl) yang dapat merusak lapisan ozon. Sedangkan HFC terdiri dari atom-atom hidrogen, fluorine dan karbon tanpa adanya zat chlor (Cl).&lt;br /&gt;Macam-macam HFC dan pemakaiannya :&lt;br /&gt;• HFC 125 (CHF2CF3)&lt;br /&gt;Sebagai pengganti freon–115 / R115 untuk pendingin air.&lt;br /&gt;• HFC 134a (CH3CH2F)&lt;br /&gt;Merupakan alternatif pengganti freon-12 / R-12. tidak mudah meledak dan tingkat kandungan racun rendah, digunakan untuk pengkondisian udara, lemari es dan pendingin air.&lt;br /&gt;• HFC 152a (CH3CHF2)&lt;br /&gt;Sebagai pengganti freon-12 / R-12 digunakan untuk penyegaran udara, pendingin air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik Refrigeran &lt;br /&gt;Karena refrigeran merupakan bahan yang penting dalam proses refrigerasi, agar dapat menyerap panas (evaporasi) dan mengeluarkan panas (kondensasi) dengan baik. Karakteristik thermodinamikanya antara lain meliputi temperatur penguapan serta temperatur pengembunan dan tekanan pengembunan.&lt;br /&gt;Persyaratan refrigeran untuk unit refrigerasi adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;• Tekanan penguapan harus tinggi &lt;br /&gt;• Tekanan pengembunan yang tidak terlalu tinggi &lt;br /&gt;• Kalor laten penguapan harus tinggi &lt;br /&gt;• Volume spesifik (refrigeran) yang cukup kecil &lt;br /&gt;• Koefisisen prestasinya harus tinggi&lt;br /&gt;• Konduktifitas thermal yang tinggi&lt;br /&gt;• Viskositas yang rendah dalam fase cair maupun fase gas&lt;br /&gt;• Konstanta dielektrika dari refriegerasi yang kecil, tahanan listrik yang besar, serta tidak menyebabkan korosi pada material&lt;br /&gt;• Refrigerasi tidak boleh beracun dan berbau merangsang &lt;br /&gt;• Refrigerasi tidak boleh mudah terbakar dan meledak&lt;br /&gt;• Refrigerasi harus mudah didieteksi, jika terjadi kebocoran &lt;br /&gt;• Harganya tidak mahal dan mudah diperoleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;Dari semua uraian yang telah penulis sampaikan, dapat diambil beberapa kesimpulan :&lt;br /&gt;1. Setiap refrigeran mempunyai siafat dan karakter yang berbeda-beda, dan juga mempunyai kelebihan dan kekurangan &lt;br /&gt;2. Titik didih refrigeran sangat mempengaruhi dalam penyerapan kalor pada suatu ruangan. Apabila titik didih refrigeran tinggi maka kalor ruangan akan sulit diserap oleh refrigeran dan titik didih refrigeran yang rendah maka kalor ruangan dapat diserap oleh refrigeran.&lt;br /&gt;3. Kemampuan penyerapan kalor pada ruangan semakin besar apabila titik didih suatu fluida refrigeran semakin rendah. &lt;br /&gt;4. Dalam memilih refrigeran haruslah selektif mungkin agar tidak terjadi dampak yang merugikan pada lingkungan sekitar.&lt;br /&gt;5. Freon atau HFC mempunyai sifat yang dapat merusak lapisan ozon, oleh karena itu diciptakanlah HFC yang lebih ramah lingkungan dan tidak merusak lapisan ozon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://dc317.4shared.com/doc/dMb2SMEN/preview.html&lt;br /&gt;http://neozgx.blogspot.com/2011/02/macam-macam-gas-refrigerant.html&lt;br /&gt;http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/TM/article/view/3546&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-4417852833465799?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/4417852833465799/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=4417852833465799' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/4417852833465799'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/4417852833465799'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2012/01/refrigerant_6445.html' title='refrigerant'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-3195271658488031882</id><published>2011-08-20T12:52:00.001-07:00</published><updated>2011-08-20T12:52:06.187-07:00</updated><title type='text'>Gagal Itikaf</title><content type='html'>teringat Req Raharjo dulu Up date Status seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya di persamaan misterius cinta, alasan logis bisa ditemukan (a beautifull mind)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan sebelumnya pada abad ke-9, Ibn Hazm dalam puisinya mengatakan tentang cinta abadi, yakni tidak ada sebab untuk mencinta. jadi apakah sesuatu keabadian di dunia ini tidak logis? jika ia, tidak ada cinta yang abadi di dunia ini. mungkin juga karena manusia suka berpaling dari Alloh, tidak selamanya kita cinta kepadaNya. selalu ada setan yang menggoda kita, setanpun tidak abadi. Allahlah pemilik keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cinta menurut bagus takwim hanyalah seperti udara, datangnya membuat kita hidup, dan udarapun tak pernah abadi, selalu berubah bentuk sesuai dimana ia ada.. iya cinta memang tidak abadi, kalau ada seorang kekasih mengucapkan cintanya akan abadi sepanjang jaman, mungkin itu hanya impianya saja. kenyataan adalah sesuatu yang dapat difikirkan secara logis. dan cinta adalah pemersatu jiwa manusia dengan manusia lain (Ibnu Hazm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(gak jadi itikaf, malah nonton film A bautifull Mind, bisa-bisa ikutan Gila hahahaha) sepi... saor.. saor....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-3195271658488031882?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/3195271658488031882/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=3195271658488031882' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/3195271658488031882'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/3195271658488031882'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2011/08/gagal-itikaf.html' title='Gagal Itikaf'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-2356050241015069652</id><published>2011-07-10T01:24:00.000-07:00</published><updated>2011-07-10T02:18:51.904-07:00</updated><title type='text'>Antara Monumentalis dan Sekularisasi Di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/small/36424669.jpg" imageanchor="1" style="clear:right; float:right; margin-left:1em; margin-bottom:1em"&gt;&lt;img border="0" height="160" width="240" src="http://mw2.google.com/mw-panoramio/photos/small/36424669.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, saya pernah memainkan permainan tebak kata dengan teman sebaya saya. Salah satu pertanyaan dari tebak kata tersebut adalah, “Apakah bahasa arab dari lapangan yang besar?”. Tentu ketika saya masih kecil membenarkan jawabanya adalah Alun-alun. Kami tidak peduli apakah benar Alun-alun berasal dari bahasa arab atau hanya lelucon. Kemiripan pengucapan kata Alun-alun dengan logat ke-arab-an dari salah satu teman kami bernama Joko membenarkan persepsi kami waktu kecil. Persepsi pribadi saya tentang kata Alun-alun merupakan warisan kata dari generasi sebelum kami ada, dari bapak-bapak kami. Begitu juga dengan Alun-alun secara realita ada merupakan warisan arsitektur dari jaman sebelum penjajahan hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam buku “Encyclopedie van Nederlandsch Indie” (Paulus, 1917:31), terdapat penjelasan tentang ‘Alun-alun’ sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Di hampir setiap tempat kediaman Bupati, seorang kepala distrik di Jawa, orang selalu menjumpai adanya sebuah lapangan rumput yang luas, yang dikelilngi oleh pohon beringin di tengahnya. Lapangan inilah yang dinamakan ‘Alun-alun’. Di kota-kota bekas kerajaan kuno (seperti Surakarta dan Yogyakarta), mempunyai dua buah ’Alun-alun’, sebuah terletak di Utara Kraton dan sebuah lagi terletak disebelah Selatan Kraton. Di permukaan Alun-alun  tersebut tidak boleh ada rumput tumbuh dan diatasnya ditutup dengan pasir halus. Di bagian Selatan dari Alun-alun tersebut terdapat pintu masuk yang menuju ketempat kediaman Raja atau Bupati, dimana disana berdiri sebuah pendopo. Pegawai negeri atau orang-orang lain yang ingin bertemu dengan raja atau Bupati menunggu waktunya disana untuk dipanggil, jika Raja merestui untuk menerima kedatangan mereka. Oleh sebab itu pendopo tersebut kadang-kadang dinamakan juga Paseban (asal kata seba). Pada masa lampau di Alun-alun tiap hari Sabtu atau Senin (Seton atau Senenan) diadakan permainan Sodoran (pertandingan diatas kuda dengan menggunakan tombak yang ujungnya tumpul), atau pertandingan macan secara beramai-ramai yang dinamakan ‘rampog macan’. Pada waktu pertunjukan ini raja duduk di Siti Inggil, tempat yang paling tinggi dimuka pintu Kraton. Pada tempat-tempat Bupati terdapat panggung untuk melihat tontonan tersebut. Di Jawa Barat juga terdapat Alun-alun kecil di depan rumah kepala desa, tapi Alun-alun tersebut tidak dikelilingi oleh pohon beringin. Mesjid seringkali terdapat disebelah Barat dari Alun-alun”&lt;/i&gt; &lt;br /&gt;&lt;i&gt;(Mengutip tulisan di dalam jurnal  Handinoto (Staf Pengajar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra) yang berjudul “ALUN-ALUN SEBAGAI IDENTITAS KOTA JAWA, DULU DAN SEKARANG”.)&lt;/i&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman sebelum penjajahan Belanda, Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta atau Surakarta adalah tempat yang disakralkan. Dimana masuk dalam wilayah keraton yang dianggap homogen (sakral), yang teratur dan harus diatur. Di Alun-alun Utara inilah dilakukan upacara keagamaan (Grebek Maulud, Grebeg Sawal, dan Grebeg Besar). Pada saat upacara keagamaaan gamelan yang disebut dengan “Kyai Sekati” dan “Nyai Sekati” dimainkan di halaman Masjid Agung terletak di sebelah barat dari Alun-alun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alun-alun Lor berfungsi menyediakan persyaratan bagi berlangsungnya kekuasaan raja. Alun-alun Kidul berfungsi untuk menyiapkan suatu kondisi yang  menunjang kelancaran hubungan kraton dengan universum. Alun-alun Kidul dapat  juga melambangkan kesatuan kekuasaan sakral antara raja dan para bangsawan  yang tinggal disekitar Alun-alun.&lt;i&gt;(Mengutip tulisan di dalam jurnal  Handinoto (Staf Pengajar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Jurusan Arsitektur Universitas Kristen Petra) yang berjudul “ALUN-ALUN SEBAGAI IDENTITAS KOTA JAWA, DULU DAN SEKARANG”.)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;Pada jaman penjajahan Belanda Alun-alun sangat erat hubunganya dengan susunan pemerintahan yang dijalankan. Alun-alun dianggap sebagai monument kekuasaan. Dalam sistem pemerintahan kolonial, Jawa dibagi menjadi 3 Propinsi, 18  Karesidenan yang masing-masing dibawahi oleh soerang residen, serta 66  Kabupaten yang masing-masing dikuasi secara bersama oleh seorang Asisten, Residen (orang Belanda) dan seorang Bupati (Pribumi). Pada pusat kota  Kabupaten inilah dibakukan semacam lambang pemerintahan bersama antara  Asisten Residen dengan Bupati dalam bentuk phisik. Ujudnya adalah bentuk  phisik tradisional berupa rumah Bupati dengan pendopo didepannya. Di depan  rumah Bupati tersebut terdapat Alun-alun yang ditumbuhi oleh dua buah atau  kadang-kadang  sebuah pohon beringin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat Alun-alun yang tadinya sangat sakral bergeser menjadi ruang yang sangat merakyat. Hingga sekarang Alun-alun telah mengalami perubahan konsep dari bentuk fisiknya, walaupun bentuk fisiknya tidak banyak berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar Alun-alun Utara Keraton Surakarta sekarang terdapat tempat-tempat yang sering dikunjungi masyarakat. Pasar klewer di sebelah pojok selatan-barat, kios optik  di sebelah timur, kios buku-buku di utara sebelah barat arah masuk ke Alun-alun dari Jalan Slamet Riyadi, barang-barang pusaka seperti keris, tombak dan sebagainya di sebelah timur jalan tersebut. Semua tertata rapi membentuk ruang-ruang kota yang dinamis. Dari ruang-ruang ini, Alun-alun Utara dikepung keramaian yang merupakan ruang publik (public sphere) bagi masyarakat kota Solo. Tidak dengan Alun-alun Utara yang berada di tengah, sepi gersang dan hanya ramai pada momen-momen tertentu. Alun-alun Utara tertutup oleh pagar besi yang melingkari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Walikota Solo Joko Widodo merapikan daerah sekitar Alun-alun Utara, hampir seluruh bagian luar pagar dari Alun-alun tertempel dan tersebar pedagang kaki lima, kios-kios optik yang berjubel dengan pedagang pusaka dan stiker, dan penjual buku-buku yang mangkal sembarangan di pinggir jalanan. Sampai sekarang jikalau upacara keagamaan, Alun-alun Utara disulap menjadi pasar hiburan rakyat. Dari pedagang kaki lima yang berani memasang tenda di Alun-alun, tong setan, kemidi putar, penjual mainan, sirkus dan sebagainya. Kesakralan Alun-alun Utara hilang dalam balutan pedagang yang mengepungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kota Solo hingga saat ini masih melakukan penataan Alun-alun Utara dan area di sekitarnya. Pemkot Surakarta akan melanjutkan penataan kawasan Alun-alun Utara Keraton Kasunanan pada 2011 dengan tahap awal berupa sosialisasi kepada sejumlah pemangku kepentingan setempat (Kompas 23 Desember 2010). Meskipun demikian tidak mudah menjadikan Alun-alun utara dan area sekitarnya sebagai destinasi masyarakat lokal atau asing sesuai dengan monumentalisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian publik dalam arsitektur sebenarnya tidak merujuk pada aktivitas tertentu namun lebih kepada rasa, suasana, dan penerapan indera yang mempengaruhi kesan kepemilikan kepada sebuah locus. Ruang publik dalam arsitektur terjadi bila pada locus tersebut tercipta kesan kepemilikan yang terbagi merata pada setiap subyek pengguna di sana. Kepemilikan yang dimaksutkan adalah dalam konteks psikologis.&lt;i&gt;(David Hautama. Dikutip dari; Ruang Publik Dalam Arsitektur, Ruang Publik, Kanisius 2010)  &lt;/i&gt;Dalam hal ini setiap orang yang berkunjung ke Alun-alun utara dan sekitarnya tidak hanya menikmati fasilias yang nantinya akan disediakan oleh Pemkot Surakarta, tapi dengan adanya Alun-alun Utara menjadikan penguatan atas rasa cinta kebudayaan yang sama.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-2356050241015069652?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/2356050241015069652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=2356050241015069652' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/2356050241015069652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/2356050241015069652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2011/07/antara-monumentalis-dan-sekularisasi-di.html' title='Antara Monumentalis dan Sekularisasi Di Alun-Alun Utara Keraton Kasunanan Surakarta'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Kauman, Surakarta, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-7.573023566065244 110.82943400537113</georss:point><georss:box>-7.5781635660652436 110.82157500537113 -7.567883566065244 110.83729300537112</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-622263486088702051</id><published>2011-04-24T09:40:00.001-07:00</published><updated>2011-04-24T09:40:23.202-07:00</updated><title type='text'>sisi sedih yang indah</title><content type='html'>Ini tulisan tentang kesedihan dan keindahan dalam kesedihan. Di dalam tulisan ini nantinya berupa kupasan tentang sebuah rasa sedih yang bergejolak. Gejolak-gejolak itu jika kita cermati merupakan sabda dari sang Maha Kuasa kepada kita untuk mengilhami kehidupan yang telah diberikanya. Belajar dari sebuah kesedihan bukan berarti belajar dari kesalahan dan kenistaan akan hidup kita. Belajar kesedihan sekali lagi saya tekankan adalah belajar akan sabda-sabda tuhan yang teranugrahkan. Kesedihan tidak selamanya hal yang buruk untuk didapati. Karena kesedihan selalu mendampingi kesenangan, keceriaan dan sekutu-sekutunya. Yang berarti tanpa kesedihan tidak akan ada kesenangan dan sekutunya. Yang didapati hanyalah kehampaan dalam hidup. Kehampaan sama halnya sebuah isi yang mengambang tanpatujuan pasti. Gerakanya tidak dinamis ataupun statis, jangan dibayangkan. Membayangkan kehampaan adalah hal yang sia-sia saja. Berawal dari hal tersebut munculah keindahan yang pertama dari kesedihan. Yaitu kesedihan tidak menjadi hal yang sia-sia untuki dapat kita bayangkan. Kehadiranya justru akan memancing keindahan dalam kesedihan. Sesedih apa yang dapat kamu bayangkan maka seindah kamu menampilkan kesedihan dalam bayanganmu.&lt;br /&gt;Jarang sekali orang yang dapat menampilkan kesedihanya dalam bayanganya berulang kali. Maka sukurilah, karena itu sebuah keindahan. Sekali lagi tidak sembarang orang bisa mengahadirkan kesedihan sendiri dengan baik. Kebanyakan umumnya, mereka dapat menghadirkan kesedihan karena faktor dari luar. Dan percayalah jika kamu dapat menghadirkan kesedihan dalam dirimu sendiri, kemudian kamu dapat menghadirkan keindahan dalam dirimu sendiri tanpa faktor dari luar kecuali dirimu sendiri. Percayalah bahwa keindahan dari kesedihan abadi telah kau dapati. Sekali lagi yakinlah dengan segenap jiwa dan ragamu. hanya satu sebutan untuk orang seperti itu. Orang yang sangat luat biasa. Orang yang tenggelam dalam kesedihan abadi dan keindahan abadi. Dan selamat anda adalah orang  gila. Orang yang tidak waras. Selamat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-622263486088702051?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/622263486088702051/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=622263486088702051' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/622263486088702051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/622263486088702051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2011/04/sisi-sedih-yang-indah.html' title='sisi sedih yang indah'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-3485178638179353156</id><published>2011-01-24T15:56:00.001-08:00</published><updated>2011-01-24T15:56:21.876-08:00</updated><title type='text'>Tersesat</title><content type='html'>Kadang kita harus tersesat dalam sebuah perjalanan hidup. Disaat tersesat itulah sebenarnya kita menambahkan pengalaman menarik dari kehidupan kita. Aku pernah mengalami beberapa kebingungan ketika tersesat. Yang paling dekat dan barusan aku alami adalah ketika aku touring bersama teman-temanku se-organisasi kampus ke Purworejo. Di Purworejo aku murni bingung arah Logikaku kalah dengan imajiku. Yang tadinya aku kira itu arah barat, sebenarnya itu arah timur dan sebaliknya untuk semua arah mata angin yang aku kenal. Melihat matahari-pun tak yakin kalau dia bangun dari arah timur, dan pada sebuah perjalanan mencari salah satu rumah sahabat baruku di Purworejo, kami tersesat dua kali ke pemakaman.&lt;br /&gt;Sebenarnya kami punya navigator disana, yaitu salah satu teman kami yang juga asli orang Purworejo. Tapi maklumlah si navigator hanya mengandalkan sms untuk mencari alamat rumah sahabat baru.&lt;br /&gt;Yang paling aku ingat dari ketersesatanku waktu itu adalah jalan tanjakan kemudian belok kanan. Alhasil dua kali sesuai dengan sms kutemukan dua tanjakan yang berujung batu nisan dan tanpa ada yang dinamakan belokan ke kanan.&lt;br /&gt;Secara sederhana ketersesatan waktu itu meninggalkan bekas yang kuat di Purworejo, pengalaman.&lt;br /&gt;  Untuk saat ini aku masih ingin bersukur atas salah satu nikmat yang telah diberikan Yang Maha Kuasa atas nikmatnya, "keteresatan".&lt;br /&gt;Tapi yang paling aku suka jika aku tersesat adalah aku tahu jalan pulang, dan sampai pada tujuan awal. Walau sebenarnya sangat susah untuk menemuka tujuan awal, tapi aku yakin bisa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-3485178638179353156?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/3485178638179353156/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=3485178638179353156' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/3485178638179353156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/3485178638179353156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2011/01/tersesat.html' title='Tersesat'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-7586762549765177904</id><published>2010-12-25T00:31:00.000-08:00</published><updated>2010-12-25T01:11:36.001-08:00</updated><title type='text'>haji</title><content type='html'>Secara bahasa haji berarti menyengaja sedangkan secara istilah adalah menyengaja pergi ke baitulkharam untuk melaksanakan amalan tertentu. pada waktu tertentu bagi orang yang mampu melalakukanya.&lt;br /&gt;haji adalah rukun ke-5 dari rukun islam yang diwajibkan oleh Allah SWT kepada setiap orang yang sudah dewasa dan mampu.&lt;br /&gt;firman Allah SWT tentang haji. perhatikan firman Allah SWT dalam surat Al-imron ayat 96 dan 97.&lt;br /&gt; إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia [214]. [214] Ahli kitab mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berada di Baitul Maqdis, oleh karena itu Allah membantahnya.(Q.S. Al Imron 96)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فِيهِ آَيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آَمِنًا وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim [215]; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah [2l6]. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. [215] Ialah: tempat Nabi Ibrahim a.s. berdiri membangun Ka’bah. [216] Yaitu: orang yang sanggup mendapatkan perbekalan dan alat-alat pengangkutan serta sehat jasmani dan perjalananpun aman.(Q.S. Al-Imron 97)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan dalam surat al hajj{22} ayat 26,27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَإِذْ بَوَّأْنَا لِإِبْرَاهِيمَ مَكَانَ الْبَيْتِ أَنْ لَا تُشْرِكْ بِي شَيْئًا وَطَهِّرْ بَيْتِيَ لِلطَّائِفِينَ وَالْقَائِمِينَ وَالرُّكَّعِ السُّجُودِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumahKu ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.(Q.S. Al-Hajj ayat 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus [985] yang datang dari segenap penjuru yang jauh, [985]. “Unta yang kurus” menggambarkan jauh dan sukarnya yang ditempuh oleh jemaah haji.(Q.S. Al-hajj Ayat 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di sampaikan oleh Ust. Zainal Ahmad pada kajian rutin gelombang dua di manang tanggal 24 Desember 2010&lt;br /&gt;di terbitkan pula di http://mtacabangmanang.blogdetik.com/?p=7&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-7586762549765177904?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/7586762549765177904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=7586762549765177904' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7586762549765177904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7586762549765177904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2010/12/haji.html' title='haji'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-5254235417337331247</id><published>2010-12-01T11:45:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T11:55:49.294-08:00</updated><title type='text'>Lokananta, Di bawah Bayang-bayang Ketidakberdayaan Pengelolaan</title><content type='html'>Tampak dari luar, hanya halaman yang sebagian tak terurus, dengan rumput memanjang bebas hingga setinggi lutut orang dewasa, semakin menambah kesan kurang terawat tempat ini. Sepintas, tak terlihat kalau bangunan di baliknya ternyata menyimpan aset budaya berharga. Di tanah seluas 21.150 meter persegi yang terletak di jalan Jend. Ahmad Yani Solo inilah, berdiri kokoh bangunan yang memiliki nilai sejarah tinggi. Tempat itu menjadi saksi bisu lahirnya maestro-maestro musik legendaris Indonesia seperti Gesang, Waldjinah, dan Bing Slamet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan tersebut dulunya bernama Pabrik Piringan Hitam Lokananta, yang dioptimalkan sebagai Pabrik Piringan Hitam Jawatan Radio Kementerian Republik Indonesia. Berdiri pada tanggal 29 Oktober 1956 dan diresmikan oleh Menteri Penerangan R.I. kala itu, Soedibyo. Selang lima tahun, pemerintah mengubah status Lokananta menjadi Perusahaan Negara (PN). Seiring tuntutan zaman, tahun 1993 Lokananta pun beralih menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Namun karena kondisi perusahaan yang terus terpuruk, pemerintah pun melikuidasinya pada tahun 2001. Setelah keputusan tersebut, status perusahaan rekaman musik pemerintah yang pertama ini berubah menjadi Perum Percetakan Negara Republik Indonesia (Perum PNRI) Cabang Surakarta hingga sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi kerja Lokananta terus mengalami penyesuaian seiring dengan pergantian generasi pemimpinnya. Pada awalnya, Lokananta merekam dan memproduksi piringan hitam. Dalam sejarahnya, Lokananta erat hubungannya dengan RRI. Dikarenakan Lokananta berdiri atas prakarsa Direktur RRI Jakarta yang pernah menjadi kepala RRI Surakarta. Tujuan pendirian Lokananta waktu itu untuk memenuhi kebutuhan bahan siaran RRI di seluruh Indonesia. Setelah menjadi Perusahaan Negara, tugas Lokananta adalah menggali, membina, melestarikan, dan menyebarluaskan kesenian dan kebudayaan nasional. Namun pada tahun 1972, Lokananta mulai berhenti memproduksi piringan hitam dan digantikan dengan kaset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diangkatnya Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia pada tahun 1999 yang melikuidasi Departemen Penerangan, berbuah ketidakjelasan status Lokananta. Kondisi tersebut memberikan pengaruh terhadap jumlah pegawai yang awalnya 80-an hingga sekarang hanya tersisa 21 pegawai. "Kebanyakan dari mereka kembali ke RRI atau instansi awal,” jelas H Pendi Heryadi, pimpinan Lokananta sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Koleksi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Nama Lokananta memang identik dengan berbagai koleksi yang berhubungan dengan musik. Tempat ini pun memiliki ruang-ruang khusus yang menyimpan banyak aset kebudayaan. Di salah satu ruang gedung, terdapat tempat penyimpanan master-master lagu kebudayaan, gending-gending, dan pidato kenegaraan pada masa Bung Karno. Kesemuanya tersusun rapi  dalam beberapa almari dengan kejelasan tanggal dan waktu produksi pada tiap-tiap almari. Piringan-piringan hitam pun ditempatkan pada ruangan tersendiri dan ditata dalam rak kayu berjajar. Diletakkan pula bubuk kopi di setiap tengah rak untuk perawatan sampul-sampul piringan hitam yang terbuat dari kertas. &lt;br /&gt;Tidak jauh dari ruang penyimpanan piringan hitam, terdapat museum mini. Di dalamnya tersimpan banyak memorabilia antik seperti mesin putar piringan hitam tahun 1970, equalizer tahun 1960, reverberation tahun 1960, alat ukur osciloscape tahun 1960, mixer audio tahun 1960, echo amplifier tahun 1960, mesin pemotong pita, hingga pengganda kaset tahun 1960. Lirik lagu Indonesia Raya dalam tiga versi yang berbeda, jenis model dan bahan piringan hitam, produk-produk Lokananta dan beberapa microphone untuk rekaman jaman kejayaan Lokananta dahulu juga masih tersimpan rapi di sini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat pula sebuah studio rekaman yang terletak di utara gedung kantor. Studio ini adalah studio ketiga yang dimiliki oleh Lokananta. Studio yang pertama adalah studio tempat rekaman lagu Bengawan Solo oleh alm.Gesang, terletak di selatan pintu masuk gedung kantor. Dan studio kedua terletak di timur studio ketiga. Akan tetapi, yang masih berfungsi sekarang hanyalah studio ketiga. Studio pertama sudah menjadi ruang penyimpanan arsip-arsip penting kantor, dan studio kedua rencananya akan difungsikan kembali untuk studio musik. Di dalam studio ketiga atau studio rekaman utama sekarang, masih tersimpan seperangkat gamelan yang mengilhami nama Lokananta, Gamelan Lokananta. Gamelan ini konon dapat berbunyi sendiri tanpa penabuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Perkembangan Lokananta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sebelum Dinas Penerangan dilikuidasi, mesin-mesin pembuat piringan hitam Lokananta masih ada. Namun setelah itu, keberadaannya malah berangsur-angsur tiada. Praduga yang paling besar adalah akibat tidak adanya jaminan kesejahteraan karyawan Lokananta di era tersebut. Hal ini berdampak kepada kebijakan area Lokananta sekarang yang tidak sesuai dengan tujuan awal didirikannya. Akhir-akhir ini, Lokananta memang getol untuk melakukan alih fungsi lahan. Pengalih fungsian lahan Lokananta sejauh ini berupa lapangan futsal, penyewaan Kantor Pos, dan penyewaan gudang kertas dan kardus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak menutup kemungkinan jumlah alih fungsi lahan ini bakal bertambah seiring dengan ijin dari pihak PNRI Pusat. Dengan pemasukan dari pengalih fungsian lahan ini, keberlangsungan hidup Lokananta berikut para karyawannya dapat terjaga sampai sekarang. Perlu diketahui, sumber dana operasi Lokananta sebelumnya hanya berasal dari produksi ulang rekaman lama dalam bentuk kaset dan VCD, serta jasa rekaman yang tidak tentu waktunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah pendanaan merupakan masalah yang selama enam tahun terakhir menjadi momok Lokananta. Setiap kebijakan yang diambil oleh pimpinan Lokananta bukan merupakan sebuah kebijakan yang gampang untuk direalisasikan, harus dengan persetujuan Perum PNRI Pusat mengingat Lokananta berada dibawah Perum PNRI. Sederhananya, bahwa setiap pimpinan Lokananta hanya bertugas untuk menjaga Lokananta. Kewenangan pimpinan Lokananta merupakan keberanian pimpinan dalam kebijakanya untuk Lokananta. Seperti halnya pengalih fungsian gudang untuk lapangan futsal. Karena dampaknya bagus dan memberikan kontribusi luar biasa kepada Lokananta, maka pimpinan pusat pun mengacungi jempol. Akan tetapi, jika ternyata kebijakan pimpinan Lokananta membuat Lokananta merugi, maka pimpinan pusat siap meminta pertanggung jawaban atas keberanian kebijakan tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, tahun ini Lokananta tengah merilis studio musik rekaman kecil untuk band-band indie. Penggarapanya sudah hampir selesai. Lokananta memang berusaha mempopulerkan diri kepada masyarakat muda Kota Solo, dan inilah salah satu langkahnya. Lokananta juga mempunyai sekolah musik walaupun belum maksimal penggarapannya. Sekolah musik sekarang sementara hanya untuk olah vokal. Meskipun demikian, perangkat musik lainnya seperti drum, gitar, dan bas telah tersedia.&lt;br /&gt;Selain kemegahan bangunan di dalamnya, studio Lokananta juga terkenal dengan kualitas rekaman yang menjanjikan. “Tahun lalu puas, operator bekerja sama dengan baik, hasil oke,” papar Rizka Dwipayani Setiyakso, SE, Msi, Kepala Sekolah Play Group dan TK Al-Qur’an Terpadu Bintangku Surakarta. Sudah dua tahun Rizka rekaman untuk kenang-kenangan kelulusan. Rizka  berharap tahun depan dapat rekaman kembali di Lokananta. Ia juga menghimbau agar setiap orang melihat Lokananta bukan dari luarnya saja. Menurutnya, banyak potensi terpendam yang dimiliki Lokananta yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lokananta bisa dikatakan sedang bangkit dari sebuah mati suri. Berusaha terus eksis dengan berbagai halangan dan rintangan. Tentu hal tersebut tidak bisa dilakukan oleh pihak Lokananta sendiri.  Bapak H. Pendi Heryadi menyebut masa sekarang ini sebagai masa–masa konsolidasi Lokananta. ”Pihak Lokananta berkonsolidasi dengan berbagai pihak baik dari pemerintah maupun investor-investor swasta yang peduli terhadap budaya bangsa untuk menggalang dukungan terutama dukungan materi. Dukungan semua lapisan masyarakat pun juga diperlukan untuk bangunnya Lokananta dari mati suri. Inilah momentum yang tepat untuk kebangkitan Lokananta,” tandasnya lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lokananta sebagai Kotak Budaya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Boleh disebut, Lokananta adalah bahan siap dan instan yang potensial bagi kelengkapan budaya kota Solo. Namun kenyataannya sekarang, Lokananta seolah-olah menjadi dokumen yang mati. Ini berawal dari Lokananta yang tidak bisa bersaing ketika piringan hitam tergeser oleh kaset pita. Pengamat Sejarah dari UNS, Drs. Soedarmono SU., berpendapat bahwa Lokananta akan tetap mati suri jika tidak ada ide kreatif yang penuh dengan gebrakan. Misalnya menjual piringan hitam kecil dengan mesin pemutar pringan hitam layaknya pemutar CD mini era sekarang, yang mudah dibawa kemana pun dan praktis. Tentu siapa yang tak rindu dengan piringan hitam? Jika sebelumnya bisa mempelopori piringan hitam, mengapa Lokananta tidak bisa menjadi pelopor untuk industri kaset pita dan CD? Padahal industri rekaman merupakan pendokumentasian layaknya arsip nasional. ”Mentalitas dagang Lokananta tidak punya, manajemen tolol, perusahaan negara dibesar-besarkan,” kritiknya menyinggung kondisi Lokananta sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Waldjinah, penyanyi gending Jawa dan keroncong yang memiliki suara merdu nan-empuk, berharap agar Lokananta akan selamanya ada. Tidak hanya sekali beliau rekaman di Lokananta, bahkan puluhan suara emasnya terekam di Lokananta. Beliau pun merasa bangga telah dibesarkan oleh Lokananta. ”Kalau bisa setiap orang yang pernah rekaman di Lokananta merasa bangga pernah rekaman di Lokananta,” papar Ibu Waldjinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala pro dan kontra yang menyertai, tak dapat ditampik bahwa Lokananta mempunyai banyak PR besar. Sebagai pelopor industri rekaman di tanah air, sudah selayaknya Lokananta lebih dikenal luas di tengah masyarakat. Untuk ke depannya, Lokananta harus lebih serius mengembangkan potensi-potensi yang ada. Promosi yang baik juga menjadi faktor penting dalam bangkitnya Lokananta. Harapan untuk menjadikan Lokananta sebagai ”kotak budaya” yang dikenal dan bermanfaat bagi masyarakat semoga tak menjadi impian kosong semata.  &lt;br /&gt;=hudzaifah+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tulisan ini telah di terbitkan di majalah lpm kentingan uns edisi ke-17 tahun 2010 pada rubrik bentara&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-5254235417337331247?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/5254235417337331247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=5254235417337331247' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/5254235417337331247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/5254235417337331247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2010/12/lokananta-di-bawah-bayang-bayang.html' title='Lokananta, Di bawah Bayang-bayang Ketidakberdayaan Pengelolaan'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-6409512175458218781</id><published>2010-10-11T07:13:00.000-07:00</published><updated>2010-10-21T09:39:38.198-07:00</updated><title type='text'>Mainan Yang Terlupakan Dan Tetap Eksis</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/TMBshJiXJpI/AAAAAAAAAGo/9OW3-1bWuzc/s1600/IMG_1331.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/TMBshJiXJpI/AAAAAAAAAGo/9OW3-1bWuzc/s320/IMG_1331.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5530539659162494610" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mainan adalah suatu benda atau barang yang bisa memuaskan nafsu bermain anak-anak pada umumnya. Bahkan tidak hanya usia anak-anak yang menyukai mainan. Remaja, orang tua, hingga lapisan lansia menyukai mainan. Dari yang berwujut benda fisik dan nyata ataupun yang bersifat maya. Semua mainan memberikan rasa kesenangan yang tanpa bisa diprediksi batas kepuasan yang diberikanya.&lt;br /&gt; Di dalam istilah bahasa jawa dikenal dengan kata dolanan, sekarang lebih familiar dengan kata game. Dolanan sekarang dianggap sebagai sebuah kegiatan menyenangkan yang primitif, tidak maju, ndeso, dan katrok. Lebih gaul jika dengan mengatakanya dengan sebutan game. Tapi pada dasarnya tetap saja mainan, sesuatu yang bisa dimainkan dan memberikan kesenangan.&lt;br /&gt; Sudah selazimnya, mainan berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi dan informasi. Dahulu permainan seperti dakon, kapal-kapalan minyak sangat digemari anak-anak. Kemudian permainan orang-orangan dari kertas yang dimainkan layaknya sebuah keluarga, atau orang-orangan dari plastik bertema tokoh pahlawan atau superhero. Tapi sekarang, anak-anak cenderung lebih senang memainkan sesuatu di dalam layar datar dengan pengendali berentetan huruf, angka, dan simbol-simbol khusus yang terkemas dalam keyboard dan benda sebentuk telapak tangan untuk mengarahkan, katakanlah sebuah mouse. The Simp misalnya, telah menghipnotis secara halus seorang hingga lupa akan segala aktifitas pokoknya. Waktu, tugas sekolah, bahkan makan. Tentu cara memainkan maianan era sekarang berbeda dengan mainan terdahulu.&lt;br /&gt; Kemeriahan dunia modern lama-kelamaan mengikis bahkan memendam sedikit demi sedikit ingatan kita kepada mainan-mainan terdahulu. Kita sudah mengganggap mainan terdahulu dengan istilah yang memojokkan kepada hal yang bersifat primitif dengan sebutan tradisional. Tradisional merujuk kepada proses yang lama, bertele-tele dan cocok untuk generasi tua saja. Generasi tua yang masih melekat kepadanya kekolotan akan tradisi dan harus dilakukan dengan perlahan dan dengan penuh kesabaran. Kemodernan memeberikan kepraktisan, cepat, dan sebenarnya lebih kepada manfaat efektif dan efisien. Maian sekarang lebih cocok dikatakan sebagai mesin. Karena mesin adalah segala sesuatu yang dapat mempermudah kerja manuasia. Mainan sebagai mesin pemuas kesenangan, mesin pelampiasan kesalahan dan masalah, pendobrak kreativitas atau kekonyolan, pendidikan atau bahkan penyesatan, penghabisan waktu dan biaya, juga sebagai penghasilan baru. Mesin-mesin mainan memberikan berbagai tantangan dan kesenangan yang berbeda dan lebih lama dari mainan terdahulu.&lt;br /&gt; Tapi tidak menjadi hal yang seratus persen benar, permainan jaman dahulu memberikan rasa bosan yang cepat. Terbukti dengan adanya pedagang maian jaman dahulu yang hingga sekarang masih saja mngais rejeki dengan menjual mainan-maian jaman dahulu pada momen-momen khusus, seperti pasar malam di Alun-alun Utara Keratin Kasunanan Surakarta ketika sekaten tiba. Mereka tidak merasa jera menjual maian- mainan jaman dahulu yang telah kita pojokkan kepada keprimitifan. Terjual habis atau tidak, mereka akan berjualan di sekaten tahun depan. Mainan-mainan yang terjualpun tidak menjadi mainan yang basi, dan kembali terlupakan ketika sekaten selesai.&lt;br /&gt; Sayang, mainan itu terlupakan kembali. Jarang ada toko mainan yang mengingatkan kita akan mainan terdahulu. Yang ada hanyalah mesin-mesin mainan. Tidak susah menemukan mesin-mesin mainan di hutan keramaian kemodernan. Di supermarket, pasar, gamezone, toko mainan, rental, semua terdapat mesin-mesin mainan. Mesin-mesin mainan dipasarkan lewat online, dinikmati lewat online-pun bisa. Sedangkan mainan terdahulu, ditemukan di toko mainan-pun jarang yang menyediakan, apalagi dipasarkan secara online. Bagaimana kita bisa mengingat mainan-maian jaman dahulu? Kalau tidak ada sekaten, yang di dalamnya masih ada pedagang-pedagang yang tidak mau jera menjual mainanya. Jika hewan dapat punah, apakah mainan juga dapat punah? Lantas bagaimanakah kepunahanya? Hanya kata tradisional yang menyelematkan mainan tersebut untuk dapat eksis hingga sekarang. Yang sebenarnya dengan perlahan memojokkan mainan terdahulu untuk perlahan kita lupakan.&lt;br /&gt;hudzaifah&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-6409512175458218781?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/6409512175458218781/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=6409512175458218781' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/6409512175458218781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/6409512175458218781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2010/10/mainan-yang-terlupakan-dan-tetap-eksis.html' title='Mainan Yang Terlupakan Dan Tetap Eksis'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/TMBshJiXJpI/AAAAAAAAAGo/9OW3-1bWuzc/s72-c/IMG_1331.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-502701208311359556</id><published>2010-10-10T14:00:00.000-07:00</published><updated>2010-10-10T14:09:39.549-07:00</updated><title type='text'>status FB</title><content type='html'>otak ku tak ber AC&lt;br /&gt;tak kudapati kesejukan didalamnya&lt;br /&gt;memang tak terbingkai&lt;br /&gt;tak semilir angin yang ada&lt;br /&gt;hampa juga tidak, sesak jelas&lt;br /&gt;...dan panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau sekali lagi membuatku terpesona, setelah itu muak.&lt;br /&gt;dari perjalananku hingga kini&lt;br /&gt;kembali ke awal dimana aku ada&lt;br /&gt;titik awal perjalanan ku ini, rumah&lt;br /&gt;menjadi awal kelahiran kembali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diam dalam kediaman&lt;br /&gt;gelap sunyi teman sejati&lt;br /&gt;bungkam dan hanya berusaha menyimak dengan kesemua indra.&lt;br /&gt;Smaksimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa aku tampak seperti orang yang mudah menyerah?&lt;br /&gt;apa aku tampak orang yang selalu patah semangatz?&lt;br /&gt;apa aku tampak seperti orang yang minta dikasihani?&lt;br /&gt;lupakan pertanyaanmu, dan ingatlah&lt;br /&gt;aku adalah seorang yang menyembunyikan dirinya.&lt;br /&gt;ingatlah itu, &lt;br /&gt;dan bacalah sejarah namaku tertulis dalam buku-buku kun...o&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehe lucu juga status-statusku&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-502701208311359556?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/502701208311359556/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=502701208311359556' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/502701208311359556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/502701208311359556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2010/10/status-fb.html' title='status FB'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-6771465126483574870</id><published>2010-08-30T09:06:00.000-07:00</published><updated>2010-08-30T09:23:16.864-07:00</updated><title type='text'>hidup berpasangan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/THvZuTY9ZoI/AAAAAAAAAGY/uXEIE7SCH7U/s1600/gndeng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 220px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/THvZuTY9ZoI/AAAAAAAAAGY/uXEIE7SCH7U/s320/gndeng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5511237958520104578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;hehehehehe&lt;br /&gt;aku ada bingkisan nich, buat kawan kawanku , mungkin sebagian inti sudah pernah membaca, tapi nggak apa-apa, dibaca saja. atau mungkin seperti biasa tidak sependapat dan menyanggah. baguslah.&lt;br /&gt;begini judulnya : analisis hidup berpasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua berawal dari ketidaktahuan, dan dengan membaca situasi kita menjadi tahu akan informasi yang terejawantahkan di sekeliling kita. Salah satunya adalah rahasia kosmik penciptaan manusia, mengapa manusia diciptakan saling berpasangan. Ini hanyalah hasil pemikiran saya pribadi yang melibatkan lingkungan sekeliling saya hidup. Baik dari benda yang diberkahi ruh, ataupun tidak sama sekali.&lt;br /&gt;Manusia diciptakan saling berpasangan oleh sang pencipta ada berbagai macam maksut dan tujuan Ilahi. Pada awalnya manusia diberikan sebuah hati, yang bertujuan agar manusia dapat merasakan. Inilah indra ke enam yang manusia tidak pernah sadar akan keberadaanya. Indra ini sangatlah peka terhadap berbagai macam rangsangan dari luar dan dari dalam. Semua rasa dapat berinteraksi di tempat ini. Suka, benci, dendam, sayang, puas, ragu, sakit, cinta, bahagia, dan lain sebagainya. Kesemua hal itu dapat digolongkan menjadi dua tipe, yaitu perasaan positif dan perasaan negative. Dimana dari hal inilah masa depan generasi berkembang. Jika perasaan positif yang dibawa dan dipelihara, maka akan membawa kepada sebuah kejayaan, begitu pula sebaliknya perasaan negative yang terbawa maka akan mengarahkan kepada kehancuran kosmik.&lt;br /&gt;Suka adalah awal dari sebuah perasaan yang membawa manusia hidup berpasangan, dimana ada yang mengatakan bahwa suka adalah adalah keegoisan diri sendiri dan suka memiliki banyak tingkatan dan prioritas. Orang yang suka masih sangat labil, dan sangat berambisi untuk mencapai kepuasan yang diharapkanya. Karena secara normal manusia akan menyukai manusia lainya, baik sesama jenis ataupun berlainan jenis. kewajaran jika manusia menyukai manusia yang berlainan jenis untuk melestarikan populasinya.&lt;br /&gt;Sedikit demi sedikit manuasia akan menjadi sayang terhadap apa yang disukainya. Ini adalah perasaan tingkat lanjut yang akan dialami manusia jika terus menerus suka. Manusia akan berusaha memberi perlindungan dan menerima berbagai kemungkinan yang akan dihadapi terhadap pasanganya agar dapat berbahagia, bersama ataupun tidak. Sedikit lebih ekstrim jika mengatakan tidak, hal ini dapat saja terjadi, misalnya orang tua yang sangat menyayangi buah hatinya, dia merawat membesarkan hingga menuju kedewasaan bagi si anak. Alhasil si anak dibawa atau membawa pergi manusia lain, dan orang tua akan tetap menyayangi buah hatinya.&lt;br /&gt;Tibalah pada sebuah kata cinta, cinta memang sangat membingungkan bagi yang masih membingungkanya. Saya tidak akan memberikan penjelasan yang nantinya membuat kebingungan. Energy terbersebar di alam raya, seperti layaknya hukum kekekalan energi, yaitu energy tidak dapat dimusnahkan dan energy tidak dapat diciptakan oleh mahluk. Cinta merupakan sebuah peralihan energy positif dalam diri yang diperoleh dari lingkungan disekitarnya. Pasangan hiduplah yang menarik energy itu dengan berbagai kemungkunan yang dapat membuatnya terjadi. Berkat cinta dunia dapat terasa damai, aman,dan nyaman, kemudian menuju sebuah kebahagiaan. Sebenarnya ada berbagai macam devinisi tentang cinta, akan tetapi perbuatan akibat cinta akan tetap sama yaitu tidak akan membawa kepada luka bagaimanapun keadaanya.&lt;br /&gt;Sering kita menyaksikan berita di berbagai media, banyak kasus perceraian dalam ikatan rumah tangga, yang paling mendominasi adalah para entertainment. Atau mungkin taman dekat-dekat kita yang sering putus berpacaran. Pada awalnya semuanya berharap akan sebuah cinta abadi dan hidup bersama hingga akhir hayat. Bahagia yang mereka cari kadang terbuntukan oleh hal-hal sepele yang menimbulkan saling ketidakpercayaan. Kemudian pasrah dengan kata takdir. Memang ketetapan Sang pencipta akan takdir benar adanya, takdir dimasa terdahulu, sekarang dan dimasa depan. Dan Sang pencipta memberi kelonggaran untuk merubah takdir setiap mahluknya. Kemudian istilah keajaiban datang. Keajaiban dapat terjadi jika kita percaya akan keajaiban. Manusia yang berpasangan dengan manusia lainya atas dasar kepercayaan akan cinta (peralihan energy) akan sangat susah sekali dipisahkan kecuali dengan fitnah. Karena hal yang paling kejam di dunia ini adalah fitnah.&lt;br /&gt;Pegang erat pasanganmu, jangan biarkan lepas sedikitpun, hehehehehe dan berilah sedikit ruang agar dia merasa bergerak dengan bebas menuju asa dan cita-citanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hehehehehe&lt;br /&gt;jadi ingin tertawa nich kawan. good luck* &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-6771465126483574870?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/6771465126483574870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=6771465126483574870' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/6771465126483574870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/6771465126483574870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2010/08/hidup-berpasangan.html' title='hidup berpasangan'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/THvZuTY9ZoI/AAAAAAAAAGY/uXEIE7SCH7U/s72-c/gndeng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-7773912695694482365</id><published>2010-08-25T09:32:00.000-07:00</published><updated>2010-08-25T09:41:02.371-07:00</updated><title type='text'>ucapku selamat yang mungkin telat kawan</title><content type='html'>waktu itu aku masih tertidur pulas. sebelumnya aku pulang kerumah jam dua pagi, udara masih terasa dingin ditambah tetesan sisa-sisa air hujan dari dedaunan yang jatuh mengenai tubuhku. menambah dinginya pagi itu. pintu rumahpun tanpa harus mengetuknya sudah terbuka, segera aku memasuki rumah dan membantu orang tuaku mempersiapkan menu untuk sahur. memilih sayur dan selanjutnya aku makan sahur awal waktu. rasa kenyang kudapatkan, dan kudapatkan bonus dari rasa kenyang itu adalah sebuah rasa kantuk yang berat. aku memang belum tidur. tanpa berfikir panjang, kupejamkan mataku perlahan... ketika hampir tidur, ku teringat nanti aku harus ke sekolah jam 7 pagi. aku hahrus mengisi kelas dengan pelajaran motor bakar. saat ini aku sedang PPL di SMK . dengan mata berat aku mengatur alarm dalam hp ku jam 5. dan selanjutnya aku tertidur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mungkin aku bukan dari golongan orang yang beruntung, dikala asma Allah di agung-angungkan dengan nada keras dan tinggi melewati corong2 masjid, telingaku terisi penuh oleh air kencing anak-anak setan. aku tidak mendengarkan seruan itu. oh tuhan ampunilah dosaku. dan hingga alarm hp berbunyipun tak dapat mengusik kedua gendang telingaku.&lt;br /&gt;hanya adik ku yang merasa terganggu dengan alrm itu, dan karena merasa risih dia matikan. tidak tahu kenapa tepatnya jam enam pagi, ketika ayam-ayam tetangga selesai berkokok bersahutan, alarm hp ku menjerit-jerit lagi. meminta untuk di perhatikan lagi. kembali adik ku yang mematikan, dan aku masih tidur pulas. sontak aku kaget dengan kaki kecil lembut, tapi kuat yang menusuk di leherku.&lt;br /&gt;arrrrgggh.....&lt;br /&gt;kumulai membuka mataku, sedikit kabur... dan kemudian jelas. sosok wanita yang tidak asing lagi bagiku, terlihat dari wajahnya seperti sedang menginjak binatang yang dibencinya, geram, kejam, dan mengerikan.&lt;br /&gt;"emmmbokkkk.... ampun... aku meh tangi". teriak ku kala itu....&lt;br /&gt;segera kuambil air wudhu dan sholat.....&lt;br /&gt;malangnya nasibku padahal ramadhan.... kalau berniat berbuat baik saja dikalikan sepuluh, apalagi berbuat baik. berbuat buruk pun sudah ada niat dapat pahala mungkin, dikalikan sepuluh lagi. hehehe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;salamah, adik perempuanku, sudah berias dan siap berangkat ke sekolah. . ketika akan pergi dia menghampiriku di kamar, dan berkata dengan logatnya yang mirip denganku. "mas tadi ada alarm ulang tahun lho.... di hp mu."&lt;br /&gt;"siapa?", tanyaku.&lt;br /&gt;"nggak tau, tadi ada... dan kumatikan, berisik".&lt;br /&gt;kemudian tanganku diraihnya untuk berjabat tangan mencium tanganku, mungkin ini adalah tanda minta restu ku berangkat belajar di sekolah.&lt;br /&gt;mungkin aku memang kakak yang payah...... kalah dengan adik sendiri. si adik sudah berangkat, si kakak mandipun belum, malahan baru selesai sholat subuh... laknat sekali perbuatanku...&lt;br /&gt;mungkin waktu itu yang harus aku lakukan adalah bergegas mandi, tapi dalam hatiku masih ada rasa penasaran. siapa yang ulang tahun?&lt;br /&gt;ku cek dalam hp, nggak ada tuh yang ulang tahun, teman, saudara siapa....?&lt;br /&gt;tapi alrm tadi kata salamah berbunyi dua kali...&lt;br /&gt;ah mungkin salamah bohong......&lt;br /&gt;akhirnya aku melupakan hal itu. dan mandi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan mungkin saat ini aku terlambat berucap selamat ulang tahun kepadamu teman, aku baru nyadar bahwa kau yang ulang tahun....&lt;br /&gt;aku tahu lewat fb pula....&lt;br /&gt;selamat ya... bagaimana sensasinya di usia sekarang? semoga berkah ramadhan menjadi hadiah yang menarik bagimu... mungkin sedikit cerita kebiasaan buruk ku akibat selalu pulang larut pagi dapat menjadi tambahan cerita buatmu yang tidak boleh di tiru....&lt;br /&gt;hehehehe salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-7773912695694482365?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/7773912695694482365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=7773912695694482365' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7773912695694482365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7773912695694482365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2010/08/ucapku-selamat-yang-mungkin-telat-kawan.html' title='ucapku selamat yang mungkin telat kawan'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-7941446022011016081</id><published>2010-05-26T23:59:00.000-07:00</published><updated>2010-05-27T00:01:48.410-07:00</updated><title type='text'>tugas resume seminar nasional ptk mei 2010.</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gelar Guru Bukan Keharusan, Karakter Guru Keharusan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;“Sebuah profesi yang maha karya adalah guru. akan tetapi gelar saja tidak cukup, karakter seorang gurupun juga harus dimiliki”&lt;br /&gt;Berbicara mengenai pendidikan di Indonesia memang seperti menguntai benang kusut. Tak jelas nanti ujungnya. Dari awal terlihat dan seterusnya ketidak jelasan, dan realisasinya adalah kekusutan benang itu. Tidak banyak yang terealisasikan, hanya sebatas wacana pendidikan para kaum terdidik. Ada wacana akan terealisasikan, jika memang disetujui oleh orang yang berhak menyetujui semua kebijakan di negara ini.&lt;br /&gt;Teringat cerita dari negri sakura paska kalah melawan sekutu sebelum menyerah, pertanyaan utama sang kaisar pada saat itu, ”berapa banyak guru kita yang masih hidup?”. bukan sebuah keanehan di dalam pertanyaan tersebut, melainkan penuh makna visioner. Bangsa yang maju adalah bangsa yang unggul dalam dunia pendidikan. Begitulah pepatah berbicara. Maka ilmu menjadi sesuatu yang sangat mahal harganya, walaupun dalam wujud yang abstrak sekalipun. Siapakah orang yang paling berperan dalam proses pendidikan? Salah satunya telah terbicarakan di atas, yaitu guru.&lt;br /&gt;Pemahaman sederhana mengenai seorang guru dalam falsafah jawa adalah “digugu lan ditiru”.   Yang maksutnya adalah menjadi touladan dan panutan. Secara rasional bahwa guru harus menjadi seorang yang mampu mempertanggungkan moral pendidikan. Karena bila guru kencing berdiri maka murit kencing berlari.&lt;br /&gt;Oleh karena itu guru harus memiliki sebuah karakter yang kuat. Karakter dalam artian memiliki sebuah kecakapan dan menguasai kompetensi dalam bidangnya. Juga mampu memfasilitasi, membimbing peserta didik agar dapat menjadikan bangsa  yang cerdas, tidak dibodohi oleh bangsa lain.&lt;br /&gt;Pendidikan adalah awal mula terbentuknya sebuah kebudayaan. negara kita kaya akan kebudayaan dan masih sedikit yang tertuliskan dengan patenan. Sudah banyak kebudayaan kita di klaim oleh negara lain. Hal ini karena pendidikan kita masih rendah. Mengutip iklan layanan televisi, ” aku ingin sekolah yang tinggi, agar dapat membantu ibu. Tapi, membaca saja aku susah”. Membaca memang sebuah pintu pertama dalam meraih ilmu. Namun bagaiman minat baca masyarakat Indonesia? Janganlah diperbincangkan terlalu lama, katakanlah bawasanya masyarakat di negara kita masih kalah dengan negara yang mengeklaim kebudayaan kita.&lt;br /&gt;Menumbuhkan kebudayan belajar secara kondusif, seperti belajar reguler di kampus, dalam grub diskusi, ataupun dalam belajar kelompok, adalah gampang-gampang susah. Mudah jika niatan dalam diri setiap individu pelajar mau dan mau. ”saya butuh orang yang mau, bukan orang yang mampu, idealnya orang itu mau dan mampu” papar Prof. Kumaidi, Ph.D ”Guru Besar Fakultas Psikologi UMS, yang juga alumni PTM FKIP UNS”.&lt;br /&gt;Realita yang ada adalah tidak mau dan ogah-ogahan. Bagaimana negara ini akan menjadi negara yang maju? Berkembang terus adanya. Tugas yang diberikan pengajar katakanlah guru, karena teknologi-teknologi digital yang berkembang pesat, sehingga begitu mudahnya di copy dan di paste oleh peserta didiknya. Dan terkadang guru memberikan toleransi. Esensi dari tugas adalah sebuah proses pemahaman lanjutan yang ditujukan kepada peserta didik baik mandiri ataupun kelompok. Sebenarnya tidak menjadi masalah ketika tugas copy dan paste, asalkan peserta didiknya telah paham mendalam dengan materi yang diberikan. Tugaspun menjadi fortofolio pengajaran, dan misi gurupun selesai.&lt;br /&gt;Proses copy dan paste memang tidak mendidik, dikarenakan akan membuat peserta didik bergantung kepada teman sekelas yang diandalkanya. Kembali kepada maksut pemberian tugas, jika memang telah mendapatkan maksut pemberianya, maka seperti di atas, jadilah fortofolio pengajaran. Jika memang proses yang dinilai dan hasil akhir yang menentukan, maka copy paste dengan pemahaman dan yang dicopy paste boleh dikatakan lolos kompetensi seharusnya.&lt;br /&gt;Guru yang bijak dan berkarakter adalah guru yang bisa memahami kondisi siswa. Baik secara kognitif, psikologi, dan moral. Jika memang terpenuhi, berkemungkinan besar negara kita menjadi negara maju, dengan sumber daya manusia-manusia yang terdidik.&lt;br /&gt;Hudzaifah&lt;br /&gt;(K2507020)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-7941446022011016081?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/7941446022011016081/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=7941446022011016081' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7941446022011016081'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7941446022011016081'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2010/05/tugas-resume-seminar-nasional-ptk-mei.html' title='tugas resume seminar nasional ptk mei 2010.'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-7012654948882541205</id><published>2010-05-11T20:21:00.000-07:00</published><updated>2010-05-11T20:38:32.064-07:00</updated><title type='text'>bangun dari mati suri, wahai masyarakat buruh</title><content type='html'>mungkin sebuah mati akan dialami semua orang. tapi kadang sudah yang mencobanya dalam hidupnya, akan tetapi bukan mati untuk jiwa dan raga, mungkin mati dalam sebuah aktifitas yang ia gemari, seperti menulis dan mempostingkannya di sebuah media, misalnya blog pribadi.&lt;br /&gt;bagaimana dengan masyarakat disekitar kita? apakah mereka juga mati suri? masyarakat kita terkenal dengan masyarakat buruh. menjadi buruh di negri sendiri, bahkan ada yang tidak puas hingga merantau keluar negri. apakah mereka juga mati suri akan dunia tulis menulis? mereka hanya disibukkan aktifitas-aktifitas yang sama setiap harinya. ibarat sebuah mesin produksi mungkin bisa dikatakan demikian. akan tetapi ketika mesin sungguhan yang bisa mempercepat, dan menambah produktifitas kerja datang. mereka protes, terancam akan tidak mendapatkanya sebuah kerja, yang sebenarnya saya lebih suka memaknainya sebagai mesin pekerja bahan bakar nasi.&lt;br /&gt;sempat aku berfikir, bagaimana menyadarkan masyarakat disekitarku sendiri. kebutuhan pokok memang penting, akan tetapi ada hal penting lain yang masih bisa dijalankan demi kemajuan kedepan yang lebih baik, misal pendidikan.&lt;br /&gt;akan tetapi kondisi ekonomi negara yang tak lekas membaik, dan korupsi yang merajalela, dan baru sepersekian persen terungkap secara bertahap. kasus-kasus meja hijau yang tak kunjung reda,membuat masyarakat di sekeliling saya acuh, dan malah memfokuskan diri menjadi mesin-mesin pamakan nasi profesional.&lt;br /&gt;aku tak ingin terjerumus juga kelak jika jam terbang datang. termakan kapitalisme dan liberalisme jaman yang belum berhenti.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-7012654948882541205?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/7012654948882541205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=7012654948882541205' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7012654948882541205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7012654948882541205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2010/05/bangun-dari-mati-suri-wahai-masyarakat.html' title='bangun dari mati suri, wahai masyarakat buruh'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-5585621479194536296</id><published>2008-06-25T22:27:00.001-07:00</published><updated>2008-07-02T11:26:17.196-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-5585621479194536296?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/5585621479194536296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=5585621479194536296' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/5585621479194536296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/5585621479194536296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2008/06/arti-hidup.html' title=''/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-9187217021913533254</id><published>2008-06-25T22:27:00.000-07:00</published><updated>2008-10-14T00:18:47.766-07:00</updated><title type='text'>Sesuatu yang BERHARGA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Aku yang sekarang masih bergulat dengan buku, dan mendambakan masa depan yang cerah, apakah nanti setelah semua mimpi-mimpiku tergapai akan datang sebuah kecerahan hidup yang bertahan lama? Jawaban itu mungkin akan sangat mudah kita jawab ketika kita telah melewati masa-masa tersebut. Jika dikatakan demikian, satu dari ribuan keinginanku selama menghirup udara selama ini &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;adalah aku tidak ingin berucap bertemakan tentang sebuah penyesalan pada hari esok. Untuk itu aku ingin dalam proses belajar mencurahkan pikiran dengan huruf-huruf yang mungil ini berusaha menerawang layaknya peramal ke masa depan. Mencari penemuan dalam pikiran yang berdasar atas rasio belaka. Akupun tidak mau disebut sebagai seorang dukun atau peramal. Di akhir tulisanku kali ini mengapa harus aku selipkan hal yang menyinggung sebuah rukhani keagamaan, dalam buku yang berjudul psikologi kematian (maaf pengarangnya aku lupa) dikatakan jika kita berfikir dengan akal atau rasio kita maka tidak akan menemukan titik ujung, melainkan akan berputar-putar layaknya bumi yang sedang berotasi, dan pada akhirnya akan menuai sebuah kehampaan dan hancur (kematian).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:14;"  &gt;Masa Yang Kudambakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Masa yang ingin aku bahas adalah ketika aku sudah bekerja sesuai dengan profesi yang aku dambakan, dan selanjutnya bagaimana? Apakah mengalir menuruti arus yang ada? Apakah tidak ada suatu hasrat yang lain? Dan ketika menemukan titik jenuh, bagaimanakah tindakan ku nanti?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dari hal-hal tersebut aku berfikir bahwa walaupun kita sudah dapat mencapai mimpi-mimpi, ternyata kita belum mencapai suatu kebahagiaan. Kebahagiaan yang seperti apa yang kita dambakan? Setiap orang mungkin cenderung berbeda karena tingkat kebutuhan tiap-tiap pribadi seseorang berbeda, dan karena berbeda rasa kebahagiaan seseorang berwarna-warni. Ada juga yang mngatakan kebahagiaan seseorang bersifat relatife.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Dari pernyataan di atas aku mencoba untuk bertanya kepada belasan orang sahabat baik ku dengan sms. Kecenderungan dari jawaban mereka adalah ingin menyempurnakan kehidupan dengan ikatan suami-istri yang syah. Ada juga yang ingin menolong orang dengan gaji sendiri dan sekolah dengan uang saku sendiri (mandiri), menjadi mahluk yang bersyukur dan menjadi lebih baik, mendalami profesinya seperti menjadi penyiar radio, psikolog berjiwa social dan suka membantu sesama, ingin menjadi yang terbaik di instasinnya. Dan selanjutnya menjawab pertanyaan jika mendapati titik jenuh, maka jawaban mereka cenderung kepada kebutuhan apa yang dibutuhkan masing-masing untuk mengembalikan kebahagiaan mereka kembali. Ada yang ingin liburan, petualangan,menyendiri, mengarang, meminta pasangan hidup untuk membangkitkan semangatnya kembali dan mengingatkan ketika salah, refresing berbagai cara, mengingat masa lalu dan bersilaturahmi kemudian kembali kemasa sekarang, dan masih banyak keinginan mereka yang lain. Semua tergantung kepada tingkat kebutuhan mereka masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Memang sangat menyenangkan bagiku bertanya demikian. Selain menambah rasa keakraban dalam hubungan persahabatan, akan tetapi juga dapat mengetahui rencana atau planning sahabat-sahabat baik ku. Dan sekali lagi aku tidak mau disebut dukun atau peramal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Dan tentunya jika pertanyaan tersebut di kembalikan kepada pembuatnya, yaitu aku sendiri, jika pembaca yang budiman ingin mengetahui maka pembaca dapat menggambarkan sosok Hudzaifah Masa Kini itu bagaimana. Dan jangan salah jika mendapati aku tidak seperti apa yang aku tulis dan katakan. Karena sebuah teori dirasakan sangat mudah, dan praktek cenderung sulit. Dalam praktek dibutuhkan tenaga yang lebih karena bukan hanya tenaga untuk berfikir, melainkan tenaga untuk mengatur gerakan fisik kita, perlu adanya greget&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2870594065509365741&amp;amp;postID=9187217021913533254#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Sehingga dapat mensiasati hal-hal yang terjadi yang mungkin tidak kita duga karena memang diluar perhitungan dari teori kita. Atau memang hal tersebut sesuai dengan teori kita akan tetapi sulit bagi kita meluweskan gerakan-gerakan serta irama fisik kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kembali kepada jawabanku&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yangmerupakan keinginanku. Pada awalnya aku tidak mempunyai suatu misi atau visi. Bagaimanapun hari esok akan aku libas sesuai dengan serat dan alur yang muncul dan mengalir begitu saja. Hal ini pernah aku katakan kepada salah satu sahabatku yang sekarang menjalani studinya di fakultas kedokteran UNS (Universitas Sebelas Maret) jurusan Psikologi. Aku di tegur dengan tegas, disimpulkan olehnya bahwa aku lebih menyukai kesenangan terlebih dahulu kemudian menikmati kepahitan, karena buta arah hanya dapat mengikuti arus yang mengalir, dan bukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sifat pemuda yang lantang menantang arus untuk menemukann jati diri. Mulai saat itu aku berfikir sejenak, apakah benar pernyataan sahabatku tersebut? Setelah lama aku berfikir dan membayangkan hal yang terjadi di masa depan dengan berusaha menolak pernyataan tersebut, akan tetapi hasilnya mengapa aku tidak dapat menghindar dari pernyataan tersebut, kepahitan yang akan aku dapatkan. Tidak dapat menggunakan sebuah momentum atau peluang dengan maksimal. Oh……. Aku tak ingin demikian dan berucap yang bertemakan sebuah penyesalan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:16;"  &gt;Sesuatu Yang Berharga Apaantu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Hasrat dalam pikiran hatiku timbul dengan tiba-tiba, aku ingin menemukan sesuatu yang berharga. “Awalnya apakah sesuatu yang berharga itu? Pokoknya yang dapat memberikan arti dalam kehidupanku,” pemikiranku saat itu. Dan pada saat tiu aku belum mengetahui wujud sesuatu yang berharga tersebut. Apakah seorang istri yang solikhah? Harta yang berlimpah ruah? Jabatan yang tinggi? Penghargaan atas hasil penelitian? Rekor dunia? Atau yang lainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Setelah aku melakukan berbagai hal, ternyata timbul pemikiran bahwa semua hal diatas tidaklah berarti sama sekali. Lalu apa yang dimaksut dengan sesuatu yang berharga? Aku bingung.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Harta yang bergelimang tidak akan berarti jika kita mati, dan hanyalah berarti kepada generasi penerus kita. Begitu pula dengan istri yang solikhah, jabatan, penghargaan, akan tidak berarti jika kita mati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Untuk itu apa hakikat sesuatu yang berharga tersebut? Aku terus berfikir dengan memaksimalkan otakku yang tergolong lemot. Setelah lama berfikir aku mencoba menebak apakah sesuatu yang berharaga itu? Amal baik kitakah? Keteguhan iman kitakah? Sepertinya hal tersebut yang dikatakan sesuatu yang berharga, akan tetapi menurutku bukan. Banyak orang berbuat kebaikan dan berjiwa sosial akan tetapi belum tentu akan mendapatkan sebuah amal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebaikan dari Tuhan YME. Dan belum dapat dipastikan juga orang tersebut telah mencapai tingkat keimanan yang sempurna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kembali kepada pertanyaan apakah yang dimaksut sesuatu yang berharga tersebut? Selang beberapa hari ketika aku bangun dari tidur siang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara tidak sengaja kutemukan jawaban tersebut. Sesuatu yang berharga tersebut merupakan sebuah keridloan Allah kepada hambanya. Jika ditanyakan harganya maka, andai bumi beserta isinya semua menjadi emas maka hal itu tidaklah seberapa dari harga tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Jika keridloanNya telah kita dapatkan, dengan harta yang sedikit, tanpa jabatan, dan penghargaan tentu karena keridloanNya istri kita adalah istri yang solikhah tidak sulit untuk memilih. Dan selanjutnya adalah kebahagiaan akan datang dengan sendirinya, baik kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di akhirat kelak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Bagaimana caranya untuk memperoleh keridloa Allah? Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa keridloan Allah terdapat pada keridloan orang tua yang baik. Secara logika sebagai manusia, naluri manusia ataupun dalil ilmiah dan dalil suci berbakti kepada kedua orang tua yang telah merawat dan membesarkan kita hukumnya adalah wajib. Hal lain untuk mendapatkan keridloan Allah jika orang tua kita sudah tiada adalah terus berdo’a agar setiap gerakan kita diridloi oleh Allah SWT, dan tidak mengharapkan hal lain kecuali keridloanya. Mengapa harus dengan cara berdo’a? tidak adakah cara lain? Nabi Muhammad bersabda bahwa do’a adalah senjata pamungkas orang miu’min ketika telah berusaha dengan sekuat tenaga. Proses ini terkenal dengan istilah ihtiar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Seperti halnya kita yang telah meakukan dosa besar&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2870594065509365741&amp;amp;postID=9187217021913533254#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;. Jika kita telah berusaha sekuat tenaga untuk meninggalkan dan kommitment tidak akan mengulanginya serta meyakinkan langkah kita selanjutnya hanyalah mencari keridloanNya, insya Allah akan diridloi. Kebahagiaan dunia akherat akan kita dapatkan atas ijinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Wassalamu’alaikum Wr.Wb.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Untuk pembaca yang budiman, maafkan aku jika aku dirasa menggurui atau menceramahi. Karena ilmuku tidak begitu seberapa, aku hanya ingin berusaha belajar menuangkan pemikiranku tentang arti sebuah kehidupan. Dan sementara hidupku belum dapat mempunyai arti dan belum sesuai dengan apa yang semestinya tertuang dalam tulisan di atas. Akhir kata kuucapkan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;" align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:26;"  &gt;“MAAF”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;font-family:&amp;quot;;font-size:26;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;hr align="left" size="1" width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2870594065509365741&amp;amp;postID=9187217021913533254#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Bahasa jawa dari niat dan tekat tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-edit.g?blogID=2870594065509365741&amp;amp;postID=9187217021913533254#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10;"  &gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dosa &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;besar seperti, membunuh muslim yang tidak berdosa, berzina dan durhaka kepada orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-9187217021913533254?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/9187217021913533254/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=9187217021913533254' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/9187217021913533254'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/9187217021913533254'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2008/06/pendahuluan-aku-yang-sekarang-masih.html' title='Sesuatu yang BERHARGA'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-7285329204561993348</id><published>2008-05-12T18:57:00.000-07:00</published><updated>2008-05-12T18:58:46.791-07:00</updated><title type='text'>tugas kuliah teknik listrik</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 24pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Materi Kuliah Teknik Tenaga Listrik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;SISTEM TENAGA LISTRIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Elemen Sistem Tenaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Salah satu cara yang paling ekonomis, mudah dan aman untuk mengirimkan energi adalah melalui bentuk energi listrik. Pada pusat pembangkit, sumberdaya energi primer seperti bahan baker fosil (minyak, gas alam, dan batubara), hidro, panas bumi, dan nuklir diubah menjadi energi listrik. Generator sinkron mengubah energi mekaanis yang dihasilkan pada poros turbin menjadi energi listrik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Melalui transformator penaik tegangan (&lt;i&gt;step-up transformer&lt;/i&gt;), energi listrik ini kemudian dikirimkan melalui saluran transmisi bertegangan tinggi menuju pusat-pusat beban. Peningkatan tegangan dimaksudkan untuk mengurangi jumlah arus yang mengalir pada saluran transmisi yang dengan demikian berarti rugi-rugi panas (&lt;i&gt;heat-loss&lt;/i&gt;) &lt;i&gt;I&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;R&lt;/i&gt; dapat dikurangi. Ketika saluran transmisi mencapai pusat beban, tegangan tersebut kembali diturunkan menjadi tegangan menengah, melalui transformator penurun tegangan (&lt;i&gt;step-down transformer&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di pusat-pusat beban yang terhubung dengan saluran distribusi, energi listrik ini diubah menjadi bentuk-bentuk energi terpakai lainnya seperti energi mekanis (motor), penerangan, pemanas, pendingin, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Satuan listrik :&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Arus listrik (I) =&gt; ampere&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tegangan listrik (V) = beda potensial =&gt; volt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tahanan (R) = resistansi =&gt; ohm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Reaktansi (X)=&gt; ohm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Impedansi (Z)= R &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;±&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; jX =&gt; ohm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Daya (S) = P &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;±&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; jQ =&gt; volt ampere&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Daya aktif (P) =&gt; watt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Daya reaktif (Q) =&gt; volt ampere reaktif&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Energi (E) =&gt; watt-hour (watt-jam)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Faktor daya (cos &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;j&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;) =&gt; tidak ada satuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pembangkit listrik jenis ini memanfaatkan bahan bakar minyak, gas alam, atau batubara untuk membangkitkan panas dan uap pada &lt;i&gt;BOILER&lt;/i&gt;. Uap ini kemudian dipergunakan untuk memutar turbin yang dikopelkan langsung dengan sebuah generator sinkron. Uap yang telah melalui turbin kemudian menjadi uap bertekanan dan bersuhu rendah. Uap ini kemudian dilewatkan melalui kondenser yang menyerap panas uap tersebut sehingga uap tersebut berubah menjadi air yang kemudian dipompakan kembali menuju boiler.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pusat Listrik Tenaga Gas (PLTG)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebagaimana halnya Pusat Listrik Tenaga Diesel, PLTG merupakan mesin dengan proses pembakaran dalam (&lt;i&gt;internal combustion&lt;/i&gt;). Bahan baker berupa minyak atau gas alam dibakar di dalam ruang pembakar (&lt;i&gt;combustor&lt;/i&gt;). Udara yang memasuki kompresor setelah mengalami tekanan bersama-sama dengan bahan baker disemprotkan ke ruang pembakar untuk melakukan proses pembakaran. Gas panas sebagai hasil pembakaran ini kemudian bekerja sebagai fluida yang memutar roda turbin yang terkopel dengan generator sinkron.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pusat Listrik Tenaga Nuklir (PLTN)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada reactor air tekan (&lt;i&gt;pressurized water reactor&lt;/i&gt;) terdapat dua rangkaian yang seolah-olah terpisah. Pada rangkaian pertama bahan baker uranium-235 yang diperkaya dan tersusun dalam pipa-pipa berkelompok, disundut untuk menghasilkan panas dalam reactor. Karena air dalam bejana penuh, maka tidak terjadi pembentukan uap, melainkan air menjadi panas dan bertekanan. Air panas yang bertekanan tersebut kemudian mengalir ke rangkaian kedua melalui suatu generator uap yang terbuat dari baja. Generator uap ini kemudian menghasilkan uap yang memutar turbin dan proses selanjutnya mengikuti siklus tertutup sebagaimana berlangsung pada turbin uap PLTU.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Penggunaan tenaga air mungkin merupakan bentuk konversi energi tertua yang pernah dikenal manusia. Perbedaan vertical antara batas atas dengan batas bawah bendungan di mana terletak turbin air, dikenal sebagai tinggi terjun. Tinggi terjun ini mengakibatkan air yang mengalir akan memperoleh energi kinetic yang kemudian mendesak sudu-sudu turbin. Bergantung kepada tinggi terjun dan debit air, dikenal tiga macam turbin yaitu: Pelton, Francis dan Kaplan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;DASAR ELEKTROMEKANIK&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Konversi Energi Elektromekanik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Konversi energi baik dari energi listrik menjadi energi mekanik (motor) maupun sebaliknya dari energi mekanik menjadi energi listrik (generator) berlangsung melalui medium medan magnet. Energi yang akan diubah dari satu system ke system lainnya, sementara akan tersimpan pada medium medan magnet untuk kemudian dilepaskan menjadi energi system lainnya. Dengan demikian, medan magnet di sini selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan energi juga sekaligus sebagai medium untuk mengkopel perubahan energi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dengan mengingat hukum kekekalan energi, proses konversi energi elektromekanik dapat dinyatakan sebagai berikut (untuk motor):&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;(Energi Listrik sebagai input) = (Energi Mekanik sebagai output + Energi panas) + (Energi pada medan magnet dan rugi-rugi magnetic)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;atau dalam persamaan differensial, konversi energi dari elektris ke mekanis adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dW&lt;sub&gt;E&lt;/sub&gt; = dW&lt;sub&gt;M&lt;/sub&gt; + dW&lt;sub&gt;F&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ini hanya berlaku ketika proses konversi energi sedang berlangsung pada keadaan dinamis yang transient. Untuk keadaan tunak, dimana fluks merupakan harga yang konstan, maka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dW&lt;sub&gt;F&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; = 0&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dW&lt;sub&gt;E&lt;/sub&gt; = dW&lt;sub&gt;M&lt;/sub&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gaya Gerak Listrik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Apabila sebuah konduktor digerakkan tegak lurus sejauh ds memotong suatu medan magnet dengan kerapatan fluks B, maka perubahan fluks pada konduktor dengan panjang efektif &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;f&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; = B &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; ds&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dari Hukum Faraday diketahui bahwa gaya gerak listrik (ggl)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;E = d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;f&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;/dt&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Maka e = B &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; ds/dt; dimana ds/dt = v = kecepatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jadi, e = B &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; v&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kopel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Arus listrik &lt;i&gt;I&lt;/i&gt; yang dihasilkan di dalam suatu medan magnet dengan kerapatan fluks &lt;i&gt;B&lt;/i&gt; akan menghasilkan suatu gaya &lt;i&gt;F &lt;/i&gt;sebesar:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;F = B I &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jika jari-jari rotor adalah r, maka kopel yang dibangkitkan adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;T = F r&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perlu diingat bahwa saat gaya F dibangkitkan, konduktor bergerak di dalam medan magnet da seperti diketahui akan menimbulkan gaya gerak listrik yang merupakan reaksi (lawan) terhadap tegangan penyebabnya. Agar proses konversi energi listrik menjadi energi mekanik (motor) dapat berlangsung, tegangan sumber harus lebih besar daripada gaya gerak listrik lawan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Begitu pula, suatu gerak konduktor di dalam medan magnet akan membangkitkan tegangan e = B &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; V dan bila dihubungkan dengan beban, akan mengalir arus listrik I atau energi mekanik berubah menjadi energi listrik (generator). Arus listrik yang mengalir pada konduktor tadi merupakan medan magnet pula dan akan berinteraksi dengan medan magnet yang telah ada (B). Interaksi medan magnet merupakan gaya reaksi (lawan) terhadap gerak mekanik yang diberikan. Agar konversi energi mekanik ke energi listrik dapat berlangsung, energi mekanik yang diberikan haruslah lebih besar dari gaya reaksi tadi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Mesin Dinamik Elementer&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada umumnya mesin dinamik terdiri atas bagian yang berputar disebut rotor dan bagian yang diam disebut stator. Di antara rotor dan stator terdapat celah udara. Stator merupakan kumparan medan yang berbentuk kutub sepatu dan rotor merupakan kumparan jangkar dengan belitan konduktor yang saling dihubungkan ujungnya &lt;i&gt;(lihat gambar)&lt;/i&gt; untuk mendapatkan tegangan induksi (ggl). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="" align="left" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style="height: 10.5pt;"&gt;   &lt;td style="padding: 0cm; width: 76.5pt; height: 10.5pt;" width="102"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0cm;"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;    &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;    &lt;v:formulas&gt;     &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;     &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;     &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;     &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;    &lt;/v:formulas&gt;    &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;    &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt;   &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_1" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image001.gif" style="'width:45.75pt;height:64.5pt;visibility:visible'"&gt;    &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image001.gif" title=""&gt;   &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image001.gif" shapes="Picture_x0020_1" height="86" width="61" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jika kumparan rotor diputar dengan arah berlawanan dari arah jarum jam, tegangan akan dibangkitkan dengan arah yang berlawanan pada kedua ujung rotor yang tidak dihubungkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Simulasi mesin dinamis (generator) dapat dilihat pada situs ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;a href="http://www.sciencejoywagon.com/physicszone/lesson/otherpub/wfendt/generatorengl.htm"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;http://www.sciencejoywagon.com/physicszone/lesson/otherpub/wfendt/generatorengl.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Interaksi Medan Magnet&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kerja suatu mesin dinamis dapat juga dilihat dari segi adanya interaksi antar medan magnet stator dan rotor, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;F = B I &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Seperti diketahui, arus listrik (I) pada persamaan di atas akan menimbulkan fluks juga di sekitar konduktor yang dilalui. Bila kerapatan fluks akibat arus listrik dinyatakan dengan B&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; (pada stator), sedang kerapatan fluks akibat kumparan medan adalah B&lt;sub&gt;r&lt;/sub&gt; (pada rotor), maka dapat dituliskan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;T = K B&lt;sub&gt;r&lt;/sub&gt; B&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; sin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dimana &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; adalah sudut antara kedua sumbu medan magnet B&lt;sub&gt;r&lt;/sub&gt; dan B&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;K adalah konstanta &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;l&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; x r&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sudut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; dikenal sebagai sudut kopel atau sudut daya dengan harga maksimum &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; = 90&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Dengan menganggap B&lt;sub&gt;r&lt;/sub&gt; dan B&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; sebagai fungsi arus rotor dan arus stator, persamaan kopel menjadi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;T = K I&lt;sub&gt;r&lt;/sub&gt; I&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; sin &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;d&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dengan demikian, kopel terjadi sebagai interaksi antara dua medan magnet atau dua arus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Derajat Listrik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada setiap satu kali putaran mesin, tegangan induksi yang ditimbulkan sudah menyelesaikan p/2 kali putaran. Maka untuk mesin 4 kutub, satu kali putaran mekanik mesin (360&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;) berarti sama dengan dua kali putaran listrik (720&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;). Persamaan umumnya adalah sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;q&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; = (p/2) &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;q&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;p = jumlah kutub mesin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;q&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;e&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; = sudut listrik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Symbol;"&gt;q&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;m&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; = sudut mekanik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Frekuensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dari persamaan di atas, diketahui bahwa untuk setiap satu siklus tegangan listrik yang dihasilkan, mesin telah menyelesaikan p/2 kali putaran. Karena itu frekuensi gelombang tegangan adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;f = (p/2) (n/60)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;n = rotasi per menit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;n/60 = rotasi perdetik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kecepatan sinkron untuk mesin arus bolak-balik lazim dinyatakan dengan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;n&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; = 120 (f/p)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jadi misalnya untuk generator sinkron yang bekerja dengan frekuensi 50 putaran per detik dan mempunyai jumlah kutub p=2, maka kecepatan berputar mesin tersebut adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;n&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; = (120 x 50)/2 = 3000 rpm.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber lainnya tentang elektromagnetik:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;a href="http://www.physics.uiowa.edu/%7Eumallik/adventure/induction.htm"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;http://www.physics.uiowa.edu/~umallik/adventure/induction.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;MOTOR INDUKSI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Motor induksi merupakan motor arus bolak balik (ac) yang paling luas penggunaannya. Penamaannya berasal dari kenyataan bahwa arus rotor motor ini bukan diperoleh dari sumber tertentu, tetapi merupakan arus yang terinduksi sebagai akibat adanya perbedaan relative antara putaran rotor dengan medan putar (&lt;i&gt;rotating magnetic field&lt;/i&gt;) yang dihasilkan oleh arus stator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Belitan stator yang dihubungkan dengan suatu sumber tegangan tiga fasa akan menghasilkan medan magnet yang berputar dengan kecepatan sinkron (n&lt;sub&gt;s&lt;/sub&gt; = 120&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Monotype Corsiva&amp;quot;;"&gt;f&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;/2p). Medan putar pada stator tersebut akan memotong konduktor-konduktor pada rotor, sehingga terinduksi arus; dan sesuai dengan Hukum Lentz, rotor pun akan ikut berputar mengikuti medan putar stator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Perbedaan putaran relative antara stator dan rotor disebut &lt;b&gt;slip&lt;/b&gt;. Bertambahnya beban, akan memperbesar kopel motor, yang oleh karenanya akan memperbesar pula arus induksi pada rotor, sehingga slip antara medan putar stator dan putaran rotor pun akan bertambah besar. Jadi , bila beban motor bertambah, putaran rotor cenderung menurun. Dikenal dua tipe motor induksi yaitu motor induksi dengan rotor belitan dan rotor sangkar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_2" spid="_x0000_i1026" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image003.jpg" style="'width:315pt;height:315pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image002.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image003.jpg" shapes="Picture_x0020_2" border="0" height="420" width="420" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_3" spid="_x0000_i1027" type="#_x0000_t75" alt="Figure 2. AC Induction Motor Construction" style="'width:414pt;height:230.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image003.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg" alt="Figure 2. AC Induction Motor Construction" shapes="Picture_x0020_3" border="0" height="307" width="552" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar motor induksi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.automatedbuildings.com/news/jul01/art/abbd/abbd.htm"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;http://www.automatedbuildings.com/news/jul01/art/abbd/abbd.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Medan Putar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.tpub.com/doeelecscience/electricalscience2144.htm"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;http://www.tpub.com/doeelecscience/electricalscience2144.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebelum kita membahas bagaimana &lt;i&gt;rotating magnetic field&lt;/i&gt; (medan putar) menyebabkan sebuah motor berputar, marilah kita tinjau bagaimana medan putar ini dihasilkan. Gambar berikut menunjukkan sebuah stator tiga fasa dengan suplai arus bolak balik tiga fasa pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Belitan stator terhubung &lt;b&gt;&lt;i&gt;wye &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;(Y). Dua belitan pada masing-masing fasa dililitkan dalam arah yang sama. Sepanjang waktu, medan magnet yang dihasilkan oleh setiap fasa akan tergantung kepada arus yang mengalir melalui fasa tersebut. Jika arus listrik yang melalui fasa tersebut adalah nol (&lt;i&gt;zero&lt;/i&gt;), maka medan magnet yang dihasilkan akan nol pula. Jika arus mengalir dengan harga maksimum, maka medan magnet berada pada harga maksimum pula. Karena arus yang mengalir pada system tiga fasa mempunyai perbedaan 120&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;, maka medan magnet yang dihasilkan juga akan mempunyai perbedaan sudut sebesar 120&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ketiga medan magnet yang dihasilkan akan membentuk satu medan, yang akan beraksi terhadap rotor. Untuk motor induksi, sebuah medan magnet diinduksikan kepada rotor sesuai dengan polaritas medan magnet pada stator. Karenanya, begitu medan magnet stator berputar, maka rotor juga berputar agar bersesuaian dengan medan magnet stator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_4" spid="_x0000_i1028" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image007.jpg" style="'width:203.25pt;height:224.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image004.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image007.jpg" shapes="Picture_x0020_4" border="0" height="299" width="271" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar belitan stator tiga fasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada sepanjang waktu, medan magnet dari masing-masing fasa bergabung untuk menghasilkan medan magnet yang posisinya bergeser hingga beberapa derajat. Pada akhir satu siklus arus bolak balik, medan magnet tersebut telah bergeser hingga 360&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;, atau satu putaran. Dan karena rotor juga mempunyai medan magnet berlawanan arah yang diinduksikan kepadanya, rotor juga akan berputar hingga satu putaran. Penjelasan mengenai ini dapat dilihat pada gambar selanjutnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Putaran medan magnet dijelaskan pada gambar di bawah dengan “menghentikan” medan tersebut pada enam posisi. Tiga posisi ditandai dengan interval 60o pada gelombang sinus yang mewakili arus yang mengalir pada tiga fasa A,B, dan C. Jika arus mengalir dalam suatu fasa adalah positif, medan magnet akan menimbulkan kutub utara pada kutub stator yang ditandai dengan A’, B’, dan C’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_5" spid="_x0000_i1029" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image008.jpg" style="'width:438.75pt;height:439.5pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image005.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image008.jpg" shapes="Picture_x0020_5" border="0" height="586" width="585" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar putaran motor induksi dan medan putar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada posisi T1, arus pada fasa C berada pada harga positif maksimumnya. Pada saat yang sama, arus pada fasa A dan B berada pada separuh harga negative maksimumnya. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk secara vertical dengan arah ke bawah, dengan kekuatan medan maksimum terjadi sepanjang fasa C, antara kutub C (utara) dengan C’ (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang dihasilkan sepanjang fasa A dan B, dengan kutub-kutub A’ dan B’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan B menjadi kutub-kutub selatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada posisi T2, gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 60 derajat listrik. Pada posisi ini, arus dalam fasa A telah naik hingga harga negative maksimumnya. Arus pada fasa B mempunya arah yang berlawanan dan berada pada separuh harga maksimum positifnya. Begitu pula arus pada fasa C telah turun hingga separuh dari harga maksimum positifnya. Medan magnet yang dihasilkan terbentuk ke kiri arah bawah, dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa A, antara kutub-kutub A’ (utara) dan A (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah yang timbul sepanjang fasa B dan C, dengan kutub-kutub B dan C menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub B’ dan C’ menjadi kutub-kutub selatan. Di sini terlihat bahwa medan magnet pada stator motor secara fisik telah berputar sebanyak 60&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada posisi T3, gelombang sinus arus berputar lagi 60 derajat listrik dari posisi sebelumnya hingga total rotasi pada posisi ini sebesar 120 derajat listrik. Pada posisi ini, arus dalam fasa B telah naik hingga mencapai harga positif maksimumnya. Arus pada fasa A telah turun hingga separuh dari harga negative maksimumnya, sementara arus pada fasa C telah berbalik arah dan berada pada separuh harga negative maksimumnya pula. Medan magnet yang dihasilkan mengarah ke atas kiri, dengan kekuatan medan maksimum sepanjang fasa B, antara kutub B (utara) dan B’ (selatan). Medan magnet ini dibantu oleh medan-medan yang lebih lemah sepanjang fasa A dan C, dengan kutub-kutub A’ dan C’ menjadi kutub-kutub utara dan kutub-kutub A dan C menjadi kutub-kutub selatan. Sehingga terlihat di sini bahwa medan magnet pada stator telah berputar 60&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; lagi dengan total putaran sebesar 120&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada posisi T4, gelombang sinus arus telah berotasi sebanyak 180 derajat listrik dari titik T1 sehingga hubungan antara arus-arus fasa adalah indentik dengan posisi T1 kecuali bahwa polaritasnya telah berbalik. Karena fasa C kembali pada harga maksimum, medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C kembali berada pada harga maksimum, medan magnet yang dihasilkan sepanjang fasa C akan memiliki kekuatan medan maksimum. Meskipun demikian, dengan arus yang mengalir dalam arah yang berlawanan pada fasa C, medan magnet yang timbul mempunyai arah ke atas antara kutub C’ (utara) dan C (selatan). Terlihat bahwa medan magnet sekarang telah berotasi secara fisik sebanyak 180o dari posisi awalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada posisi T5, fasa A berada pada harga positif maksimumnya, yang menghasilkan medan magnet ke arah atas sebelah kanan. Kembali, medan magnet secara fisik telah berputar 60&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; dari titik sebelumnya sehingga total rotasi sebanyak 240&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;. Pada titik T6, fasa B berada pada harga maksimum negative yang menghasilkan medan magnet ke arah bawah sebelah kanan. Medan magnet pun telah berotasi sebesar 60&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt; dari titik T5 sehingga total rotas adalah 300&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Akhirnya, pada titik T7, arus kembali ke polaritas dan nilai yang sama seperti pada Posisi T1. Karenanya, medan magnet yang dihasilkan pada posisi ini akan identik dengan pada posisi T1. Dari pembahasan ini, terlihat bahwa untuk satu putaran penuh gelombang sinus listrik (360&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;), medan magnet yang timbul pada stator sebuah motor juga berotasi satu putaran penuh (360&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;). Sehingga, dengan menerapkan tiga-fasa AC kepada tigfa belitan yang terpisah secara simetris sekitar stator, medan putar (&lt;i&gt;rotating magnetic field&lt;/i&gt;) juga timbul.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;SLIP&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jika arus bolak balik dikenakan pada belitan stator dari sebuah motor induksi, sebuah medan putar timbul. Medan putar ini memotong batang rotor dan menginduksikan arus kepada rotor. Arah aliran arus ini dapat ditentukan dengan menggunakan aturan tangan kiri untuk generator. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Arus yang diinduksikan ini akan menghasilkan medan magnet di sekitar penghantar rotor, berlawanan polaritas dari medan stator, yang akan mengejar medan magnet pada stator. Karena medan pada stator terus menerus berputar, rotor tidak pernah dapat menyamakan posisi dengannya alias selalu tertinggal dan karenanya akan terus mengikuti putaran medan pada stator sebagaimana ditunjukkan pada gambar di bawah ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_6" spid="_x0000_i1030" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image009.jpg" style="'width:4in;height:4in;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image006.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image006.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image009.jpg" shapes="Picture_x0020_6" border="0" height="384" width="384" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar  Induction Motor&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dari penjelasan di atas, terlihat bahwa rotor pada motor induksi tidak pernah dapat berputar dengan kecepatan yang sama dengan kecepatan medan putar. Jika kecepatan rotor sama dengan keceparan medan putar stator, maka tidak ada gerak relatif antara keduanya, dan tidak akan ada induksi EMF kepada rotor. Tanpa induksi EMF ini, tidak akan ada interaksi medan yang diperlukan untuk menimbulkan gerak. Rotor, karenanya ahrus berputar dengan kecepatan yang lebih rendah dari kecepatan medan putar stator jika gerak relatif tersebut harus ada antara keduanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Persentase perbedaan antara kecepatan rotor dan kecepatan medan putar disebut dengan slip. Semakin kecil slip, semakin dekat pula kecepatan rotor dengan kecepatan medan putar. Persen slip dapat dicari menggunakan Equation (12-1).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; letter-spacing: 2.2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_7" spid="_x0000_i1031" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image010.jpg" style="'width:423pt;height:39.75pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image007.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image010.jpg" shapes="Picture_x0020_7" border="0" height="53" width="564" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dimana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_8" spid="_x0000_i1032" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image011.jpg" style="'width:159pt;height:29.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image008.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image008.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image011.jpg" shapes="Picture_x0020_8" border="0" height="39" width="212" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; letter-spacing: 0.2pt;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;/sub&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;= kecepatan sinkron (rpm) &lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt;N&lt;/span&gt;&lt;sub&gt;R&lt;/sub&gt;= kecepatan rotor (rpm)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kecepatan medan putar atau kecepatan sinkron dari suatu motor dapat dicari dengan menggunakan Equation (12-2).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_9" spid="_x0000_i1033" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image012.jpg" style="'width:415.5pt;height:31.5pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image009.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image012.jpg" shapes="Picture_x0020_9" border="0" height="42" width="554" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dimana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_10" spid="_x0000_i1034" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image013.jpg" style="'width:192.75pt;height:42.75pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image010.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image010.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image013.jpg" shapes="Picture_x0020_10" border="0" height="57" width="257" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Contoh: Sebuah motor induksi dua kutub, 60 Hz, mempunyai kecepatan pada beban penuh sebesar 3554 rpm. Berapakah persentase slip pada beban penuh?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Solusi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_11" spid="_x0000_i1035" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image014.jpg" style="'width:258.75pt;height:245.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image011.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image011.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image014.jpg" shapes="Picture_x0020_11" border="0" height="327" width="345" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Torque&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Torque motor induksi AC tergantug kepada kekuatan medan rotor dan stator yang saling berinteraksi dan hubungan fasa antara keduanya. Torque dapat dihitung dengan Equation (12-3).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: red; letter-spacing: 4.1pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_12" spid="_x0000_i1036" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image015.jpg" style="'width:416.25pt;height:15.75pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image012.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image012.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image015.jpg" shapes="Picture_x0020_12" border="0" height="21" width="555" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; text-indent: 36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dimana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: red; letter-spacing: 4.1pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_13" spid="_x0000_i1037" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image016.jpg" style="'width:171.75pt;height:70.5pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image013.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image013.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image016.jpg" shapes="Picture_x0020_13" border="0" height="94" width="229" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Selama operasi normal, K,  &lt;span style="color: red; letter-spacing: 4.1pt;"&gt; &lt;span style=""&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_14" spid="_x0000_i1038" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image017.jpg" style="'width:9pt;height:9pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image014.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image014.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image017.jpg" shapes="Picture_x0020_14" border="0" height="12" width="12" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, dan cos &lt;span style="color: red; letter-spacing: 4.1pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_15" spid="_x0000_i1039" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image018.jpg" style="'width:12.75pt;height:13.5pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image015.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image015.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image018.jpg" shapes="Picture_x0020_15" border="0" height="18" width="17" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt; adalah konstan, sehingga torque berbanding lurus dengan arus rotor. Arus rotor meningkat dengan proporsi yang sama dengan slip. Perubahan torque terhadap slip menunjukkan bahwa begitu slip naik dari nol hingga –10%, torque naik secara linier. Begitu torque dan slip naik melebihi torque beban penuh, maka torque akan mencapai harga maksimum sekitar 25% slip. Torque maksimum disebut &lt;i&gt;breakdown torque&lt;/i&gt; motor. Jika beban dinaikkan melebihi titik ini, motor akan &lt;i&gt;stall &lt;/i&gt;dan segera berhenti. Umumnya, breakdown torque bervariasi dari 200 hingga 300% torque beban penuh. Torque awal (&lt;i&gt;starting torque&lt;/i&gt;) adalah nilai torque pada 100% slip dan normalny 150 hingga 200% torque beban penuh. Seiring dengan pertambahan kecepatan dari rotor, torque akan naik hingga &lt;i&gt;breakdown torque&lt;/i&gt; dan turun mencapai nilai yang diperlukan untuk menarik beban motor pada kecepatan konstan, biasanya antara 0 – 10%. Gambar berikut menunjukkan karakteristik Torque terhadap slip.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: red;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_16" spid="_x0000_i1040" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image020.jpg" style="'width:171pt;height:147pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image016.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image016.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image020.jpg" shapes="Picture_x0020_16" border="0" height="196" width="228" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Motor Satu Fasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jika dua belitan stator dengan impedansi yang tidak sama dipisahkan sejauh 90 derajat listrik dan terhubung secara parallel ke sumber satu fasa, medan yang dihasilkan akan tampak berputar. Ini disebut dengan pemisahan fasa (phase splitting).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_17" spid="_x0000_i1041" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image022.jpg" style="'width:369pt;height:185.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image017.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image017.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image022.jpg" shapes="Picture_x0020_17" border="0" height="247" width="492" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pada motor fasa terpisah (&lt;i&gt;split-phase motor&lt;/i&gt;), dipergunakanlah lilitan starting untuk penyalaan. Belitan ini mempunyai resistansi yang lebih tinggi dan reaktansi yang lebih rendah dari belitan utama. Jika tegangan yang sama V&lt;sub&gt;T&lt;/sub&gt; dikenakan pada belitan starting dan utama, arus pada belitan utama (I&lt;sub&gt;M&lt;/sub&gt;) tertinggal dibelakang arus pada belitan starting (I&lt;sub&gt;S&lt;/sub&gt;). Sudut antara kedua belitan mempunyai beda fasa yang cukup untuk menimbulkan medan putar untuk menghasilkan torque awal (starting torque). Ketika motor mencapai 70 hingga 80% dari kecepatan sinkron, saklar sentrifugal pada sumbu motor membuka dan melepaskan belitan starting. Motor satu fasa biasanya digunakan untuk aplikasi kecil seperti peralatan rumah tangga (contoh mesin pompa).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Motor Sinkron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Motor sinkron serupa dengan motor induksi pada mana keduanya mempunyai belitan stator yang menghasilkan medan putar. Tidak seperti motor induksi, motor sinkron dieksitasi oleh sebuah sumber tegangan dc di luar mesin dan karenanya membutuhkan &lt;i&gt;slip ring&lt;/i&gt; dan sikat (&lt;i&gt;brush&lt;/i&gt;) untuk memberikan arus kepada rotor. Pada motor sinkron, rotor terkunci dengan medan putar dan berputar dengan kecepatan sinkron. Jika motor sinkron dibebani ke titik dimana rotor ditarik keluar dari keserempakannya dengan medan putar, maka tidak ada torque yang dihasilkan, dan motor akan berhenti. Motor sinkron bukanlah &lt;i&gt;self-starting&lt;/i&gt; motor karena torque hanya akan muncul ketika motor bekerja pada kecepatan sinkron; karenanya motor memerlukan peralatan untuk membawanya kepada kecepatan sinkron.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Motor sinkron menggunakan rotor belitan. Jenis ini mempunyai kumparan yang ditempatkan pada &lt;i&gt;slot &lt;/i&gt;rotor. Slip ring dan sikat digunakan untuk mensuplai arus kepada rotor.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: 18pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Penyalaan Motor Sinkron&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebuah motor sinkron dapat dinyalakan oleh sebuah motor dc pada satu sumbu. Ketika motor mencapai kecepatan sinkron, arus &lt;span style="text-transform: uppercase;"&gt;AC &lt;/span&gt;diberikan kepada belitan stator. Motor dc saat ini berfungsi sebagai generator dc dan memberikan eksitasi medan dc kepada rotor. Beban sekarang boleh diberikan kepada motor sinkron. Motor sinkron seringkali dinyalakan dengan menggunakan belitan sangkar tupai (&lt;i&gt;squirrel-cage&lt;/i&gt;) yang dipasang di hadapan kutub rotor. Motor kemudian dinyalakan seperti halnya motor induksi hingga mencapai –95% kecepatan sinkron, saat mana arus searah diberikan, dan motor mencapai sinkronisasi. Torque yang diperlukan untuk menarik motor hingga mencapai sinkronisasi disebut &lt;i&gt;pull-in &lt;/i&gt;torque.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Seperti diketahui, rotor motor sinkron terkunci dengan medan putar dan harus terus beroperasi pada kecepatan sinkron untuk semua keadaan beban. Selama kondisi tanpa beban (&lt;i&gt;no-load&lt;/i&gt;), garis tengah kutub medan putar dan kutub medan dc berada dalam satu garis (gambar dibawah bagian a). Seiring dengan pembebanan, ada pergeseran kutub rotor ke belakang, relative terhadap kutub stator (gambar bagian b). Tidak ada perubahan kecepatan. Sudut antara kutub rotor dan stator disebut sudut torque &lt;i&gt;&lt;span style="color: red; letter-spacing: 0.2pt;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_18" spid="_x0000_i1042" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image023.jpg" style="'width:7.5pt;height:8.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image018.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image018.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image023.jpg" shapes="Picture_x0020_18" border="0" height="11" width="10" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="letter-spacing: 0.2pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; color: red;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_19" spid="_x0000_i1043" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image025.jpg" style="'width:423pt;height:260.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image019.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image019.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image025.jpg" shapes="Picture_x0020_19" border="0" height="347" width="564" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; letter-spacing: 0.1pt;"&gt;Gambar sudut torque (&lt;i&gt;torque angle&lt;/i&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; letter-spacing: 0.1pt;"&gt;Jika beban mekanis pada motor dinaikkan ke titik dimana rotor ditarik keluar dari sinkronisasi &lt;span style="color: red;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_20" spid="_x0000_i1044" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image026.jpg" style="'width:30.75pt;height:11.25pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image020.jpg" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image020.jpg" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image026.jpg" shapes="Picture_x0020_20" border="0" height="15" width="41" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;, maka motor akan berhenti. Harga maksimum torque sehingga motor tetap bekerja tanpa kehilangan sinkronisasi disebut &lt;i&gt;pull-out torque&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;GENERATOR AC (ALTERNATOR)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hampir semua tenaga listrik yang dipergunakan saat ini bekerja pada sumber tegangan bolak balik (ac), karenanya, generator ac adalah alat yang paling penting untuk menghasilkan tenaga listrik. Generator ac, umumnya disebut alternator, bervariasi ukurannya sesuai dengan beban yang akan disuplai. Sebagai contoh, alternator pada PLTA mempunyai ukuran yang sangat besar, membangkitkan ribuan kilowatt pada tegangan yang sangat tinggi. Contoh lainnya adalah alternator di mobil, yang sangat kecil sebagai perbandingannya. Beratnya hanya beberapa kilogram dan menghasilkan daya sekitar 100 hingga 200 watt, biasanya pada tegangan 12 volt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 18pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber lain : http://www.rowand.net/Shop/Tech/AlternatorGeneratorTheory.htm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dasar-dasar Generator AC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Berapapun ukurannya, semua generator listrik, baik ac maupun dc, bergantung kepada prinsip induksi magnet. EMF diinduksikan dalam sebuah kumparan sebagai hasil dari (1) kumparan yang memotong medan magnet, atau (2) medan magnet yang memotong sebuah kumparan. Sepanjang ada gerak relative antara sebuah konduktor dan medan magnet, tegangan akan diinduksikan dalam konduktor. Bagian generator yang mendapat induksi tegangan adalah &lt;i&gt;armature&lt;/i&gt;. Agar gerak relative terjadi antara konduktor dan medan magnet, semua generator haruslah mempunyai dua bagian mekanis yaitu rotor dan stator. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ROTATING-ARMATURE ALTERNATOR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Alternator armature bergerak (&lt;i&gt;rotating-armature alternator&lt;/i&gt;) mempunyai konstruksi yang sama dengan generator dc yang mana armature berputar dalam sebuah medan magnet stasioner. Pada generator dc, emf dibangkitkan dalam belitan armature dan dikonversikan dari ac ke dc dengan menggunakan komutator (sebagai penyearah). Pada alternator, tegangan ac yang dibangkitkan tidak diubah menjadi dc dan diteruskan kepada beban dengan menggunakan slip ring. Armature yang bergerak dapat dijumpai pada alternator untuk daya rendah dan umumnya tidak digunakan untuk daya listrik dalam jumlah besar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ROTATING-FIELD ALTERNATORS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Alternator medan berputar mempunyai belitan armature yang stasioner dan sebuah belitan medan yang berputar. Keuntungan menggunakan system belitan armature stasioner adalah bahwa tegangan yang dihasilkan dapat dihubungkan langsung ke beban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jenis armature berputar memerlukan slip ring dan sikat untuk menghantarkan arus dari armature ke beban. Armature, sikat dan slip ring sangat sulit untuk diisolasi, dan percikan bunga api dan hubung singkat dapat terjadi pada tegangan tinggi. Karenanya, alternator tegangan tinggi biasanya menggunakan jenis medan berputar. Karena tegangan yang dikenakan pada medan berputar adalah tegangan searah yang rendah, problem yang dijumpai pada tegangan tinggi tidak terjadi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Armature stasioner, atau stator, pada alternator jenis ini mempunyai belitan yang dipotong oleh medan putar (rotating magnetic field). Tegangan yang dibangkitkan pada armature sebagai hasil dari aksi potong ini adalah tegangan ac yang akan dikirimkan kepada beban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Stator terdiri dari inti besi yang dilaminasi dengan belitan armature yang melekat pada inti ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_21" spid="_x0000_i1045" type="#_x0000_t75" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image027.gif" style="'width:259.5pt;height:522.75pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image021.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image021.gif" alt="http://unilanet.unila.ac.id/%7Eplgsekip/tle/index_files/image027.gif" shapes="Picture_x0020_21" border="0" height="697" width="346" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.adtdl.army.mil/cgi-bin/atdl.dll/fm/55-509-1/Ch13.htm"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;http://www.adtdl.army.mil/cgi-bin/atdl.dll/fm/55-509-1/Ch13.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Fungsi-Fungsi Komponen Alternator&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Secara umum generator ac medan berputar terdiri atas sebuah alternator dan sebuah generator dc kecil yang dibangun dalam satu unit. Keluaran dari alternator merupakan tegangan ac untuk menyuplai beban dan generator dc dikenal sebagai &lt;b&gt;&lt;i&gt;exciter&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; untuk menyuplai arus searah bagi medan putar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_22" spid="_x0000_i1046" type="#_x0000_t75" alt="32NE0430.GIF (20690 bytes)" style="'width:4in;height:526.5pt;visibility:visible'"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image022.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image022.gif" alt="32NE0430.GIF (20690 bytes)" shapes="Picture_x0020_22" border="0" height="702" width="384" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Gambar generator ac dan schematic-nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Exciter adalah sebuah generator dc eksitasi sendiri dengan belitan shunt. Medan exciter menghasilkan intensitas fluks magnetic antara kutub-kutubnya. Ketika armature exciter berotasi dalam fluks medan exciter, tegangan diinduksikan dalam belitan armature exciter. Keluaran dari komutator exciter dihubungkan melalui sikat dan slip ring ke medan alternator. Karena arusnya adalah arus searah, maka arus selalu mengalir dalam satu arah melalui medan alternator. Sehingga, medan magnet dengan polaritas tetap selalu terjadi sepanjang waktu dalam belitan medan alternator. Ketika alternator diputar, fluks magnetiknya dilalukan sepanjang belitan armature alternator. Tegangan bolak balik pada belitan armature generator ac dihubungkan ke beban melalui terminal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;PRIME MOVER (Penggerak Utama)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Semua generator, besar dan kecil, ac dan dc, membutuhkan sebuah sumber daya mekanik untuk memutar rotornya. Sumber daya mekanis ini disebut &lt;i&gt;prime mover&lt;/i&gt;. Prime mover dibagi dalam dua kelompok yaitu untuk high-speed generator dan low-speed generator. Turbin gas dan uap pada PLTG dan PLTU adalah penggerak utama berkecepatan tinggi sementara mesin pembakaran dalam (internal combustion engine), air pada PLTA dan motor listrik dianggap sebagai prime mover berkecepatan rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jenis prime mover memainkan peranan penting dalam desain alternator karena kecepatan pada mana rotor diputar menentukan karakteristik operasi dan konstruksi alternator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;ROTOR ALTERNATOR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ada dua jenis rotor yang digunakan untuk alternator medan berputar yaitu &lt;i&gt;turbine-driven &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;salient-pole&lt;/i&gt; rotor. Jenis turbine-driven digunakan untuk kecepatan tinggi dan salient-pole untuk kecepatan rendah. Belitan pada turbine-driven rotor disusun sedemikian rupa sehingga membentuk dua atau empat kutub yang berbeda. Belitan-belitan tersebut dilekatkan erat-erat di dalam slot agar tahan terhadap gaya sentrifugal pada kecepatan tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Salient-pole rotor seringkali terdiri dari beberapa kutub yang dibelit terpisah, dibautkan pada kerangka rotor. Salient-pole rotor mempunyai diameter yang lebih besar dari turbine-driven rotor. Pada putaran per menit yang sama, salient-pole memiliki gaya sentrifugal yang lebih besar. Untuk menjaga keamanan dan keselatan sehingga belitannya tidak terlempar keluar mesin, salient-pole hanya digunakan pada aplikasi keceparan rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Karakteristik Alternator dan Batasannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Alternator di-rating berdasarkan tegangan yang dihasilkannya dan arus maksimum yang mampu diberikannya. Arus maksimum tergantung kepada rugi-rugi panas dalam armature. Rugi panas ini (rugi daya I&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt;R) akan memanaskan konduktor, dan jika berlebihan akan merusak isolasi. Karenanya, alternator di-rating sesuai dengan arus ini dan tegangan keluarannya – dalam volt-ampere atau untuk skala besar dalam kilovolt-ampere.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Informasi mengenai kecepatan rotasinya, tegangan yang dihasilkan, batas arusnya dan karakteristik lainnya biasanya ditempelkan pada badan mesin – nameplate.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Frekuensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Frekuensi keluaran dari tegangan alternator tergantung kepada kecepatan rotasi dari rotor dan jumlah kutubnya. Semakin cepat, semakin tinggi pula frekuensinya. Semakin lambat, semakin rendah pula frekuensinya. Semakin banyak kutub pada rotor, semakin tinggi pula frekuensinya pada kecepatan tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ketika rotor telah berotasi beberapa derajat sehingga dua kutub berdekatan (utara dan selatan) telah melewati satu belitan, tegangan yang diinduksikan dalam belitan tersebut akan bervariasi hingga selesai satu siklus. Untuk suatu frekuensi yang ditentukan, semakin banyak jumlah kutub, semakin lambat kecepatan putaran. Prinsip ini dapat dijelaskan sebagai berikut, misalkan; sebuah generator dua kutub harus berotasi dengan kecepatan empat kali lipat dari kecepatan generator delapan kutub untuk menghasilkan frekuensi yang sama dari tegangan yang dibangkitkan. Frekuensi pada semua generator ac dalam satuan hertz (Hz), yaitu banyaknya siklus per detik, berkaitan dengan jumlah kutub dan kecepatan rotasi sesuai dengan persamaan berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_23" spid="_x0000_i1047" type="#_x0000_t75" alt="0082.GIF (207 bytes)" style="'width:45pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image023.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image023.gif" alt="0082.GIF (207 bytes)" shapes="Picture_x0020_23" border="0" height="49" width="60" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;dimana P adalah jumlah kutub, N adalah kecepatan rotasi dalam revolusi per menit (rpm) dan 120 adalah sebuah konstanta untuk konversi dari menit ke detik dan dari jumlah kutub ke jumlah pasangan kutub. Sebagai contoh, sebuah alternator dua kutub, 3600 rpm mempunyai frekuensi 60 Hz, ditentukan sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_24" spid="_x0000_i1048" type="#_x0000_t75" alt="0083.GIF (324 bytes)" style="'width:92.25pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image024.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image024.gif" alt="0083.GIF (324 bytes)" shapes="Picture_x0020_24" border="0" height="48" width="123" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebuah generator empat kutub dengan kecepatan 1800 rpm juga bekerja pada frekuensi 60 Hz.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebuah generator enam kutub 500 rpm mempunyai frekuensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_25" spid="_x0000_i1049" type="#_x0000_t75" alt="0084.GIF (304 bytes)" style="'width:82.5pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image025.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image025.gif" alt="0084.GIF (304 bytes)" shapes="Picture_x0020_25" border="0" height="48" width="110" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebuah generator 12 kutub dengan kecepatan 4000 rpm mempunyai frekuensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_26" spid="_x0000_i1050" type="#_x0000_t75" alt="0085.GIF (340 bytes)" style="'width:96pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image026.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image026.gif" alt="0085.GIF (340 bytes)" shapes="Picture_x0020_26" border="0" height="46" width="128" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengaturan Tegangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sebagaimana yang telah kita lihat, ketika beban pada generator berubah, tegangan terminal pun ikut berubah. Besarnya perubahan tergantung pada desain generator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Pengaturan tegangan pada sebuah alternator adalah perubahan tegangan dari beban penuh ke tanpa beban, dinyatakan sebagai persentase tegangan beban penuh, ketika kecepatan dan arus medan dc tetap konstan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_27" spid="_x0000_i1051" type="#_x0000_t75" alt="0086.GIF (564 bytes)" style="'width:198.75pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image027.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image027.gif" alt="0086.GIF (564 bytes)" shapes="Picture_x0020_27" border="0" height="54" width="265" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Anggap bahwa tegangan tanpa beban generator adalah 250 volt dan tegangan beban penuh adalah 220 volt. Persen regulasi adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_28" spid="_x0000_i1052" type="#_x0000_t75" alt="0087.GIF (405 bytes)" style="'width:126.75pt;"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\JAGONL~1\LOCALS~1\Temp\msohtml1\01\clip_image028.gif" title=""&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/JAGONL%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image028.gif" alt="0087.GIF (405 bytes)" shapes="Picture_x0020_28" border="0" height="50" width="169" /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Untuk diingat, bahwa semakin kecil persentase regulasi, semakin baik pula regulasinya untuk kebanyakan aplikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Prinsip Pengaturan Tegangan AC&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Di dalam sebuah alternator, tegangan bolak balik diinduksikan dalam belitan armature ketika medan magnet melewati belitan ini. Besarnya tegangan yang diinduksikan ini tergantung kepada tiga hal yaitu: (1) jumlah konduktor dengan hubungan seri pada setiap belitan, (2) kecepatan (rpm generator) pada mana medan magnet memotong belitan, dan (3) kekuatan medan magnet. Salah satu dari factor ini dapat digunakan untuk pengaturan tegangan yang diinduksikan dalam belitan alternator.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Jumlah belitan, tentu saja tidak berubah tetap ketika alternator diproduksi. Juga, jika frekuensi keluaran harus konstan, maka kecepatan medan putar haruslah konstan pula. Ini mengakibatkan penggunaan rpm alternator untuk pengaturan tegangan keluaran menjadi tidak diperbolehkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Sehingga, metode praktis untuk melakukan pengaturan tegangan adalah dengan mengatur kekuatan medan putar. Kekuatan medan elektromagnetik ini dapat berubah seiring dengan perubahan besarnya arus yang mengalir melalui kumparan medan. Ini dapat dicapai dengan mengubah-ubah besarnya tegangan yang dikenakan pada kumparan medan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; text-indent: -36pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;4.7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;           &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Operasi Paralel Alternator&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Alternator dapat dihubungkan secara parallel untuk (1) meningkatkan kapasitas keluaran dari suatu system melebihi apa yang didapat dari satu unit, (2) berfungsi sebagai daya cadangan tambahan untuk permintaan yang suatu ketika bertambah, atau (3) untuk pemadaman satu mesin dan penyalaan mesin standby tanpa adanya pemutusan aliran daya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ketika alternator-alternator yang sedang beroperasi pada frekuensi dan tegangan terminal yang berbeda, kerusakan parah dapat terjadi jika alternator-alternator tersebut secara mendadak dihubungkan satu sama lain pada satu bus yang sama (satu titik hubung). Untuk menghindari ini, mesin-mesin tersebut harus disinkronkan dahulu sebelum disambungkan bersama-sama. Ini dapat dicapai dengan menghubungkan satu generator ke bus (bus generator), dan mensinkronkan generator lainnya sebelum keduanya disambungkan. Generator dikatakan sinkron jika memenuhi kondisi berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: left; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Tegangan terminal yang sama. Diperoleh dengan menyetel kekuatan medan bagi generator yang hendak masuk ke dalam rangkaian (disambungkan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: left; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Frekuensi yang sama. Diperoleh dengan menyetel kecepatan prime mover dari generator yang hendak disambungkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: left; text-indent: -18pt; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 7pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Urutan fasa tegangan yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: Arial;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Referensi:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Dasar Teknik Tenaga Listrik dan Elektronika Daya – ZUHAL&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;a href="http://www.tpub.com/neets/book5/17.htm"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;http://www.tpub.com/neets/book5/17.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: left; line-height: 150%;" align="left"&gt;&lt;a href="http://www.tpub.com/doeelecscience/electricalscience2143.htm"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;http://www.tpub.com/doeelecscience/electricalscience2143.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;a href="http://www.sciencejoywagon.com/physicszone/lesson/otherpub/wfendt/generatorengl.htm"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%;"&gt;http://www.sciencejoywagon.com/physicszone/lesson/otherpub/wfendt/generatorengl.htm&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;hudzaifah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right; line-height: 150%;" align="right"&gt;dengan teman kelompok tekniok listrik&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-7285329204561993348?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/7285329204561993348/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=7285329204561993348' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7285329204561993348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7285329204561993348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2008/05/tugas-kuliah-teknik-listrik.html' title='tugas kuliah teknik listrik'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-1552134405838122308</id><published>2008-04-13T23:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-07T08:02:04.714-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/SAMREYicPeI/AAAAAAAAABQ/apIem5SdgXU/s1600-h/solusi.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/SAMREYicPeI/AAAAAAAAABQ/apIem5SdgXU/s320/solusi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5189009962665000418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: left; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;prasangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;tak ingin datang selalu curiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;tak ku ingin datang terlalu banyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;yang ku ingin adalah pemecahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;bukan yang lain&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;yaitu&lt;br /&gt;pemecahan&lt;br /&gt;atau&lt;br /&gt;solusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;solusi&lt;br /&gt;solusi&lt;br /&gt;yang ringan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;bukan analisis yang penuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;prasangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;bukan juga analisis spekulasi yang penuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;prasangka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;datanglah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;datanglah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;datanglah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;wahai solusi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dengan penuh kedamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dengan penuh persahabatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dengan penuh rasa tak acuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;sopan lagi bijaksana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;jika demikian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;kehadiranmu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;kan kusambut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dengan belaian lembut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;bukan kata-kata &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;manis yang terucap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;melainkan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;jawaban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;jawaban yang kurindu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;dan tanpa satu kata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yaitu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:trebuchet ms;" &gt;prasangka&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-1552134405838122308?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/1552134405838122308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=1552134405838122308' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/1552134405838122308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/1552134405838122308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2008/04/prasangka-tak-ingin-datang-selalu.html' title=''/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_o2cA0R9OQNM/SAMREYicPeI/AAAAAAAAABQ/apIem5SdgXU/s72-c/solusi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-1535500458528768330</id><published>2008-03-28T08:07:00.000-07:00</published><updated>2008-04-18T12:16:35.205-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-1535500458528768330?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/1535500458528768330/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=1535500458528768330' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/1535500458528768330'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/1535500458528768330'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2008/03/ini-adalah-kisah-ku-sebelum-membaca.html' title=''/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2870594065509365741.post-7637894646752537816</id><published>2008-03-19T05:20:00.000-07:00</published><updated>2011-01-04T03:51:44.388-08:00</updated><title type='text'>wanita dan busana</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;Wanita Muslimah Dan Busana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Jika kita berbicara tentang aurot, maka tidak akan terlepas dari sebuah kata yang sudah terekam di dalam otak kita, yaitu busana. aurot dan busana keduanya tidak bisa di pisahkan, sebab aurot itu sendiri adalah bagian anggota tubuh yang harus ditutup. sedangkan busana adalah alat untuk menutup aurot, dan inilah salah satu fungsi dari busana. sehingga keduanya saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;diantara fungsi busana muslimah adalah:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Busana muslimah berfungsi sebagai penutup aurot.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Busana muslimah berfungsi sebagai identitas bagi wanita islam, yang dengan busana itu bisa diketahui dan dibedakan antara wanita islam dan non-islam. maka busana muslimah adalah tanda pengenal wanita islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Untuk menjaga martabat dan kehormatan kaum wanita dan akan melindunginya dari segala keadaan yang nantinya akan menyeret wanita kepada derajad yang menghinakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;lihat:&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;Q.S. Annur 31.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;Q.S. Al-Ahzab 59.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;                  &lt;/span&gt;Q.A. Al-Arof 26.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Adapun busana muslimah adalah harus memenuhi ketentuan dan persyaratan bagaimana yang tersebut di bawah ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Busana muslimah wajib menutupi aurot (seluruh tubuh) kecuali muka dan kedua tapak tangan. (Al-hadist)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Busana muslimah tidak boleh tipis dan merangsang (transparan). (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Busana muslimah harus lebar dan tidak sempit dan tidak membentuk tubuh. (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Busana muslimah tidak boleh berbau parfum (wangi-wangian). (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Busana muslimah tidak boleh menyerupai busana laki-laki. (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Larangan Bagi Wanita Muslim&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tidak boleh mencukur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rambutnya : (menggundul). (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tidak boleh menyambung rambut dan membuat tai lalat palsu. (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tidak boleh berjabat tangan (bersentuhan) laki-laki yang bukan mahkromnya. (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tidak boleh berduaan dengan laki-laki yang bukan mahkromnya. (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify; text-indent: -0.25in;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;Tidak boleh bepergian sendirian tanpa mahkrom. (Al-Hadits)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2870594065509365741-7637894646752537816?l=hudzaifah34.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/feeds/7637894646752537816/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2870594065509365741&amp;postID=7637894646752537816' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7637894646752537816'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2870594065509365741/posts/default/7637894646752537816'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hudzaifah34.blogspot.com/2008/03/kata-pengantar.html' title='wanita dan busana'/><author><name>hudzaifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11529077571877396462</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://3.bp.blogspot.com/-aL22mPkboxU/Tlg6tGLwHfI/AAAAAAAAAHo/fJvm3_19Rvo/s220/IMG_1843.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
